Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2008

Kelas Ajaib Award 2007

Alhamdulillah ... nggak nyangka bisa dapet Award dari my suhu. Terima kasih Bhai. Insya Allah ini pecut yang luar biasa untuk terus berkarya. Oya, katanya penghargaan ini untuk novel detektif anak ' Sandal Jepit Beda Warna' . Asiiiik buku pertama gw langsung dapat penghargaan. Dikutip dari MP-nya Bhai Benny . Hai, di awal 2008 ini saya secara pribadi akan memberi penghargaan setulus hati kepada para pegiat teks dan grafis di dunia perbukuan anak-anak. Mungkin penilaian masih campur antara subyektifitas dan obyektifitas. Juga yang saya nilai sebatas karya-karya yang secara sengaja atau kebetulan dibaca oleh saya. Jadi kalau ada karya yang dianggap orang lain bagus, tapi saya belum baca, ya maaf saja (jadi kepada para penulis cerita anak, tolong ya dikirim sample bukunya ke saya biar saya bisa ikutan baca). Oh, iya ... saya lebih menitikberatkan penghargaan terhadap buku-buku fiksi. Bukan apa-apa sih. Kalau terlalu banyak, sampai ke buku non fiksi atau ke buku pelajaran .... s

Wisata Kuliner ala Dahlia di Tasik

Gambar
Kedatangan tamu lagi! Horeeeeeeee … seneng banget Tasik dijadiin salah satu tujuan untuk berakhir pekan. Kemaren Minggu, Blogfammers Jakarta yang diwakili Dahlia dan Kiky datang ngunjungin gue. Waaaah … meski sempet kaget karena ‘rombongan’ yang dijanjikan menciut jadi 2 orang saja, tapi the show must go on! Mereka katanya pengen wisata kuliner di Tasik! Beuh, langsung panik. Di Tasik wisata kuliner kemanaaaa? Weits, ternyata persiapan mereka sudah matang. Kiky langsung menunjukkan print out lokasi buruan di Tasik hasil searching di internet. Ada Bubur Zenal, rujak Bi Iyoy, Tutug Oncom, Serabi, Bakso Sari Rasa, dan sederet tempat lainnya. Tapiiii … waktunya yang kurang pas! Harusnya kalo mau wisata kuliner kan dari pagi, biar semuanya masih pada lengkap semua. Setelah beres mereka ke kondangan temen kerja mereka yang merit (intinya ke Tasik sih ya ini), mereka meluncur ke rumah gw. Bisa ditebak; nyasar! Jam setengah 2 gw baru jemput mereka yang lagi terdampar di Bakso SR, jalan HZ. Mu

Leha-leha sudah selesai!

Satu revisian dah melenggang lolos. tadi siang Mba editornya SMS kalo revisi sudah OK! Waaaah seneng banget. Akhirnya, setelah beberapa kali tabrakan ide revisian dikepala, naskah itu lolos juga. Alhamdulillah ... legaaa .. mengingat ini adalah genre yang sangat berbeda dari naskah-naskah yang sebelumya pernah gw tulis. Setelah beberapa hari ini leha-leha dengan nikmatnya tanpa mikirin tulisan, sudah saatnya sekarang bergerak lagi. Mengingat naskah yang terakhir ini lumayan enak nulisnya, jadi kepikiran untuk nulis lagi genre serupa. Hehehe .. sapa tahu kan lolos lagi. Tinggal matengin ide yang baru sekelebatan aja muter di kepala. Hayu kerja lagiiiiii ....

Angkot Oh Angkot

Sudah hampir jam 6 sore ketika gw memutuskan pulang. Beresin revisian di rumah aja, pikir gw, toh tinggal dikit lagi banget dan semuanya sudah terbayang. Tinggal ngetik aja tanpa perlu banyak mikir lagi dimana alurnya. Di perempatan depan ACA, sebuah angkot ngetem nunggu penumpang tepat di belokan gw mau belok. Beberapa angkot lainnya berderet di belakangnya. Gw pun melaju pelan, apalagi di perempatan rame begini. Gw tahu, angkot selalu sulit diduga jalannya. Kadang maen selonong aja –entah mau lurus, belok, atau nyalip. Angkot itu masih berhenti, dan belokan di depannya bebas hambatan banget. Gw pun langsung menikung dengan aba-aba ‘rihting kiri’ sudah menyala jauh sebelumnya. Biar para angkot aware maksudnya kalo gw udah siap belok. Tahunya, pas mobil gw tepat di depan angkot itu, si angkot maju! SREEEEEEEEEKKKK!!! Tidaaaaaaaaaaakk!! Gw langsung tegang. Gesrek nih! Gesrek nih! Masih di tengah belokan, gw brenti. Gw langsung turun, dan dengan lemes melihat pintu belaka

Bingung

Sebuah naskah minta direvisi dengan segera, karena harus segera masuk proses selanjutnya. Mba editor yang baik sudah ngasih clue untuk perubahan ini, dan gw dengan suka cita menerimanya. Tapi Oow ... begitu sudah jalan, malah banyak ide yang berseliweran. "Gimana kalau dijadiin begini ya?" "Eh, kalau digituin kayaknya seru juga." "Weits, dibeginiin kayaknya lebih seru!" Aduuuuuuuh ... malah jadi pusing sendiri. Beberapa kali gw harus menghapus, mengetik, dan menghapus lagi. Semua ide itu saling bertabrakan. Gw pun hilang konsentrasi. Ending yang sudah disusun berantakan lagi karena gw coba otak-atik lagi bagian tengah. Ketika mentok menjelang ending, tiba-tiba gw iseng naik lagi ke atas, dan merubah alur. Berantakan lagi sampe bawah. Hiks ... gw sampe bingung sendiri dengan alur mana yang sekarang lagi ditulis. Pas dibaca ulang .. huwaaaaa ... nggak nyambung. Dedlen di depan mata. Tolooooong ...! //konsen wok, konsen!

Mancing bersama kru Mizan

Gambar
Ah, telat posting gara-gara kehilangan akses beberapa minggu ini. Tapi gpp lah, biar terdokumentasi aja. Seperti yang sudah diobrolkan, beberapa orang kru Mizan akhirnya datang berkunjung ke Tasik. Horeeee .. akhirnya bisa ketemu Risma (yang dulu pernah direcokin dengan pertanyaan ‘Naskah Sandal Jepit saya gimana, lolos nggak?’. Hehehe), ada Windu (yang sama-sama selalu direcokin dengan order-order buku gw. Hihihi), ada Dani dan Mba Dwi juga. Yang ini kalo nggak salah Co-Ed ya? Kita janjian ketemu di sebuah pom bensin di daerah Ir. H. Djuanda. Sori ya kalo pada nunggu lama di pom bensin. Hehehe Karena semua ngaku first time ke Tasik (kecuali Windu), jadilah gw ajak muter-muter dulu melihat kota Tasik yang seuprit. Lihat mesjid Agung, pusat kota Tasik, lapangan Dadaha (yang katanya mengenangkan Windu pada masa-masa tinggal di Tasik selama 3 minggu. Ternyata yaaaaa … banyak cerita Windu yang lucu tentang kenangannya ini. Tapi udah janji nggak bakalan diekspos disini kok. Hehehe),