Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2008

Apa Kabar Resolusi Gw Tahun 2008?

Masih inget resolusi gw tahun 2008 lalu? Hmmm ... kalo ga tahu ya gpp sih, toh bakalan gw tulis lagi sekarang. hehehe ... dan berhubung sekarang sudah mulai memasuki akhir tahun 2008, sudah saatnya gw melihat lagi ke belakang dan mikir, resolusi gw tercapai nggak ya? Semakin serius nulis. Ternyata gw memang bisa nulis, jadi kenapa nggak terus di asah? Ya kan? kaaaaan .. minimal bikin 3 buku dah, dengan perhitungan per kwartal bisa nulis 1 naskah. Nggak muluk-muluk dulu, karena 3 buku pun sudah cukup banyak. Mudah-mudahan dengan sisa waktu yang ada gw masih bisa nulis bagus, dan layak terbit. Genre-nya bebas, tergantung mood aja mau nulis apa. Tapi bikin naskah dengan genre lainnya dari yang sudah pernah di bikin asyik juga kayaknya. komedi mungkin? Tercapai! Horeeee ... tahun ini gw bisa nerbitin buku dengan genre yang berbeda dari sebelumnya. Selain komedi, gw juga nerbitin buku parodi horor. Sip dah, dua genre langsung berhasil nembus penerbit. Target 3 buku? kayaknya lebih nih. Hu

[Lanjutan] Jadi Pemenang Berbakat Lomba Cerita Konyol GPU 2008 - part 2

Gambar
-- sok gaya pake postingan bersambung segala nih -- On Location : Bentara Budaya Nyampe gedung Kompas, gw celingukan sendiri. acaranya di mana ya? Sambil celingukan, gw benerin baju yang mulai kusut sana-sini. Biar nggak keliatan banget dari kampungnya. hehehe ... ransel juga gw tenteng aja, biar bagian belakang kemeja gw nggak lecek. Coba ya, bawa ransel gitu loh. Kayak mau kemping aja. Dalemnya udah campur aduk aja. Ada baju bekas semalem, ada daleman (ups), sweater, parfum, roll-on (biar setia setiap saat), kamera, Salonpas koyo buat ditempelin di tengkuk (gw suka pusing kalo naik kendaraan ber-AC. Kampungaaa aaaan !), air mineral, perlengkapan mandi, buku buat bacaan di jalan, buku pesanan Dian dan Syl (buat Usup udah ada nyamber duluan di Bandung), dan lain-lain. Nah tuh, udah kayak mau kemping aja kan? Untung gw ga sekalian bawa sleeping bag, Hehehe. Ransel gw udah gembung aja dan untungnya lagi ga ada yang nekad nanya; "M au kemping kok ke Jakarta, Mas? Mau lihat Monas,
Gambar
Finally, rasa penasaran gw setelah dinyatakan sebagai salah satu nominator Lomba Cerita Konyol GPU 2008 terjawab sudah hari Sabtu, 13 Desember 2008 kemarin. Pada acara Workshop penulisan bersama Sitta Karina dan Andrei Aksana ini, ditutup dengan acara pengumuman pemenang lomba. Dan, gw ternyata harus puas diumumin Boim Lebon sebagai Pemenang Berbakat saja, karena untuk juara 1 - 3 diperoleh oleh : Netty Virgiantini, Rudiyant, dan Anindita Siswanto . No prob. Masuk nominator 5 besar, dan kemudian menyandang Pemenang Berbakat barengan dengan Triani Retno, aja sudah merupakan hal yang sangat membanggakan buat gw. Setidaknya, target gw pas ikut lomba ini sudah tercapai. Dari awal gw ga muluk-muluk nargetin jadi juara. Gw cuma ngincer peluang untuk punya buku di GPU aja. selama ini, gw ngerasa susah banget tembus penerbit yang satu ini. Ga menang ga masalah, asal naskah gw dilirik buat diterbitin aja. hehehe .. lagian saingannya ketat banget. Berdasarkan informasi dari panitia, naskah yang

[Terbit] Misteri Lemari Terkunci - Novel Anak

Gambar
Penerbit : Dar!Mizan Harga : Rp. 19.500,- Jumlah Halaman : 108 Sebuah toko emas mengalami pencurian! Perhiasan emas sekitar satu kilogram hilang dan mengakibatkan kerugian senilai ratusan juta rupiah bagi pemiliknya. Dhika dan Arif kembali terjun menyelidiki kasus ini. Berbagai petunjuk mereka temukan tanpa sengaja, dan menyeret mereka kembali dalam bahaya. Semua berawal saat Doni, sahabat mereka membeli sebuah lemari dengan laci yang terkunci! Ada apa di dalam lemari itu? Apakah ada hubungannya dengan kasus pencurian toko emas itu? Apakah Dhika dan Arif bisa menelusurinya sampai tuntas? Jangan lewatkan petualangan seru duo detektif cilik ini! Infonya bisa dilihat juga disini .

Promo TIKIL di website Gagasmedia

Gambar
Perjuangan Mempertahankan Sebuah Perusahaan Ditulis Oleh Newsroom Wednesday, 03 December 2008 Keberadaan Tikil a.k.a Titipan Kilat—sebuah perusahaan jasa pengiriman barang—di Tasikmalaya ibarat pepatah hidup segan, mati tak mau. Setelah sekian lama berada di pusat kota Tasikmalaya, perusahaan inipun mulai tipis harapannya untuk tetap bertahan di antara perusahaan jasa pengiriman lain yang baru muncul. Emang sih, perusahaan Tikil bukanlah perusahaan jasa pengiriman barang yang besar. Namun, empat orang karyawan—Lilis, Dasep, Mang Dirman, dan Kusmin—serta seorang pimpinan bernama Pak Saleh—yang selama ini berada di sana telah mampu menjalankan dan mempertahankan keberadaan Tikil hingga detik ini. Sayangnya, penurunan pendapatan yang sangat drastis membuat Pak Saleh mengajukan pensiun dini ke kantor pusat