Jumat, Desember 31, 2010

Apa yang Terjadi di tahun 2010?

Rame-rame nulis pencapaian tahun 2010, jadi ketularan juga. Ternyata nggak cuma virus penyakit ya yang nular, nulis notes pun bisa nular. hehehe. Tapi bagus juga, setidaknya buat introspeksi diri atau catatan tahunan buat diri sendiri. Kalo nggak dipaksain begini, sering males bikin rekapitulasi kegiatan tahunan.

so, apa yang terjadi pada saya? nggak beda jauh dengan tahun sebelumnya. Semua sudah menjadi rutinitas dengan sendirinya; ngantor, nulis, ngasuh anak, jadi suami, dan jadi batman. *coret yang tidak perlu*
Tapi, kalo melihat resolusi 2010 yang ditulis tahun lalu, kalo ndak salah saya sempet nulis mau lebih konsen sama kerjaan kantor, dan jadi suami serta ayah yang lebih baik. Tahun 2009 saya lebih banyak menghabiskan waktu di depan laptop. Tak heran kalo anak-anak sering ngeluh dan komplen karena ayahnya udah nggak asik lagi. Diajak main smack-down, ogah. Diminta bacain buku, malah nyuruh ke emaknya. Ketahuan banget kalo ayahnya lagi ngejar setoran. hehehe

Awal-awal tahun 2010 saya mencoba mengerem diri menerima banyak permintaan naskah. Saya hanya memilih satu setiap kali, itupun yang temanya benar-benar saya minati. Tentunya agar saya tidak terlalu kesulitan dalam mengerjakannya. Saya benar-benar ingin menebus waktu saya yang sempat hilang dengan anak-anak. Saya tidak ingin lagi pikiran saya selalu dibebani oleh alur cerita apa yang akan saya tulis nanti, atau berapa hari lagi dedlen naskah yang sedang saya kerjakan, atau pusing yang dibawa-bawa karena urusan kantor nggak kelar-kelar. Saya benar-benar butuh waktu luang sesekali, dimana saya bisa menikmati koleksi buku-buku saya, menonton film, jalan-jalan ke mall, atau sekadar petak umpet dengan Abith dan Rayya di kolong kasur *bayangin badan saya yang endut harus nyungsep ke kolong kasur demi nyenengin anak-anak. hehehe*.

Kalau dulu, jeda istirahat antara menulis naskah yang satu ke naskah lainnya hanya sekitar satu minggu (bahkan kadang hanya 1-2 hari saja), tahun 2010 saya benar-benar ingin memanjakan diri. lepas dari satu deadline, saya memberikan waktu istirahat selama satu bulan! wuiiih ... sedap banget. Setelah itu baru mengerjakan tulisan lain, terus cuti nulis lagi sebulan. What a wonderful life.

Tapi toh ada nikmat ada resiko, bukan? Kalo saya nggak rajin nabung naskah, bagaimana buku saya akan terus bertambah? Demikian pula dengan pemasukan. hehehe ... apalagi sepanjang 2010 ini saya lumayan boros. Beli ini, beli itu. Setiap akhir pekan tak pernah lepas dari jalan-jalan dan wisata kuliner di tempat-tempat makan (ya iyalah, masa wiskul di tempat pijet?). Beberapa kali sempat mengajak anak-anak liburan juga ke Cipanas Garut dan Pangandaran. Otomatis celengan ayam pun dikorekin terus. Bobol deh. Karena itu, menjelang penghujung tahun, saya merasa harus segera kembali ke laptop, memeras otak dam bergelut lagi dengan untaian kalimat. Alhamdulillah ... niat saya kembali menulis disambut berbagai tawaran dari beberapa penerbit. karena keterbatasan waktu, saya pun terpaksa menolak beberapa di antaranya. *gaya ya? hehehe* Tapi maaf beribu maaf, bukannya menolak rejeki, tapi lebih baik saya menerima tawaran satu demi satu kan daripada beberapa sekaligus. Daripada setelah itu saya keteteran dan mabok sendiri dengan hasilnya yang tidak maksimal? Lebih baik menggarap satu per satu sehingga konsentrasi pun bisa terjaga.

Alhamdulillah ... pencapaian di tahun 2010 tidak terlalu mengecewakan. Ada beberapa buku yang berhasil diterbitkan, meski beberapa di antaranya merupakan proses penulisan di tahun 2009. Tak apa, yang penting 2010 karya saya masih bisa hadir menyemarakan dunia buku tanah air.

Buku-buku yang terbit di sepanjang 2010 :


Antologi/Keroyokan
  1. 2012an - penerbit LPPH
  2. Kaos Kaki Koki Komi - antologi yang ditulis dengan member milis PBA - Penerbit Human Book

Buku solo :
  1. 101 info tentang Alquran - Dar!Mizan
  2. 101 info tentang Ilmuwan Muslim - Dar!Mizan
  3. 101 info tentang Sedekah - Dar!Mizan
  4. Prince Bahri Sang Bijaksana - Dar!Mizan
  5. Prince Tsabit dan Monster Ungu - Dar!Mizan
  6. Kisah Masa Kecil Nabi dan Rasul - Dar!Mizan
  7. Misteri Payung Terbakar - Dar!Mizan
  8. Misteri Prasasti Hutan Larangan - Talikata Publishing House
  9. Tiga Hati mengejar Cinta - Talikata Publishing House
  10. Nge-Game di Facebook for Kids - Dar!Mizan

Cerpen, Antologi, dan kabar naskah lainnya
  1. Tidak produktifnya saya di tahun 2010 ini ditandai dengan tidak menulis cerpen untuk majalah. Biasanya ada 1 atau 2 cerpen anak yang sempat saya kirim ke majalah. Tahun ini benar-benar nihil. Sebenarnya, sebuah cerpen remaja sempat dimuat di majalah STORY edisi Februari, tapi kalau tidak salah sudah saya cantumkan dalam realisasi pencapaian tahun 2009, karena memang pembuatan cerpen itu pada tahun 2009, dan di akhir tahun itu sudah ada konfirmasi akan dimuat.
  2. Menulis beberapa naskah pendek untuk tawaran penyusunan antologi. Alhamdulillah semua sudah diselesaikan tepat pada waktunya, sehingga bisa bernafas lega bahkan ketika deadline-nya masih jauh.
  3. Tahun ini saya menarik satu naskah remaja dari sebuah penerbit karena ketidakpastian terbit yang cukup lama. Sekarang naskah ini masih mengendap dalam folder saya. Ada yang minat? hehehe.
  4. Dua naskah ditolak oleh sebuah penerbit. Untung reviewnya saya terima ketika naskah tersebut masih setengah jalan dan belum tuntas diselesaikan. Masih malas meneruskannya.
  5. Profil saya mejeng di koran Analisa Medan. Senang dan bangga juga bisa profil diri saya bisa diulas panjang lebar. *terima kasih Mba Haya Aliya Zaki*

Lomba-lomba & Kuis
  1. Saya melewatkan berbagai event lomba menulis pada tahun ini. Ada yang memang tidak sempat, ada juga yang kebablasan dedlennya. hehehe. Hanya satu lomba yang akhirnya saya ikuti di penghujung tahun. Itupun hasilnya baru akan diumumkan akhir Januari nanti.
  2. Dalam dunia pergratisan dan kuis, alhamdulillah rejeki besar kembali berpihak kepada saya. Sebuah kuis online menetapkan saya sebagai jawaranya dengan hadiah liburan gratis bersama keluarga ke Bali! Huraaay ... setelah sekian lama vakum dari dunia gratisan, akhirnya bisa mencicipi lagi ke Bali Gratis setelah dua kali sebelumnya sempat ke Bali gratis (juga gara-gara menang kuis). Yang seneng, kali ini saya bisa membaca istri dan anak-anak liburan bersama. 
  3. Alih-alih mengikuti lomba penulisan, tahun ini saya malah berada di balik beberapa event lomba. Pertama dalam Pesta Blogger 2010, dimana saya didapuk sebagai salah satu juri untuk kategori Writing Contest. Ini adalah sebuah kehormatan kedua kalinya, setelah pada tahun 2009 saya pun sempat menjadi juri Lomba Blog kategori Remaja di Pesta Blogger 2009, menggantikan Raditya Dhika yang berhalangan.
  4.  Event kedua adalah sebagai juri dalam Lomba Cerita Anak (untuk peserta 7-12 tahun) dalam rangka HUT Blogfam yang ke-7. Setelah sebelumnya nonaktif dalam waktu yang cukup lama, Blogfam menggeliat lagi dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik, selain mengaktifkan kembali forum yang sudah lama sepi.

Kegiatan Lainnya
  1. Menjadi pembicara dalam rangka pelatihan Blog untuk anak SMA di Tasikmalaya, yang dilaksanakan di SMAN 6 Tasikmalaya.
  2. Menjadi dosen tamu di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta untuk materi literatur bacaan anak dan pergaulan di dunia internet.
  3. Memberanikan diri untuk membuka kelas penulisan online, yang diwadahi oleh Blogfam - Workshop Online Penulisan Cerita Anak. Alhamdulillah peserta yang berminat cukup banyak, meski daya tampung akhirnya diputuskan hanya 30 orang saja. Tentunya karena keterbatasan waktu saya, dan juga agar pelatihan bisa berlangsung dengan efektif. Niat awal dengan pelatihan online ini adalah sekadar sharing pengalaman, sehingga tidak ingin berkesan menggurui. Khususnya karena saya pun menyadari tulisan saya belum sempurna dan masih harus banyak belajar. Mudah-mudahan ada manfaat yang diterima oleh para peserta
Apa lagi ya? *mikir*

Rabu, Desember 22, 2010

[repost] Naskah yang Teristimewa

Sudah nggak bisa dipungkiri kalo hidup saya sudah mulai bergelut dengan berbagai naskah sekarang ini. Naskah yang sudah ditulis, naskah yang sedang ditulis, naskah pesanan, naskah eksperimen, dan naskah-naskah menggantung yang entah kapan ada mood untuk dilanjutkan. Memang sudah jalannya begitu kali ya, setiap hari harus selalu berurusan dengan penulisan naskah. Alhamdulillah ...

Ngomong-ngomong tentang kata NASKAH, ada sebuah naskah yang begitu istimewa. Bukan, ini bukan tentang setumpuk kertas berisi barisan-barisan kalimat yang berkesinambungan makna. Bukan pula tentang sebuah file berisi ratusan halaman. Ini tentang seseorang yang begitu istimewa. ini tentang NASKAH ALIMAH.

Tahukah  anda kalau Ibu saya bernama NASKAH? Entah apa maksud Kakek saya memberi nama Ibu saya seperti itu.

"Ah, Itu hanyalah sebuah nama," kilah Ibu saya ketika saya menanyakan kenapa diberikan nama seperti itu. Adakah arti khusus? Kakek menginginkan Ibu menjadi seorang jurnalis hebat pas besar nanti, misalnya. Ternyata tidak. It's just a name. Atau Kakek memang tidak sempat memberitahu arti khususnya?

Yang jelas, sosok  NASKAH yang ini adalah penyemangat dan penyubur bakat menulis saya sedari kecil. Ya, sedari kecil. Perjuangan Ibu saya mensupport kegiatan corat-coret saya sempat saya abadikan dalam buku TEGAR - Kekuatan dalam keterpurukan (kumpulan Cerita Mini Indosiar ) yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Baca aja kalo penasaran dan pengen tahu kiprah iwok kecil di dunia penulisan. hehehe.

Sayang, almarhumah tidak sempat melihat hasil perjuangannya meminjam mesin tik ke sana kemari untuk saya. Bahkan ketika buku perdana saya terbit, beliau sudah berpulang.

Ketika saya sekarang semakin intens dalam pergulatan naskah (dan naskah, dan naskah, dan naskah lagi), saya merasa begitu nyaman.  Setiap naskah akan selalu mengingatkan saya terhadap seorang NASKAH. NASKAH yang teristimewa itu akan selalu dekat di hati saya. Saya selalu mengerjakan sebuah naskah untuk seorang NASKAH. Entah apa jadinya saya kalau tidak ada beliau (Ibu saya yang membentengi saya ketika almarhum Bapak [sempat] membenci apa yang saya kerjakan -mengurung diri hanya untuk menulis).

Saya akan selalu mempersembahkan naskah-naskah saya untuk seorang NASKAH ALIMAH, ibu saya.

"Lapor Mah, minggu ini sebuah naskah sudah saya selesaikan. Sudah dikirim pula tadi malam. Sebuah naskah sudah akan terbit awal bulan depan. Satu lagi sudah dijadwalkan terbit  tahun depan. Kita lihat, katanya cerpen saya pun akan nongol di majalah bulan depan. Sayangnya, satu naskah ditolak sebuah penerbit, Mah. Nggak papa, kan? Saya akan tulis yang lebih bagus lagi. Laporan selesai."


22 Desember 2010, Hari Ibu
ketika kerinduan itu mencuat kembali tiba-tiba.

Selasa, Desember 21, 2010

Jalan-jalan ke Jogja part-2

Jam setengah 1, Maknyak jemput lagi. Kali ini dengan formasi lengkap; ada Yasa dan Danial juga. Horee ... akhirnya setelah selama ini mengenal mereka dari foto-foto di blog, kali ini bisa ketemuan juga. Karena udah mengenal mereka dari cerita-cerita Mak di blog, gw ngerasa udah nggak asing lagi sama mereka. Berasa udah kenal lama aja. Untunglah mereka juga bukan tipe anak-anak pemalu. Kita bisa ngobrol dengan rame selama perjalanan menuju kampus.

Kampus? Hiyaaa ... berasa diingetin lagi kalo gw ke Jogja bukan dalam rangka jalan-jalan belaka. Ada tugas khusus ngajarin murid-muridnya Maknyak. Perasaan ngeper mulai terasa begitu mobil yang dikendarai Paknyak memasuki kampus UIN Sunan Kalijaga. wuiiis  ... kampusnya kereen. makin mpot-mpotan lah diriku. Apa iya gw pantes ngajar di sini? *cegluk*

Untung kekhawatiran itu tidak berlangsung lama. Ketemu rekan-rekan dosen Maknyak yang asyik membuat rasa gugup berkurang. Begitu pula pas ketemu mahasiswa-mahasiswanya yang nggak kalah asyik. Bahkan sesaat sebelum kuliah dimulai, sempet-sempetnya kopdar sama Blogfammers yang juga kuliah di situ. Ada Tety, Pak Sungadi, dan juga Rahmat. Mahasiswa lainnya ikut ngumpul rame-rame, trus ngakak-ngikik. Dan gw langsung berasa jadi mahasiswa lagi *hus, ga sadar umur!*

Jam setengah 2 siang, saat Jogja lagi panas-panasnya tuh, the show dimulai. Gila, gw nggak pernah nyangka bisa duduk secara resmi di depan para mahasiswa untuk ngasih kuliah kayak begitu! Suer, ada rasa bangga mledug-mledug dalam dada. Dilihatin puluhan pasang mata dan mereka diem dengerin gw ngomong bikin gw merinding. gw lagi ngimpi nggak nih, ngimpi kali ya? Ini memang kesempatan pertama gw diundang sebagai dosen tamu, jadi memang masih percaya nggak percaya gitu. Lebay? bodo!

Sejak nyiapin materi yang akan diomongin, gw selalu mikir bahannya kurang banyak nih. gimana jadinya kalo waktunya masih panjang dan gw keabisan omongan? Apalagi Maknyak bilang gw dikasih waktu 2 jam. nah loh, apa perlu ada acara bengong bersama? *cetuk* Mungkin gw nggak sadar diri juga kalo udah ngomong gw tuh susah brenti. hehehe ... lah, waktu 2 jam ternyata bablas! Bahkan beberapa mahasiswa S1 dan Pasca Sarjana yang ikut dalam kelas ini harus keluar duluan gara-gara ada mata kuliah lain. beuuh ... Begitu pula saat sesi tanya jawab, Maknyak yang jadi moderator harus memilih beberapa orang saja gara-gara waktunya yang kepanjangan. hihihi ... maafken ane, Mak.
Kelas berubah rame ketika gw lempar pertanyaan berhadiah. Doorprize dibuka! Yang bisa jawab dikasih buku gw. jiaah ... nih lagi ngajar apa talkshow sih? Dosennya aneh ya? ada bagi-bagi buku segala. hehe. Sayang nggak bawa buku banyak, kan bisa sekalian promosi bagi-bagi buku tuh. huhuhu ... ranselnya kepenuhan sih, jadi buku-buku yang rencana gw bawa harus gw sortir lagi. Trus, kuliah umum ini diakhiri dengan acara foto bersama. horeeee .... sayangnya kamera gw abis batre. Yang udah moto rame-rame kemaren, minta fotonya dooong. *narsis jaya*

Beres kuliah, gw dianter Paknyak lagi ke hotel. Aduuuh ... jadi ngerepotin nih Pak. Tiap saat anter jemput terus. Mudah-mudahan nggak kapok ya? Saya rencana ke Yogya lagi nanti Januari, lho, Pak. Mau nganter-nganter lagi? ciyaaat... *ditendang Paknyak*

Karena udah janjian lagi sama Maknyak dan Paknyak abis magrib, nyampe hotel gw buru-buru tidur. haiyaaa ... mandi maksudnya. Rencananya kita akan ketemuan sama anak-anak Eska. Itu tuh anak-anak UIN yang bergabung dalam ekstra kurikuler (kok berasa SMA? buat mahasiswa apaan sih namanya?) seni. Jadi mereka belajar teater, nulis, musik, dll. Mereka juga anak buah Maknyak dan Paknyak yang dulu aktif banget di sanggar ini, secara mereka berdua alumni Eska juga. Bahkan jadiannya juga disitu kan? Uhuuuuy .... 

Sebelum ketemu mereka, gw diajak dulu makan malam. Kali ini Mak ngajak gw ke tempat paporit (pake P) Paknyak; seafood! huaaa ... yummy bener dah ikan bakar yang direkomendasiin Paknyak ini. suer, gw nggak boong. Gw sampe kasian lihat tuh bawal bakar yang dikuliti sampe ke akar-akarnya. nyaris tak bersisa! Lokasinya di .... Jalan Adiscuipto kalo nggak salah, soalnya dari hotel Paknyak nyetirnya nggak belok-belok. luruuus aja. Makanya gw yakin itu masih di Adisucipto. Entah kalo nama jalannya udah ganti. *heh?*

Ada yang lucu pas makan malam di sini. Saking serunya kita ngobrol, Maknyak sampe lupa bayar! hihihi ... padahal sebelumnya dia sempet ngeledekin Paknyak yang katanya pelupa abis. Lah,  ternyata istrinya juga sama! Hahaha .... pantesan pas semua udah masuk mobil, si Embak yang punya warung teriak-teriak heboh. Kirain mau minta tandatangan gw *jitaaaak*, eh ternyata makanan kita belum dibayar!

Selanjutnya kita meluncur ke Student Centre UIN. Entah dimana tuh lokasinya, soalnya jalannya muter-muter. Yang jelas, gw bengong pas lihat student centre mereka. Busyet daaah .... 4 lantai bow! Luas banget.  Pas masuk banyak banget anak UIN yang ngumpul di kubikel masing-masing. *jadi pengen mahasiswa lagi* Dan anak-anak Eska menempati lokasi di lantai 4. Di sanalah akhirnya kita ngobrol-ngobrol santai. Seputar penulisan juga pastinya, karena kalo diundang datang untuk ngomongin bagaimana caranya merakit bom, gw pasti bakalan mingkem.

Ternyata kita nggak bisa lama di sana. Jam 10 lampu-lampu udah dimatiin, tandanya film akan dimulai. deuuuh ... tanda pengunjung diharap bubar maksudnya. Aturan malam diberlakukan ternyata. Sayang sebenarnya, karena mahasiswa kan demennya ngumpul-ngumpul sampe kapan, nggak berbatas waktu. Apalagi malam Minggu. Tapi lain padang lain belalang, kan? Padang yang ini belalangnya beda dengan padang yang itu.

Hujan deras banget mengguyur Jogja pas gw dianterin balik lagi ke hotel. Saatnya untuk ... boboooo. *matiin AC, tarik selimut*

***

Sebenernya, gw pengen banget jalan-jalan di Jogja. Muter-muter kemana dulu, kek, biar berasa ke Jogjanya. Eh, ternyata di Tasik ada yang keilangan gw. Tiap saat BBM-in dan nelpon terus nyuruh pulang. Iren? Bukan, tapi Abith. Seharian entah berapa puluh kali tuh anak kirim message nyuruh pulang. Pake akting nangis-nangis segala. Di messagenya dia nulis : "Ayah, Kakak lagi nangis nih, soalnya ayahnya nggak pulang-pulang." Doh, gimana kalo dia jadi anak Bang Thoyib ya ditinggalin 3 kali puasa dan tiga kali lebaran? Baru ditinggalin sehari aja tuh anak udah ribut nyariin Bapaknya. Nasiiib ... beda kalo liburan bareng dia, tuh anak malah nggak mau balik-balik, pengennya liburan terus.

Sebenernya, niatnya sih Minggu siang itu gw jalan-jalan dulu keliling kota, beli batik kek, bakpia kek, atau jalan-jalan menyusuri Malioboro, kek. Tapi ya gitu deh, selalu kalah kalo sama anak. Akhirnya gw nyerah. Jam 6 pagi gw udah ngacir ke Stasiun Tugu,  nyari jadwal kereta terpagi sekalian beli tiketnya. Ternyata ada Lodaya Siang yang berangkat jam 9.30! Hiks ... bener-bener nggak bisa kemana-mana nih. Sempet sih nginjekin kaki dulu di Malioboro, biar afdhol aja kalo gw emang udah nyampe Jogja. Bukannya kalo ke Jogja nggak nginjek Malioboro sama dengan tidak sah? Hahaha. Abis itu gw langsung cabut lagi ke hotel, packing, trus nunggu dijemput Maknyak dan Paknyak (lagi). Nggak cape-cape memang nih nganter-nganterin gw. Makasiiih ... lope you full deh.

Dilepas dengan lambaian tangan Maknyak, Paknyak, Yasa, Danial, dan Zirak di stasiun Tugu, akhirnya gw pun kembali ke habitatnya.

Jogja, tunggu aja, I'll be right back! *ngomong gaya Arnold Swarzenegger*

Senin, Desember 20, 2010

Jalan-jalan ke Jogja part-1

Pertama kali ditawari Maknyak buat jadi Guest Lecture di UIN Sunan Kalijaga Yogya, gw bengong. Hah, dosen? Nggak salah tuh? Gw harus ngajar apaan coba? Makanya tawaran itu nggak langsung gw iyain, tapi gw setujuin. yeee .... sama aja. Ada rasa tertantang juga sih, makanya gw nanya-nanya Maknyak tentang tawaran itu. Ya kalo ternyata gw rasa bisa, apa salahnya kan dicoba? Ternyata, Mak minta gw ngasih materi tentang Literatur Cerita Anak menurut seorang praktisi. 

Jujur aja, gw memang bukan seorang ahli perbukuan cerita anak. Makanya agak ketar-ketir kalo disuruh ngomong secara teoritis. Lah, gw belajar teori dimana coba? Yang ada gw main jebret-jebret aja,  sama sekali nggak pernah mikirin teori ini dan itu selama menulis sampe saat ini. Untungnya Maknyak bilang, gw memang nggak perlu ngajarin tentang teori. Mahasiswanya udah kenyang dengan semua teori. Gw cukup sharing tentang literatur cerita anak dari mata seorang praktisi. Aaah ... langsung deh gw semangat. Mau! mau! 

Jumat malam, gw berangkat menuju Jogja pake kereta Lodaya. Berangkat dari Tasik jam 22.45. Asyiik ... akhirnya naik kereta lagi nih, setelah sekian lama nggak naik si gujes. Terakhir kali naik Parahyangan dari Bandung ke Jakarta waktu ngurusin penulisan novel film KING. Udah mau 2 tahun lalu tuh. Kesan yang gw dapet, PT. Kereta Api Indonesia memang sudah semakin baik dalam jadwal. Kalo jaman-jaman dulu  jadwal ngaret adalah hal biasa, sekarang jam keberangkatan dan kedatangan sudah cukup on-time. Kalo selisih 5-10 menit sih wajar-wajar aja menurut gw. 

Awalnya sempet kaget pas naik kereta. Kursi gw udah ada yang dudukin soalnya. Mana orangnya lagi tidur dengan pules. Gw sempet mikir salah naik gerbong, makanya sempet jalan-jalan dulu ke gerbong lain. Tapi nomor kursi yang sama dengan tiket gw udah ada isinya semua. Makanya gw balik lagi, trus bangunin tuh orang. Pas gw tanya tiketnya, eh dia cuma ngucek-ngucek mata, berdiri, terus ngeloyor pergi. Ealaah ... Mas, kalo mau enak ya beli tiketnya juga dong.

Nggak usah diceritain selama perjalanan menuju Jogja, karena gw bobo! hehe .. lagian malem-malem apa yang mau diliatin? Penumpang lainnya aja balapan ngorok semua. Yang jelas, jam 4 pagi kereta udah nyampe di Stasiun Tugu Jogja. Wuaaah .. akhirnya nginjek Jogja lagi. Terakhir ke Jogja waktu Study tour SMA! waks ... berapa belas tahun lalu ya? Semuanya pasti sudah berbeda sekarang, jauh dari apa yang gw inget tentang kota ini. 

Ternyata pas gw turun, Maknya udah nunggu bareng Zirak. Hiiiy .. tuh anak pagi buta begitu udah bangun. Rajin amat, ya? Abis cipika-cipiki (eh boong deng, sumpah! :p), gw akhirnya dikenalin sama Paknyak (Mas Ali) yang lagi ngopi dan ngebul di kafe. Aih, serasa ada temen ngebul nih sambil ngelurusin pinggang yang udah bengkok selama 5 jam perjalanan. Sementara gw sama Paknyak chit-chat sambil ngopi dan ngebul, Zirak bongkar-bongkar koleksi buku yang gw bawa. Maknyak? dia ketempuhan harus bacain buku-buku itu buat Zirak! hahaha. Demi anak, sayang anak, si Mak ngalah nggak ikutan ngobrol. Paling nimpalin doang pas kita ketawa-ketawa.

Kelar ngopi, kita cabut dari stasiun. lagian mau ngapain lama-lama di sana, ya? Kayaknya Mak tahu banget gw kelaparan, makanya pagi itu langsung dibawa ke Gudeg Campur Sari di jalan Adi Sucipto buat sarapan. wuaaah ... hari pertama di Jogja langsung wiskul. Mantaaap. Dan suer, gudegnya enak banget. Asli buatan jogja! yaiyalaaah ... lah yang jualannya orang jogja, jualannya di jogja, dan dimakannya pun di Jogja. Gimana nggak asli, coba?

Beres sarapan, gw didrop ke Java Land Hotel. Karena acaranya siang, jadi gw bisa istirahat dan merem-merem ayam dulu. Tapi pas mikir ngapain juga jauh-jauh ke Jogja cuma numpang tidur, akhirnya gw bangun, mandi, terus ngacir ke Amplaz - Ambarukmo Plaza yang deket banget dari hotel. Yihaaa ... target utama adalah Gramedia. Kebiasaan emang, tiap kemana-mana selalu nyarinya toko buku. Nggak ada maksud lain selain ngecek buku-buku sendiri. xixixi .... dan gw seneng banget pas ngelihat buku baru gw 'Nge-Game di Facebook for Kids' sudah nangkring dengan manis di sini. Padahal gw blom dapet bukti cetaknya, makanya seneng bisa lihat dan megang bukunya pertama kali malah di Jogja. *ayo dibeli-dibeliii ...*

Seperti biasanya kalo ke toko buku, sebenernya mupeng banget dengan beberapa buku baru. Tapi jauh-jauh ke jogja beli buku? hadeuh ... yang ada berat bawanya. Makanya abis ngecek-ngecek buku, gw muter-muterin Amplaz. Tapi yang namanya Mall emang sama aja dimana-mana; jualan baju, supermarket, salon, cafe, bioskop. Makanya gw nggak lama di sana. Yah, asal udah nginjek aja biar kalo ada yang nanya, "udah ke Amplaz, belom?" gw bisa jawab; "Oh, udah dooong ..."




to be continued *kalo nggak males*

Rabu, Desember 15, 2010

Cetak Ulang Ketiga!


Sebuah kejutan!
Sore ini, sepulang kerja, sebuah paket sudah tergeletak di atas meja. Dari kemasan dan kurir yang digunakan saya hapal sekali, itu pasti dari Mizan. Saya pikir, paket itu pasti bukti cetak untuk buku Nge-Game di Facebook for Kids yang baru saja terbit seminggu ini. Tapi kok cepat sekali bukti terbit itu dikirim? Biasanya butuh waktu 2-3 minggu dari jadwal terbit, saya menerima contoh dari setiap terbitan buku baru.

Seperti biasanya, saya semangat sekali membuka setiap paket yang diterima. Selalu menyenangkan menerima sebuah kiriman, bukan?  Apalagi saya selalu penasaran dengan tampilan dan kemasan sebuah buku yang baru saja terbit. Seperti apakah buku terbaru saya kali ini? Akhirnya saya robek bungkusnya dengan tergesa.

Loh? Saya mengernyit bingung ketika menarik 4 eks buku Kisah Masa Kecil Nabi dan Rasul. Ini bukan bukti terbit buku terbaru saya. Buku ini sudah terbit Juni lalu. Jadi ... saya terlonjak. Saya tarik surat pengantar yang terselip di antara buku-buku itu. Cetak ulang ketiga! Wuaaah .... Alhamdulillah.

Eh, tunggu, cetak ulang ketiga? kok bisa? Cetak ulang keduanya kapan? Ternyata eh ternyata, penjualan buku ini cepat sekali, sehingga dalam waktu 3 bulan saja sudah memasuki cetakan ketiga. Pantesan saya terima 4 eksemplar bukunya, karena untuk bukti cetak ulang dua kali. Biasanya untuk setiap cetak ulang penulis akan diberikan bukti cetak ulang sebanyak 2 eksemplar. Dari keterangan copy right di halaman dalam tertulis cetakan ketiga ini dilakukan pada bulan September 2010, sementara bukunya sendiri terbit pertama kali pada akhir Juni 2010. Saya mengerti, pasti karena kesibukan masing-masing, informasi cetak ulang kedua dan ketiga ini baru saya terima pada hari ini. Tidak apa, justru ini menjadi kejutan luar biasa bagi saya. Kado ultah di bulan Desember nih. hehehe. Alhamdulillah.

Terima kasih banyak buat Kang Ridwan Fauzy, Kang Dadan Ramadhan, Teh Yuni Mulyawati, Ade Prihatna (atas cover dan ilustrasinya yang keren), Bhai Benny, dan seluruh kru Mizan yang nggak bisa disebutin satu-satu. Terima kasih juga untuk yang sudah membeli buku ini. Semoga bermanfaat ya. Yang belum beli, masa ketinggalan sama yang lain? hehehe.

Sabtu, Desember 11, 2010

Pemenang Lomba Menulis HUT Blogfam ke-7

Dear Keluarga, terimakasih atas kesabarannya menunggu pengumuman lomba menulis dalam rangka 7 tahun Blogfam. Ternyata hasil yang kami dapat di luar dugaan sehingga harus membuat sejumlah penyesuaian yang nanti akan dijelaskan di masing-masing pengumuman lomba.

Tapi sebelum diumumkan, terlebih dahulu kami ingin menghaturkan terimakasih yang tidak terhingga untuk:

- Penerbit Mizan, Talikata dan beberapa pihak yang tidak mau disebutkan namanya, yang sudah ikut serta menyediakan hadiah
- Kepada para juri yang perkasa dan perkasi :) yang sudah menyediakan waktunya
- Kepada para admin dan moderator Blogfam

Berikut adalah pengumuman para pemenang Lomba Menulis Dalam Rangka 7 Tahun Blogfam.

1. LOMBA MENULIS UNTUK ANAK

Panitia menerima 47 karya cerpen anak yang ternyata berhasil membuat juri (Iwok Abqary, Nunik Utami dan Ryu Tri ) terhenyak karena menyadari hebat-hebatnya karya yang masuk ini. Pada akhirnya setelah juri dan panitia berunding, selain juara 1, 2 dan 3, diputuskan untuk menambah 3 juara harapan bersama sehingga total pemenang menjadi 6 orang. Mereka adalah:

Juara 1 – Gerimis Ini – Vimala Dandadipika Putra (Medan)
Juara 2 – Putri Vanilla – Aulia Oktadiputri (Pangkal Pinang)
Juara 3 – Internet Jadul – Muthia Fadhila Khairunnisa (Jakarta)


Juara Harapan Bersama:
– Maafkan Aku, Trace – Yasmin Amira Hanan (Bekasi)
- Sepeda Lina Yang Hilang – Muhammad Aryo Duta Negara (Jakarta)
- Hamburger Pintar – Shabrina Ghea Zakaria (Bogor)


Ketiga juara harapan akan menerima bingkisan dari panitia.
Buat adik-adik yang belum terpilih, percayalah kalian semua berbakat. Namun memang harus ada yang menang dan ada yang kalah. Itu biasa. Terus semangat  berkarya ya..

###

2. LOMBA CELOTEH ANAK

Dari 75 naskah yang diterima panitia, para juri (Rini Nurul Badariah, Labibah Zain dan Indah Julianti) memutuskan untuk memilih 2 peserta untuk menjadi juara 3 (tiga) karena mereka merasa sulit memutuskan satu diantara kedua peserta itu. Maka inilah para pemenangnya:

Juara 1 : Pembunuh Nyamuk (Ugik Madyo)
http://ugiksaja.blogspot.com/2010/12/pembunuh-nyamuk.html
Juara 2 : Lain Kali Minta Dikucir Lima (dr Revina Octavianita)
http://revinaoctavianitadr.multiply.com/journal/item/367/Lain_kali_minta_dikucir_lima_aja_ya_sayang_.
Juara 3 (a): Fragmen Jalanan (Dwi Asih Rahmawati)
http://adearin.multiply.com/journal/item/306/Lomba_Celoteh_Anak_Fragmen_di_Sekolah
Juara 3 (b): Aku bukan Nenek-nenek! Aku dewasa! (Nadiah Alwi)
http://tingkahanak.com/lomba-blogfam-aku-bukan-nenek-nenek-aku-dewasa/

###

3. LOMBA FLASH FICTION

Ini adalah lomba yang kerap membuat para juri (Rane Hafied dan Primadonna Angela) ketakutan karena mereka harus membaca semua kisah-kisah horor/ misteri itu. Total ada 105 naskah yang diterima dan inilah pemenangnya:

Juara 1 : Rencana Sempurna (Retnadi Nur’aini)
http://retnadi.multiply.com/journal/item/395/Lomba_FF_Blogfam_Rencana_Sempurna
Juara 2 : Enigma (Tethy Permanasari)
http://ummuthoriq.multiply.com/journal/item/201/Lomba_FF_Blogfam_Enigma
Juara 3 : Cermin ( Nia Janiar)
http://mynameisnia.blogspot.com/2010/12/cermin.html

###

Selamat kepada para pemenang. Panitia akan menghubungi langsung para pemenang untuk urusan penyerahan hadiah.

Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Sukses dan terimakasih atas partisipasi para peserta semuanya. Nantikan kegiatan-kegiatan Blogfam yang lainnya

Blogfam, 11 Desember 2010
Pengumuman ini juga dapat di baca di forum blogfam

Senin, Desember 06, 2010

7 Tahun Blogfam


Jadi geli kalo inget niat gw gabung di Blogfam dulu. Alasannya sangat tidak bermutu; Pengen menghias blog dengan banner-banner! Jiaaaaah ... Perasaan, kalo nggak ada bannernya, blog gw ga keliatan bagusnya. Hahaha ... beneran nggak mutu, kan? Waktu awal-awal bikin blog, dan blogwalking ke beberapa blog, gw sering ngiri dengan layout blog mereka yang bagus-bagus. Apalagi dilengkapi dengan hiasan banner-banner. Gw mikir, itu banner ngambilnya dari mana, ya? Kok bisa sih blog mereka banyak bannernya begitu. Apa tinggal nyomot trus tempel begitu aja? Wekekek *pletak*

Akhirnya, tahun 2005 itu, gw ngobrol sama Usup, blogger asal Pontianak yang udah gw kenal lama tapi belom pernah kesampean ketemuan sampe sekarang. Bener aja, dia langsung ngeledek gw; “gabung dulu di komunitasnya, woy! Baru lho bisa tempel bannernya.” Hihihi ... maklum dah cuy, gw kan blogger baru, blom ngerti sama sekali sama komunitas-komunitas blog begitu.

Nggak ada alasan apapun kenapa tiba-tiba gw ngeklik sebuah banner komunitas di sebuah blog (entah blog siapa, lupa), dan dibawa ke sebuah forum bernama blogfam – blogger family. Bodo ah, pikir gw waktu itu, apapun komunitasnya yang penting gw bisa dapet bannernya. Dan ... tiba-tiba saja setelah itu gw jadi terlibat banyak dengan komunitas ini. Dari awalnya sekadar iseng, lalu tiba-tiba Blogfam membawa gw ke sebuah titik yang nggak pernah gw duga sebelumnya.

Sebagai blogger baru, kegiatan-kegiatan online dan offline menjadi sebuah keseruan tersendiri buat gw. Gw jadi sering banget ikut kopdar, meski harus jauh-jauh ke Bandung atau Jakarta untuk ketemuan dengan Blogfammers lainnya. Ikutan sibuk waktu kelurahan Bandung ngegelar acara Jumpa Penulis Blogfam (yang pertama dan kedua), atau ikutan lomba-lomba online yang diadain Blogfam setiap tahunnya. Salah satu yang sangat mengesankan adalah ketika ikut lomba menulis cerita anak, pertengahan tahun 2006. Waktu itu, salah satu jurinya adalah Benny Rhamdani.  Dalam lomba ini gw ngeborong 3 gelar juara, yaitu juara 1 kategori cerita realita, juara 2 kategori cerita fantasi, dan juara favorit kategori cerita realita. Sebuah penghargaan yang membuat gw syok; I can write!

Sejujurnya, gw nggak pernah nyangka akan bergelut dengan dunia tulis menulis. Tapi melalui Blogfam, gw bisa menemukan salah satu bakat yang mungkin selama ini nggak pernah di asah. Saat itu, Blogfam ternyata gudangnya penulis handal. Sebut saja, Isman H. Suryaman, Primadonna Angela, Syafrina Siregar, Tria Barmawi, Benny Rhamdani, Labibah Zain, dll. Bergaul dengan mereka, gw dibawa ke dunia penulisan yang tidak pernah gw tahu sebelumnya. Selain itu, kegiatan-kegiatan Blogfam dalam dunia penulisan mau tidak mau ikut menyeret gw juga ke dunia ini.

Sebut saja, proyek kerjasama Blogfam dengan Penerbit Cinta (Mizan Grup). Saat itu diadakan seleksi penulisan untuk proyek buku ‘Teen World; Ortu Kenapa Sih?’. Dan tulisan gw lolos! Yay, buku gw yang pertama pun akhirnya terbit, sebuah antologi dengan 14 member Blogfam lainnya. It was just a start, karena semangat gw pun semakin menggebu setelah itu. Apalagi kemudian, Blogfam membuka kelas penulisan untuk penulisan cerita anak. Pematerinya tidak tanggung-tanggung, Benny Rhamdani! Gw masih inget, dulu kelas ajaib ini terdiri dari beberapa siswa saja. Di antaranya adalah; Nunik Utami, Dewi Cendika, Erlina Ayu, Ryu Tri,  Beby Haryanti Dewi, Dewi Rieka, dll. Sekarang mereka sudah malang melintang dalam dunia penulisan.

Setelah itu, keterlibatan dalam dunia tulis pun semakin melekat. Blogfam tak pernah henti bekerjasama dengan beberapa penerbit untuk proyek penyusunan buku. Sebut saja beberapa buku hasil kerjasama dengan Penerbit Gradien, yaitu; kumcer 'Biarkan Aku Mencintaimu Dalam Sunyi',  'Flash! Flash! Flash!', 'Ramuan Jomblo', dan 'Makan Tuh Cinta!', dan dua buah buku Kumcer Cerita Anak hasil kerjasama dengan Azka Press. Di sini selain gw terlibat dalam penulisannya, terlibat pula sebagai editor akuisisi untuk menyaring naskah-naskah yang masuk. Alhamdulillah ... nggak nyangka bisa terlibat sejauh itu.

Sedari kecil mungkin gw sudah suka menulis, tapi gw nggak pernah nyangka kalau melalui Blogfam-lah jalannya akan terbuka. Support penuh semangat yang ditunjukkan seluruh membernya membuat gw berani melangkah jauh. Tidak sia-sia, Blogfam memberikan semuanya. Mereka sudah mengenalkan gw pada orang-orang hebat, membukakan jalan, sekaligus mendukung sepenuhnya. Kalau sekarang gw sudah menerbitkan tidak kurang dari 30 buku, gw selalu bilang; it wouldn't be happened kalo dulu gw nggak join Blogfam. Lebay? Ah, nggak juga. Toh itu yang gw rasain sampe sekarang.

So, thanks a bunch buat Blogfam, buat seluruh admin, modi, dan tentu saja seluruh membernya. Blogfam adalah rumah kedua buat gw. Di sini gw menemukan apa yang gw butuhkan; sebuah kehangatan dan kekeluargaan. Kalau sudah merasa nyaman, kenapa harus cari yang lain, kan?

Selamat Ulang Tahun Blogfam ke-7!

Rabu, Desember 01, 2010

Segera Terbit


Rencana Terbit : 9 Desember 2010

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More