[Percikan] Setangkai Mawar
Sitta menatap vas bunga di atas meja belajarnya tanpa berkedip. Setangkai mawar merah yang begitu segar dan merekah indah. Tidak biasanya memang ia menyimpan bunga hidup di dalam kamarnya, baru kali ini saja ia melakukannya. Tentu saja, karena mawar ini begitu istimewa dan harus ia simpan baik-baik. Wangi mawar yang lembut terbawa semilir angin yang menerobos tirai jendela kamarnya. Hmmm... wanginya membuai Sitta, seakan ingin mengajaknya melayang dalam lamunan indahnya. Sitta tersenyum seraya meraih tangkai mawar itu, lalu mendekatkannya ke hidungnya. Wangi itu semakin tajam dan semakin membelainya dalam sejuta khayalan, lamunan tentang sosok cowok yang selama ini menghiasi mimpi-mimpinya. Ugh, dada Sitta seakan mau meledak saking senangnya. Doni memberikan mawar itu tadi siang! “Ini buat lo!” katanya gugup sebelum kemudian membalikkan lagi badannya dan berlari menjauh, meninggalkan Sitta yang hanya bisa terbelalak tak percaya. Percaya nggak sih kalau Doni bisa seromanti...