Postingan

Menampilkan postingan dengan label dogs love

4 Bintang untuk Dog's Love

Tidak mudah untuk mendapatkan review bagus dari seorang Rinurbad . Saya tahu persis, referensinya tentang dunia buku begitu luas. Segala jenis buku sudah dilahapnya, membuat wawasannya tentang buku tidak diragukan lagi. Terkadang saya sering menjadikannya tempat bertanya tentang rekomendasi buku yang bagus dan atau kurang menarik. Ini menjadi salah satu acuan saya untuk membeli sebuah buku. Karena itu, sungguh sebuah kehormatan yang besar ketika Dog's Love mendapatkan 4 bintang dari standar 5. Huraaaay .... mudah-mudahan pembaca lainpun akan sependapat, dan bisa menikmati kisah yang saya tulis dan gulirkan dalam novel ini. Berikut adalah ulasan singkatnya yang saya kutip dari akun goodreads -nya : Saya lebih suka menggolongkan ini novel remaja, bukan buku gokil atau buku romance karena muatan kedua unsur itu tidak 'merajalela' dalam ceritanya. Humornya mengalir natural, romancenya juga ringan dan khas Kang Iwok: mengedepankan persahabatan. Kerapiannya patut diac...

Kepincut Dog's Love

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Hahahahaha…*ups!* hihihi….*sstt* kwkwkw…*tutup mulut.* hahahaha…*apaan sih?* Alhamdulillah, akhirnya selesai juga gue baca buku ini. Bukan karena novel ini tuuuebel, juga bukan karena ennegh  hingga gak selera baca. Tapi emang waktu gue yang harus dibagi-bagi banget.  ‘Dog’,  kata itu yang membuat gue tertarik banget sama buku ini. Udahan deh meskipun gak pakai kata ‘love’ gue juga tertarik kalau yang aroma binatang-binatang gitu. Gue gak bisa membayangkan isinya apa, tapi jelas ini bukan kayak fabelnya Beatrix potter. Maka, Bismillah ,mulai gue baca dari halaman ‘thanks!’ hahaha…baru baca kalimat pertama aja gue ikutan jejingkrakan, keingat sama note penulisnya bagaimana perjalanan buku ini. Sedep banget dah. Glutuk…glutuk..brak! what? Suara apa tuh? Suara itu bersumber dari Pondok Jayalah Selalu (PJS) tempat kos kusus cowok-cowok. Dido sedang menghindari tatapan Wita (cewek yang diam-diam ditaksirnya) hingga dia terpeleset dan ...

Dog's Love on Air!

Buat kamu yang ada di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya, jangan lupa buat dengerin radio ART, 93,7 FM - Minggu, 12 Juni 2011 pukul 16.00 - 18.00 Wib. Gw bakalan ngomongin seputar novel Dog's Love dan proses kreatifnya lho. Mau tahu? Stay tune di sana ya, siapa tahu ada doorprizenya juga!

Dog's Love - Behind The Scene

Gambar
Bicara tentang terbitnya Novel Dog's Love berarti membicarakan sebuah proses yang panjang. Bagaimanapun, seorang penulis memang harus belajar mengerti arti sebuah kata kerja keras dan sabar. Bagaimana tidak, untuk melihat novel ini terbit, tidak kurang dari 2 tahun saya harus menunggu. Sebenarnya, naskah ini tidak ditujukan untuk GPU pada awalnya. Sebuah penerbit di Jogja meminta saya sebuah naskah remaja gokil. Tema yang disepakati adalah seputar persahabatan manusia dengan anjing. So, mulailah saya mencari ide dan mulai menulis. Yang saya ingat, proses menulis naskah ini dimulai pada awal bulan Maret 2009! Seperti biasa, target penulisan naskah ini berkisar dalam waktu satu bulan, dan bisa saya selesaikan tepat waktu. Kirim! Review yang saya terima tidak lama kemudian, ternyata naskah ini perlu banyak revisi. Kurang ini dan kurang itu. Well, oke. Saya bukan penulis yang anti revisi. Adanya tuntutan revisi justru membuat saya yakin naskah saya nantin...

[Terbit] Dog's Love

Gambar
Harga Rp 30.000 Gramedia Pustaka Utama (GPU) 13,5 cm x 20 cm; 176 hlm ISBN 978-979-22-7083-9 Glutuk... glutuk... brak! Dido jatuh gelutukan dari atas tangga di tempat kosnya. Dia terpeleset sewaktu menghindar dari tatapan Wita, cewek yang diam-diam diincarnya. Kepala Dido terbentur tiang, dan otaknya sedikit bergeser. Ajaib! Gara-gara itu, Dido malah jadi mengerti bahasa anjing!  “Pada dasarnya, setiap manusia bisa bicara dengan anjing, Bos,” kata Bleki, anjing kampung yang sering nongkrong di sekitar tempat kos. ”Ada bagian kecil dari otak manusia yang kalau posisinya bergeser sedikit, bisa mengakibatkan manusia mengerti bahasa anjing. Geseran bagian otak itu harus pas posisinya. Melenceng sedikit saja tidak akan membuat perubahan. Semakin jauh otak bergeser dari tempatnya, bukannya jadi ngerti bahasa anjing, tapi jadi gila.” Masalahnya, Bayu---sahabat Dido---malah menganggapnya gila. Seisi kos juga mulai menganggap Dido gila. Jelas aja Dido ngamuk. Apalagi B...