Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tips

[Tips] Proposal Pengajuan Naskah ke Penerbit

Gambar
Kali ini saya coba posting tentang Proposal Naskah, ya, agar Tim Penerbit (Editor) yang menerima naskahnya nanti bisa melihat sekilas di awal, gambaran dari isi naskah tersebut; konsep bukunya seperti apa, target pembacanya siapa, dan keunggulan naskahnya apa saja. Contoh yang saya ajukan adalah proposal naskah untuk buku anak yang saya tulis (insya Allah sedang dalam proses penerbitan). Format proposal naskah tidak harus terpaku seperti contoh di bawah ini ya, boleh kok dilengkapi selengkap-lengkapnya, disesuaikan dengan kebutuhan naskahnya masing-masing. Semoga bermanfaat dan membantu. :) Proposal Naskah Judul     : Dongeng Dari Dasar Laut Penulis :  Iwok Abqary Jumlah Cerita : 7 cerita @12 halaman Sekilas tentang ‘Dongeng Dari Dasar Laut’ Dongeng dari Dasar Laut adalah kumpulan 7 dongeng dengan tokoh hewan-hewan di dasar laut. Meskipun setiap cerita berdiri sendiri, tetapi menggunakan tokoh-tokoh yang sama. Dengan demikian ada benang merah...

[Percikan] Setangkai Mawar

Gambar
Sitta menatap vas bunga di atas meja belajarnya tanpa berkedip. Setangkai mawar merah yang begitu segar dan merekah indah. Tidak biasanya memang ia menyimpan bunga hidup di dalam kamarnya, baru kali ini saja ia melakukannya. Tentu saja, karena mawar ini begitu istimewa dan harus ia simpan baik-baik. Wangi mawar yang lembut terbawa semilir angin yang menerobos tirai jendela kamarnya. Hmmm... wanginya membuai Sitta, seakan ingin  mengajaknya melayang dalam lamunan indahnya. Sitta tersenyum seraya meraih tangkai mawar itu, lalu mendekatkannya ke hidungnya. Wangi itu semakin tajam dan semakin membelainya dalam sejuta khayalan, lamunan tentang sosok cowok yang selama ini menghiasi mimpi-mimpinya. Ugh, dada Sitta seakan mau meledak saking senangnya. Doni memberikan mawar itu tadi siang! “Ini buat lo!” katanya gugup sebelum kemudian membalikkan lagi badannya dan berlari menjauh, meninggalkan Sitta yang hanya bisa terbelalak tak percaya. Percaya nggak sih kalau Doni bisa seromanti...

[Tips Menulis] Ketebalan Sebuah Naskah Novel?

Gambar
Picture from : www.guardian.co.uk Beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan, baik di facebook, twitter, maupun di blog ini juga, seperti ini : " Bolehkah kalau naskah saya lebih panjang dari ketentuan yang disyaratkan oleh penerbit ?" " Kenapa sih harus dibatasi segala? Bukankah lebih tebal ceritanya akan lebih asyik ?" " Di luar negeri, novelnya tebel-tebel. Nggak ada tuh pembatasan 150-200 halaman ?" Ya, kira-kira seperti itulah inti pertanyaannya. Saya coba bantu jawab ya, semoga pemahaman saya tentang ini tidak melenceng dari yang sebenarnya. Oya, bahasan saya di bawah ini merujuk ke penulisan naskah novel (remaja/dewasa) ya, bukan cerpen, artikel, atau buku cerita bergambar untuk anak. Penerbitan buku adalah sebuah industri, sehingga jelas harus diperhitungkan untung ruginya. Tidak mungkin ada sebuah penerbit yang menerbitkan buku dan berharap bukunya tidak laku. Untuk apa? Padahal menerbitkan buku berkaitan dengan sejumlah pelaku buku yang...

Kirim naskah PERCIKAN ke Majalah Gadis

Gambar
Naskah Percikan saya dimuat di Majalah Gadis edisi 33 - Desember 2012. Judulnya 'Setangkai Mawar'. Senang banget dong pastinya, soalnya ini adalah naskah pertama saya yang dikirim ke Majalah Gadis. Lebih senang lagi, karena proses pemuatannya cepat sekali. Baru dua minggu dikirim, eh ternyata langsung dimuat! Hurraaaay ..... Sebenarnya 'Setangkai Mawar' ini adalah naskah yang sudah ditulis lama banget. Tahun 2006 kalau nggak salah. Waktu itu bentuknya masih FF (Flash Fiction). Karena ceritanya yang pendek banget, tulisan ini bingung mau dikirim ke mana. Untuk cerpen yang dikirim ke majalah rata-rata mengharuskan panjang halaman tidak kurang dari 6 halaman, sementara tulisan ini hanya 1,5 halaman saja. Wew, nggak kemana-mana kan akhirnya? Akhirnya saya melihat informasi di FB kalau beberapa teman naskahnya dimuat di kolom Percikan Majalah Gadis. Dan hey, ceritanya singkat banget! Saya pun teringat naskah-naskah FF yang dulu pernah ditulis. Akhirnya, setelah revisi...

[Tips Menulis] Mencuri Perhatian Editor dengan Bab Pembuka

Gambar
Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa naskahmu tidak juga kunjung lolos diterbitkan padahal merasa naskahmu cukup bagus? Alur ceritamu cukup menarik? Tokoh-tokohmu tidak biasa? Sering? Ow, bisa saja ada sesuatu yang salah pada naskah yang kamu tulis. Proses review sebuah naskah memang saat-saat menentukan bagi seorang penulis. Pada saat itulah sebuah naskah akan diputuskan nasibnya untuk bisa lolos ke tahap berikutnya atau tidak, untuk bisa diterbitkan atau harus dikembalikan. Pada saat itu pula naskah kita akan bersaing dengan ratusan naskah lain yang menumpuk di meja editor. Menurut informasi terpercaya, bahkan untuk penerbit sekelas GPU, setiap bulannya tidak kurang dari 100 naskah yang diterima redaksi! Kebayang dong bagaimana pusingnya seorang editor akuisisi yang harus menilai kualitas sebuah naskah dengan antrian sebanyak itu? Kapan bacanya coba? Kalau satu hari membaca satu naskah saja, sebulan hanya 30 naskah yang bisa terbaca, kan? Sementara tugas editor bukan cuma memba...

[Tips Menulis] Mencuri Perhatian Editor - Profil Penulis

Gambar
Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencuri perhatian editor yang menyeleksi naskah kita. Salah satunya adalah dengan menyusun profil yang menarik. Jangan salah, meski profil kadang sepele, tapi bisa mencuri sedikit perhatian, lho. Setidaknya untuk meyakinkan editor kalau naskah kita semenarik profil penulisnya, jadi 'memaksa' editor untuk mau membacanya sampai tuntas. *aamiin. hehehe* Namanya usaha, apapun harus kita lakukan, bukan? Nah, seperti apa profil yang menarik itu? Saya ambil contoh untuk dua novel saya berikut ini. Yang Nulis Novel Ini Dalam sebuah traksaksi yang terlihat mencurigakan : Petugas (dengan tampang sok galak dan tegas) : “Nama?” Gue : “Iwok.” Petugas : “Hah, nama apa tuh?” Gue (dengan tampang bete) : “Nama orang” Petugas (bengong) : “Nama asli?” Gue (kesal) : “Mana ada orangtua ngasih nama sejelek itu, Pak!” Petugas (kaget) : “Loh, jadi?” Gue (dengan nada bangga) : “Itu nama pena saya.” Petugas (bingung) : “Maksudnya?” Gue (m...

[Tip Menulis] Ikut Lomba Menulis, Yuk?

Gambar
Wih, bulan-bulan ini jadi bulan menyenangkan buat para penulis. Bagaimana tidak, berbagai ajang lomba menulis dengan hadiah menggiurkan digelar di sana-sini. Katakanlah Lomba Penulisan Novel Amore GPU , Lomba Novel Young Romance Gradien Mediatama , Kontes Novel Remaja Elf Books , atau yang terbaru adalah Lomba Novel yang diselenggarakan oleh Bentang Pustaka. Tertarik untuk ikutan? So pasti, kan? Tidak hanya karena ngiler dengan hadiahnya, ajang lomba menulis adalah salah satu bentuk uji coba kemampuan kita berkompetisi dalam menulis. Apalagi hasil karya lomba (pemenang maupun karya peserta yang dianggap bagus) akan mendapatkan prioritas untuk diterbitkan. Sebuah jalan pintas yang pastinya tidak boleh dilewatkan. Saya teringat pengalaman saat mengikuti Lomba Novel Konyol 2008 yang diadakan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Dua kali sudah saya mencoba peruntungan dengan mengirimkan naskah ke GPU lewat jalur reguler. Keduanya sukses ditolak! Hehehe. Sampai penasaran, gimana cara...

[Tips Menulis] Disiplin Menulis

Yuk lanjut ngobrolin penulisan lagi. Kali ini kita bahas tentang Disiplin Menulis . Menulis itu adalah sebuah profesi yang harus diperlakukan sama dengan profesi lainnya. Kalau untuk mengejar karir di profesi lain dibutuhkan kerja keras dan disiplin kerja yang tinggi, menulis pun tidak berbeda. Menulis pun butuh proses yang tidak sebentar sampai goal yang kita inginkan benar-benar tercapai. Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa produktif dalam menulis? Nah, berdasarkan pengalaman saya, berikut beberapa tips Disiplin Menulis kaitannya dengan Produktif Menulis. Buat Jadwal Menulis Bagaimana bisa produktif kalau jadwal menulis saja maih acak-acakan. Ayo, sudah saatnya kamu membuat jadwal menulis tersendiri. Setiap orang punya kesibukan tersendiri. So, kapan jadwal luang kamu untuk bisa menulis dengan nyaman? Setiap orang punya waktu kenyamanan tersendiri saat menulis. Ada yang senang menulis saat subuh, pagi hari, siang hari, atau bahkan sore atau malam hari. Jadwal mana pun ya...

[Tips Menulis] Persiapan Menulis

Masih banyak yang nanya, apa sih yang harus disiapkan apabila ingin jadi penulis? Hmm ... sebenarnya setiap penulis mempunyai kiat-kiat yang berbeda. Ada yang suka begini, ada yang suka begitu, tergantung kebiasaan masing-masing. Nah, kalau nanya saya, maka beberapa hal yang harus kamu lakukan apabila ingin belajar menulis adalah sebagai berikut, sesuai dengan pengalaman yang biasa saya lakukan : Niat Duduklah depan laptop/PC lalu berdoalah sebelum memulai. Segala sesuatu yang dimulai dengan doa biasanya akan memberikan suntikan semangat tersendiri. Baca bismillah, dan bulatkan niat bahwa saya akan menulis, bukan untuk fesbukan, twitteran, main game, atau browsing sana-sini.   Yakin Yakinkan diri sendiri bahwa saya memang bisa menulis. Banyak calon penulis yang sudah mengkeret duluan bahkan sebelum memulai. Belum-belum mereka sudah minder duluan dan merasa 'ah, saya kan penulis baru. tulisan saya pasti enggak akan dilirik penerbit/media. Tulisan saya pasti enggak bakalan se...

[Tips] Mengejar Endorsment

Gambar
Seberapa penting kah sebuah endorsement pada saat memutuskan membeli sebuah buku?  Tergantung orangnya juga sih. Banyak yang lebih memilih mengabaikannya, tapi tak sedikit juga yang tergiur karena deretan endorsement plus nama endorsernya.  Meski begitu, toh tak sedikit penerbit yang masih menggunakan peran endorsment sebagai strategi marketing buku-buku mereka agar lebih menarik perhatian calon pembaca. Buat penulis (tidak semua memang), ada kebanggaan juga kalau naskahnya mendapatkan endorsement dari orang-orang hebat. Seperti yang kita tahu, yang terpilih menjadi endorser setidaknya adalah orang-orang pilihan; selebritis, publik figur, orang-orang yang cukup terpandang di bidangnya, Penulis dengan jam terbang tinggi, atau bahkan sekadar penikmat buku terpilih. Senang rasanya mereka mau menorehkan sedikit komentarnya untuk buku yang kita tulis.  Pencarian endorser tidak melulu dilakukan oleh penerbit. Terkadang Penulis pun harus terjun untuk pencarian endors...

[Tips] Memilih Penerbit yang Cocok

Gambar
Memilih penerbit yang cocok dengan naskah yang kita tulis itu gampang-gampang susah. Penerbit kan banyak, kenapa naskah saya ditolak? Perasaan naskah saya nggak kalah bagus dibanding novel-novel yang sudah terbit dan beredar. Apa yang salah ya? Tenang, Penerbit di Indonesia memang banyak, tapi apakah naskah kita dikirim ke penerbit yang tepat? Di sanalah masalahnya. Meski penerbit  banyak sekali, kita tidak bisa menyamaratakannya begitu saja. Setiap penerbit memiliki kekhususan masing-masing. Artinya, satu sama lain belum tentu menerbitkan spesifikasi buku yang sama. Katakanlah, Penerbit A menerbitkan novel, Penerbit B juga menerbitkan novel. Tapi, apakah novel yang diterbitkan kedua Penerbit tersebut sama? Belum tentu. Penerbit A bisa saja hanya menerbitkan novel-novel bertema inspiratif, sedangkan Penerbit B hanya menerbitkan novel roman remaja. Beda sekali, bukan? Jadi, kalau kamu mengirimkan naskah novel seputar dunia remaja ke penerbit A, bisa jadi naskah kamu akan langsung ...

Surat Perjanjian Penerbitan (SPP)

Gambar
Surat Perjanjian Penerbitan (SPP) adalah kontrak kerjasama antara penulis dengan penerbit saat naskah penulis lolos untuk diterbitkan. Pada saat SPP ini sudah disepakati dan ditandatangani oleh kedua belah pihak, maka naskah akan melalui proses penerbitan menjadi buku (lama prosesnya berbeda-beda tergantung setiap penerbit). Berbeda kalau SPP belum disepakati, maka proses penerbitan tentu saja akan mengalami hambatan, karena SPP ini adalah kunci seluruh proses. Kalau tidak ada kesepakatan mengenai isi SPP, naskah pun akan batal terbit. Sebenarnya, apa saja sih yang ada dalam klausul SPP ini? Masing-masing penerbit memiliki format kontrak tersendiri. Ada yang sangat detil, ada pula yang mencantumkan poin-poin intinya saja. Hanya saja, hal-hal yang biasanya tercantum dalam SPP biasanya seperti ini :   Kepemilikan naskah, Dalam klausul ini berisi pernyataan bahwa Penulis adalah benar-benar yang memiliki (menulis) naskah tersebut, dan menyerahkan naskah kepada Penerbit untuk diterbi...

[Tips] Jual Putus atau Royalti?

Gambar
Tanpa bermaksud sok tahu atau sok ngajarin, berikut ini saya ingin menyampaikan tentang sistem jual putus dan sistem royalti dalam dunia penerbitan. Tentu saja berdasarkan pengalaman-pengalaman saya selama ini. Selama ini, dikenal adanya dua sistem pembayaran apabila sebuah naskah diterbitkan oleh sebuah penerbit. Entah itu buku non fiksi maupun fiksi. Sistem ini adalah Jual Putus dan Royalti. Biasanya pada saat naskah sudah mendapat persetujuan terbit, akan terjalin komunikasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana penerbitan naskah tersebut antara penulis dan editor (yang mewakili penerbit). Salah satu diantaranya adalah mengenai kontrak dan sistem pembayaran. Ketika ditawarkan apakah kita akan mengambil sistem jual putus atau royalti, manakah yang sebaiknya diambil? Seringkali saya mendapatkan pertanyaan dari teman sesama penulis ketika dia dihadapkan pada pilihan ini. Mereka kebingungan, apakah harus memilih jual putus atau royalti? Nah, sebelum memutuskan salah ...