Selasa, Juli 31, 2007

The Power Of Schmooze!

Just got this award from Donna, my #1 motivator on writing. waah .. seneng banget, soalnya niat dari awal ngeblog bukan untuk meraih sesuatu, tapi untuk membiasakan nulis dan menambah teman. kalo ternyata bisa menularkan semangat buat yang lain, Alhamdulillah.

So, sesuai aturannya, gw harus memberikan award juga buat 5 blogger lain yang menurut gw memberikan inspirasi dan semangat buat gw dan bloggers lainnya. and the award go to ....

  1. Rinurbad, penulis, freelance editor, kontributor majalah & media lainnya, salah satu yang sering jadi tempat curhat masalah penulisan. Nggak pelit bagi-bagi ilmu bagi semua pengunjung blog-nya. Bahkan secara teratur, dia menulis tentang dunia kepenulisan dan info-info peluang menulis di blognya.
  2. Labibah Zain aka Maknyak, salah seorang founder blogfam, pustakawan dan dosen, yang selama ini ikut memberikan pengobaran semangat gw nulis via PM-PM nya.
  3. Oesoep835, yang pertama kali mengenalkan dunia blog. Meski sampe saat ini belum pernah tahu orangnya secara langsung (plus karena kondisi, dia tidak bisa nge-blog lagi), jasanya nggak pernah bisa dilupakan. Miss u, bro! Layout blog gw kapan mo dipermak lagi?
  4. Bhai Benny, yang mengenalkan gw pada dunia penerbitan. Supportnya pada beberapa penulis pemula sangat memberikan banyak harapan. He's the one that made my dream came true.
  5. Ryu, pembantai naskah gw nomor satu! Hahaha ... plus temen gila gw di YM. ngomong sama dia ngga ada basa-basi. Kalo bagus bilang jelek, kalo jelek bilang ancur! Hahaha ... thanks ya sis.

Sabtu, Juli 28, 2007

99 Siap Terbit



Fiuuuuuuh ... baru dapat kabar dari akang editor, kalo buku ini sedang dicetak! Huraaaayyy ... berarti bentar lagi udah siap beredar nih. Dan yang pasti, gw punya buku baru! hehehe ... jadi udah boleh dipamerin kan? Hihihi ... asyik-asyik-asyik.

Kamis, Juli 19, 2007

Cerpen Gw Di Majalah Bravo!

Majalah Bravo, edisi Juli 2007

Rabu, Juli 18, 2007

Bunga Vs Jenis Kelamin

Apa hubungannya antara bunga dengan jenis kelamin? Mungkin ngga ada ya, tapi orang-orang sekitar gw mulai menganggap bahwa kesukaan Iren terhadap bunga sekarang ini adalah bawaan orok! Hehehe ... iya gitu?

Udah dari dulu Iren nggak terlalu suka yang namanya bunga, atau ngurus tanaman. Tiap kali gw tawarin buat beli pot bunga biar rumah ngga terlalu gersang, dia bakalan nolak abis. Buat apa, katanya. Cuma bikin ribet harus ngurusnya. Emang bisa ngurusnya? Dia sepertinya nggak mau ketiban pulung harus nyiram tiap pagi sore, atau ngasih pupuk biar subur. Hehehe .. secara gw gitu loh, seneng di awal doang.

Nah, kemaren ini tiba-tiba aja Iren jadi sering ngomong-ngomongin bunga. Entah karena di kantor lagi rame-rame ber-bunga-ria, atau entah dia mulai suka. Yang jelas di depan rumah tiba-tiba ada satu buah pot tanaman 'tanduk rusa'. Ealaaaah ... kok ujug-ujug begitu? Ada apa nih? Ngga gitu diperhatiin sih, toh cuma satu. Tapi pas hari Minggu jalan-jalan ke pasar pagi dan ngeliat banyak jejeran jualan bunga, dia ngga mau beranjak dari sana. liat ini, liat itu. pake nanya-nanya lagi harganya berapa. Pilihannya jatuh pada bunga Euphorbia diatas. Udah ngga musim ya? Tapi kalo ibu hamil udah mau, siapa yang bisa larang?

Iya, bulan ke-6 kehamilannya sekarang, Iren tiba-tiba suka bunga. Kalo dulu dia manyun gw bawa ke pasar kembang, sekarang malah dia yang asyik sendiri. Beli pupuk, kompos, tanah, pot dan segala macam asesoris lainnya. Dalam skedulnya, dia udah siap-siap harus datang ke pameran tanaman hias minggu depan. Siap-siap borong nih. Oke deh, pada dasarnya gw juga suka ada hijau-hijau di sekitar rumah, jadi ya gw dukung aja.

Back to topic, apa hobinya ini ada hubungannya dengan si baby ya? Hehehe ... jadi, kalo memang ada hubungannya, berarti si baby jenis kelaminnya apa dong? Cewek? atau cowok? Ah .. sekedar iseng sih. cewek atau cowok sama aja kan? yang penting sehat lahir dan bathin. Amiiiiinnn ... mohon do'anya dari semua ya?

Selasa, Juli 17, 2007

Menang Lomba

Sempet nggak percaya ketika kru mediakita nelpon, ngabarin kalo cerita gw masuk 20 besar sayembara penulisan cerita lucu/konyol/gokil yang diselenggarakan oleh penerbit Mediakita. Whuaaaaaa ... langsung deg-degan nggak karuan. Beneran nih? Bukan hanya karena ada hadiah duitnya (hehehe ... langsung deh), tapi karena 20 cerita terpilih ini akan dijadikan buku oleh Mediakita. Hurraaaaayyy ... punya buku lagi niiiiih. Asyik-asyik-asyik.

Ternyata, pengumuman pemenang sayembara ini sempat membuat kehebohan tersendiri. Temen-temen gw langsung pusing nyari-nyari nama gw di deretan pemenang. Nggak ada! Hahaha ... entah kenapa, meski gw sudah mencantumkan nama Iwok Abqary di dalam naskah, tetapi yang ditulis di daftar pemenang ternyata nama gw yang asli. Hehehe ... kelimpungan dah mereka. "Si iwok ngaku-ngaku menang tuh. Mana, di daftarnya juga nggak ada?"

Ah, yang jelas gw menang kok. Ada satu dari dua cerita yang dikirim ikut terpilih. Yang manakah itu? Tebak aja sendiri ya? hehehe

  1. Hell Yeah!! oleh Ahmad Kailani
  2. Kepingan Hati oleh Aprilia Yusti
  3. Rachma, Kenalan Donkz!! oleh Adrian Arda
  4. ShampooDikira Minyak Rambut oleh Didi Junaedi
  5. Durian Nongkrong oleh Etna Lesly Ramadhani
  6. Kebanyakan Alamat Email = Jadi Dodol Kuadrat oleh Etna Lesly Ramahani
  7. Orang Kota Masuk Desa oleh Etna Lesly Ramadhani
  8. Awas, Anjing Galak! oleh Feba Sukmana
  9. Nina…Oh Nina oleh Muhammad Gunarwan
  10. Brengsek, Mobil SiapaSih Itu? oleh Ridwan
  11. Damn, Cuz oleh Jenny Yusuf
  12. Sang Penelpon oleh Juwariyah Mawardi
  13. Sms Deh! oleh Salman Faris
  14. Murid Bandung…. Enaknya Diapain? oleh Lina Nurfalah
  15. Timer Vs Orang Kebelet oleh Nursalam
  16. Anak SD Edisi Milenium oleh Pritha Khalida
  17. A Friend In Need Is A Friend In Deed oleh Retnadi Nur'aini
  18. Empat Sehat Lima Sempurna oleh S Gege Mappangewa
  19. Its Not My Day. Ternyata Penampilan Itu Penting! oleh Wahyu
  20. Halo…Nama Gw Wahyu.. oleh Wahyu Siswaningrum

Senin, Juli 16, 2007

First Day School Syndrome

Kontradiktif banget. Setelah minggu-minggu sebelumnya Abith nggak pernah diam, berceloteh tentang rencananya masuk sekolah, ke setiap orang. Kemarin dia terlihat murung. Setiap orang rumah selalu menggodanya : "Adeeuuhh ... besok Abith sekolah euy!"

Heran, dia sepertinya berubah nggak suka dengan berita itu. ujung-ujungnya Abith curhat (hihihi) ke gw : "Ayah, Abith nggak mau sekolah ke TK. Nanti aja ah langsung ke SD!"
"Lho, kenapa? Nggak boleh langsung ke SD. Abith harus sekolah di TK dulu, baru nanti ke SD." kata gw bersikap wise.
"Nggak mau ah. nggak mau sekolah."
"Ya sudah, besok nggak usah sekolah, tapi main aja di halaman sekolah ya? Main perosotan sama ayunan."
Abith nggak menjawab. Tapi matanya masih menyorotkan ketakutan.

Sepertinya ketakutan itu masih terbayang-bayang terus di matanya. Semalaman tidurnya terlihat nggak nyenyak. Beberapa kali dia terbangun dan minta minum (seperti biasa sih, tapi nggak pernah dalam semalam dia minta minum sampe 3 kali). Belum lagi tiba-tiba dia menangis sesegukan dalam tidurnya. Walaah ... trenyuh juga. sampe segitu takutnya kah menghadapi hari barunya?

Tadi pagi dia sulit sekali dibangunkan. Dia malah menjerit ketika diingatkan kalo hari ini akan bersekolah.
"Nggak mau sekolaaaaaah!"
"Iya nggak sekolah. katanya mau main ayunan dan perosotan?" kata Iren mencoba menentramkan, sambil menunjukkan baju baru yang baru kemarin dibeli.
Mata Abith terlihat sedikit berubah : "Janji?" tanyanya.
"Iya, janji."
Akhirnya dia mau mandi, dan berpakaian. Dia juga siap dengan semua tas, buku-buku, alat tulis (buat apa padahal. hehehe), dan bekal makanannya.
"Wah, udah siap mau sekolah nih?" goda gw.
"Mau main!" jawabnya sambil melotot.
"Oh, oke."

Sampai halaman sekolah, langkah Abith langsung terasa berat. Matanya menatap berkeliling dengan tatapan takut. Dia mencekal tangan gw erat. Beberapa anak TK nol besar yang kali ini sudah berubah menjadi senior tampak menyorot ke arah Abith. Beberapa orang anak malah tampak ramah dan mendekati.
"Tas sekolahnya disimpan di dalam kelas!" kata anak cewek yang gembil.
Aih .. so sweet. Tapi tidak merubah ketakutan Abith yang langsung ngumpet di belakang gw.
"Nggak mau masuk," Abith menarik lengan gw.
"Nggak, kan Abith mau main perosotan?" jawab gw sambil menariknya berbelok ke taman samping. Sementara Iren dan tante Abith masuk ke ruang guru buat beresin administrasi. Ternyata, Abith nggak mau main apapun. Alasannya : "takut bajunya kotor!" Hehehe ... Padahal gw takut, dia masih tegang dengan semuanya. Akhirnya kita muter-muter di halaman sekolah, depan sampe belakang, sampe gw tunjukkin juga ruangan toilet kalo sewaktu-waktu dia pengen pipis, bak pasir, bak bola, dll.

"Hayo semua berbaris ya?" ibu guru tiba-tiba muncul di halaman. Abith langsung pucat! Dia berjalan menjauh (sambil narik tangan gw). Langsung seluruh kru Abith datang merubung. Iren, tantenya, plus neneknya Abith yang sengaja ngacir dulu dari SD tempatnya mengajar (untungnya berada di seberang sekolah TK). Semua rayuan gombal dan kata-kata manis dikerahkan. Tapi semua nggak mempan. Kata-kata manis dari ibu guru juga tidak mengena. Semuanya mental! Abith manyun semanyun-manyunnya.

"Nggak mauuuuuuuuuuuuu!"

Ya wes, sudahlah. Pada saat semua anak berbaris dengan rapi, dan kemudian digiring masuk kelas, Abith tinggal di halaman. Berlari-lari kesana kemari dengan bebas karena nggak ada saingan memainkan semua mainan. Hehehe

Selasa, Juli 03, 2007

Promo Buku Gw di Website Gagasmedia

Cara Jitu Memenangkan Kuis E-mail
Oleh Newsroom
Sabtu, 30 Juni 2007

Biasanya, barang yang paling mudah dan paling sering diberikan secara gratis adalah voucher. Voucher gratis ini bisa kamu dapatkan melalui kuis, baik yang ada di internet, majalah, atau pun radio. Emang sih, jatuhnya kuis lagi, kuis lagi. Tapi nggak bisa dipungkiri kalau kuis bisa membuat kamu “makmur” dan ngirit.

Tapi, kan nggak kita aja yang ikut kuis. Pasti banyak orang lain yang juga mengikutinya? Itu jelas. Yang namanya media massa pasti banyak yang melihatnya. Terus, gimana caranya biar menang? Coba deh, intip tip jitu memenangi kuis di bawah ini. Siapa tau aja, kamu beruntung.

  • Kalau tidak ada pembatasan jumlah jawaban yang bisa kamu kirim—kadang ada penyelenggara kuis yang membatasi satu peserta satu kali kirim saja—, kirim sebanyak-banyaknya. Dengan banyaknya jawaban yang kamu kirim, kesempatan menang pun akan semakin besar.
  • Untuk kuis/game yang memberikan pertanyaan harian, dan pemenang ditentukan oleh akumulasi perolehan poin atau nilai selama periode tertentu, kamu mesti rajin-rajin ngisi pertanyaan setiap hari. Sehari tidak ikut, poin kamu tak bertambah, peserta lain akan segera meninggalkan poin kamu. Setidaknya kamu mesti on line setiap hari.
  • Jangan abaikan alamat situs yang biasanya kamu lihat di kemasan-kemasan produk. Kalau tidak sibuk cobalah kamu lihat apa saja isinya. Siapa tahu ada kuisnya.
  • Ajak sohib, kakak, atau adik untuk ikutan kuisnya. Kalau salah satu di antara kalian menang, hadiahnya bisa dibagi kan?
  • Kalau kamu cowok dan pengen ikutan kuis yang hanya buat cewek, pinjem identitas kakak atau adik cewek kamu—boleh juga gebetan kamu—deh. Kalau menang kan lumayan tuh bisa dijadiin kado buat mereka. Sekali-kali amal dong, jangan malah dijual!
  • Coba terus, terus, dan terus!

Kuis memang hanyalah salah satu cara untuk kamu mendapatkan barang gratisan. Tapi, masih banyak lagi lho, cara lain untuk mendapatkan barang gratisan itu. Penasaran? Baca deh buku Freethings yang ditulis oleh Iwoq Aqbary.

Buku terbitan GagasMedia ini, mengulas secara lengkap tip dan trik ngedapetin barang gretongan dari internet, radio, televisi, dan media cetak. Barang gratisannya pun macam-macam. Mulai dari sampel kosmetik, t-shirt promo, sampai liburan ke luar negeri.

Versi asli ada disini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More