Senin, Januari 12, 2015

[Tips] Kirim Cerpen Yuk ke Majalah HAI

Awal Tahun yang manis nih, dibuka dengan cerpen saya 'Terjebak' di Majalah HAI edisi no. 2/2015 tanggal 12 Januari 2015. Asyiknya, ternyata kirim naskah cerpen ke HAI itu nggak perlu nunggu lama. Kabar akan dimuatnya cerpen ini  hanya berselang 2 minggu saja dari sejak saya kirim via email. Makanya surprise banget pas dapat surat cinta dari redaksi HAI. Keren!



Nah, kamu suka nulis cerpen juga? Mau nyobain kirim ke Majalah HAI? Ini dia syarat-syaratnya :
  • Temanya ngepop dan meremaja (sebaiknya baca-baca dulu cerpen yang pernah dimuat di Majalah HAI biar kamu lebih mengenal tema dan gaya seperti apa sih yang bisa lolos dimuat). Yang pastinya, temanya harus unik dan menarik.
  • Karena HAI adalah majalah remaja cowok, usahakan tema yang diangkat nggak jauh-jauh dari kehidupan remaja cowok ya. Karena kalau temanya terlalu girly, sebaiknya kirim saja ke majalah GADIS. hehehe.
  • Panjang cerpen maksimal 6.000 karakter (with spaces). Sudah pada tahu dong cara menghitung karakter di Microsoft Word? Klik menu REVIEW di deretan paling atas, lalu klik WORD COUNT. cek deh jumlah character with spaces-nya ada berapa.
  • Tidak ada aturan baku mengenai teknis penulisan. Jadi kamu bebas mau menggunakan font apapun, selama jelas keterbacaannya. Tetapi, menurut saya, gunakan saja aturan standar penulisan yaitu; Font Times New Roman, 12pt, kertas A4, Spasi 1,5 (atau double), dengan margin default.
  • Kirim melalui email ke cerpen_hai@yahoo.com
  • Redaksi akan memberikan email konfirmasi apabila naskah kamu akan dimuat. Kalau ternyata setelah 3 bulan tidak ada konfirmasi, sepertinya cerpen kamu gagal untuk dimuat. Ayo,nulis lagi!
  • Majalah HAI tidak akan mengirimkan majalahnya sebagai bukti cetak. Jadi pastikan kamu membeli majalahnya setelah mendapatkan konfirmasi pemuatan di edisi nomor berapa.
  • Honor Rp. 300.000,-
 Yuk, kirim cerpennya yuk?


[Terbit] Zee & Syd

Penerbit: Mizan
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 168 Halaman
Harga : Rp 39.000


Zee (Fauziah) sebal dan gatal akan ulah Syd (ney), anak baru di kelas. Bukan saja karena cowok itu hampir menyerempetnya dengan motor di depan sekolah dan mengakibatkan sahabatnya luka-luka. Syd dianggapnya belagu dan tidak peduli sekitar.

Zee tidak suka cowok yang ugal-ugalan di jalan, ngebut dengan motor seolah jalanan hanya milik mereka. Meski begitu, saat terjadi kecelakaan yang melibatkan anak geng motor di depan matanya, hati Zee tersentuh juga. Dia menolong korban dan mengantarnya ke rumah sakit, bahkan saat teman-teman geng motor lainnya tidak peduli dan kabur meninggalkan teman mereka yang terluka.

Pelan-pelan Zee menyimpulkan bahwa ada sisi lain dari setiap hal yang dijumpainya. Seberapa pun berbahaya, ada alasan mengapa cowok bergabung dengan geng motor. Seberapa pun dia marah, selalu ada alasan memaafkan. Dan seberapa pun belagu, ada alasan untuk menyayangi … Buru-buru Zee menggelengkan kepalanya. Dia masih butuh waktu untuk menemukan sisi lain dari diri Syd.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More