Jumat, Februari 22, 2008

Suster N(engok) akan bergentayangan ...

mulai tanggal 29 Februari 2008! Catat tanggal terbitnya, dan siapin segera duitnya. hehehe

Sekedar cuplikan ceritanya, kali aja pada penasaran (mudah-mudahan :p) :

Suara terkikik pelan terdengar lagi, disusul suara gemerisik di bawah tempat tidurnya.

Reno terlompat dari tidurnya. Dia duduk dan beringsut mundur ke arah sudut tempat tidurnya. Nggak mungkin hantu itu datang lagi! Pikirnya gelisah. Tapi tak urung, badannya semakin gemetar.

Sesuatu yang berwana hitam tiba-tiba menyembul dari tepian ranjang. Tidak hanya satu, tapi dua! Eh, malah jadi tiga! Sesuatu berwarna hitam itu seperti rambut yang acak-acakkan. Tiba-tiba Reno teringat rambut panjang acak-acakan milik hantu yang menerornya di terowongan tadi malam. Acak-acakannya sama! Waduh, apakah hantu itu sekarang membawa anak-anaknya untuk menerornya?

Tiga raut wajah tiba-tiba menyembul dari balik pinggiran ranjang itu, dan memamerkan wajah seramnya.

Reno melompat di tempat. Bibirnya tidak bisa lagi ditahan untuk meneriakan ketakutannya : “WAAAAAAAAAAAAAA ……….”


***

Sreeeeek … sreeeeekkk … sreeeeekkk …

Perempuan itu beringsut maju menggeser badannya, perlahan-lahan mendekati Reno yang semakin pucat. Bibirnya bergeletar. Kakinya sudah melangkah mundur sampai menempel erat di ambang jendela.

Terjebak! Dia tidak bisa lari lagi. Hanya satu jalan untuk melarikan diri dari hantu ini; berlari tepat ke arah hantu itu dan menabrakkan diri. Tapi keberanian itu jauh dari bayangannya. Bagaimana mungkin dia harus menabrakkan diri ke arah hantu itu dan membiarkannya ditelan bulat-bulat? Dengan catatan, hantu itu memang doyan daging manusia!

“RENNNNOOOO …” Sosok itu semakin dekat. Tangan kanannya terangkat dan terulur ke arah Reno yang semakin menggigil. Hantu itu seolah ingin menjamahnya.

PLAK! PLAK! Tiba-tiba Reno menampar pipinya sendiri. Kiri-kanan, berulang-ulang. “BANGUN! BANGUN! INI PASTI MIMPI!” Jeritnya. Suaranya tiba-tiba keluar meski masih terasa parau. Tapi Reno tidak perlu bangun karena dia belum tidur. Untuk bangun dari tidur, dia harus tidur terlebih dahulu. Halaaaah .. dibahas!

Hantu itu tetap nengok ke kiri dan kanan seperti nggak ada capeknya. Kepalanya masih bergoyang-goyang. Posisinya sudah berada tepat di depan Reno. Tangannya terulur lagi, menjangkau ke arah Reno yang sudah hampir dalam posisi terjamah.

“REENNNN …. LHO?

***

Kamis, Februari 21, 2008

A Gift from Myself

Saatnya memanjakan diri. Semalam sengaja memuaskan nafsu untuk membeli trilogy His Dark Materials – Philip Pullman. Tanpa nengok-nengok lagi yang lain, ‘The Subtle Knife’ dan ‘The Amber Spyglass’ langsung diraih (The Golden Compass sudah beli sebelumnya sih). Lokalnya langsung terpincut judul dan cover ‘The Autumn in Paris’ – Ilana Tan. Dari review-nya, katanya novel ini bagus. Seorang teman pun merekomedasikannya. Sayang, sebuah teenlit yang dibutuhkan untuk referensi lomba malah nggak ada. Gpp, itu berarti ada kesempatan untuk pergi ke tobuk lain setelah ini. Hehehe …

Huhuy .. banyak bacaan lagi nih (padahal di rumah masih ada beberapa tabungan buku yang belum disentuh).

Catatan Cinta Suami Istri

Baru dapat kabar dari MP-nya Teh Pipit Senja kalo Naskah gw lolos untuk disertakan dalam kumpulan essay ini. Waw, kaget pisan, soalnya pas nulis kisah ini ada rasa pesimis karena ceritanya kurang menyentuh. Ealah .. ternyata lolos juga. Alhamdulillah ... bangga banget bisa satu buku dengan seorang Pipit Senja.

Ini Pengumumannya di MP beliau :

Judulnya; Catatan Cinta Suami-Istri

Penerbit; Jendela Dunia c/q. Zikrul Hakim, Jalan Waru 20 B Rawamangun, Jakarta Timur, Telp.021-4754428


Komposisi Isi

I. Prolog (Pipiet Senja)

1. Je T'aime à en Mourir, Pat (Rita Sihombing-Perancis)\

2. Sikrit, Femme de Ma Vie (Patrick-Perancis)

3. Memahami Cintaku (Alfi Rahman-Aceh)

4. Lembar Kasih Kita (Cut Januarita-Aceh)

5. Jangan Bete, Ma (Jazimah Al Muhyi-Pekalongan)

6. Goresan Cinta Kita (Agus M. Irkham-Pekalongan)

7. Anak Mami Itu (Dewi Cendika-Tangerang)

8. Istriku… Wuih Kereeen ! (Benny Oktaviano-Tangerang)

9. Perbedaan Itu Indah (Dinni & Rudy Wicaksono-Sidoarjo)

10. Bola Abah dan Jilbab Ambu (Viky Edya & Arief R Zidan…)

11. Lelaki Flamboyan (Fanny Jonathans Poyk-Depok)

12. Anugerah Terindah (Anneke Puteri-Cibubur)

13. Abang di Mataku (Dian Onasis-Jakarta)

14. Umpama Khadijah (Puji Lestari-Bogor)

15. Kado Dari Langit (Yudith Fabiola-Singapura)

16. Sekantor… Tak Masalah (Iwok Abqary-Tasikmalaya)

17. Kenalilah Diriku (Nadia Cahyani-Hongkong)

18. Kasih Segala Musim (Henny Herwina-Padang)

19. Ujian Cinta Kita (Naqiyyah Syam-Lampung)

20. Teman Mesra Teman Cinta (Dewi Rieka Kustiantari-Semarang)

21. Jembatan Cinta (Zamzam Muharamsyah-Garut)

22. Pangeran Cintaku (Devita-Sengata, Kalsel)

23. Buah Hati Berdua (Aan Wulandari-Semarang)

24. Cinta Seluas Sahara (Udo Yamin Majdi-Mesir)

25. Merayakan Sebuah Komitmen (Ifa Avianti-Depok)

26. Belajar Menjadi Pendengar (Fita Chakra-Jakarta)

27. Dikau Cermin Bagiku (Asma Sembiring-Depok)

28. Hingga Tuhan Menjemput (Mariam Arianto-Jakarta)

29. Cinta dan Ruang Spiritualku (Puti Lenggo-Jakarta)

30. Bertahanlah, Sis ! (Pipiet Senja-Depok)

Senin, Februari 11, 2008

Suster N Will Haunt You, Soon!

Suster Ngesot maksudnya? Nope! It’s a new image di dunia perhantuan. Suster N(engok)! Halaaah. Akhirnya gw bisa lihat cover buku terbaru yang akan segera terbit dalam waktu dekat ini. Huraaaaaay … got a new book! The first in 2008.

Novel ini bergenre komedi-horor, jenis tulisan baru yang gw tulis. Fyuuuuh … sempat ketar-ketir ketika mulai nulis. Bisa – nggak – bisa – nggak, dan akhirnya gw harus memutuskan bisa! Sempat revisi dua kali karena ada salah persepsi dengan miss editor. Dia bilang gimana, dan gw ngebayanginnya kemana (cetuk Iwok!). Hehehe .. jadinya nggak nyambung. Untunglah komunikasi pun berjalan dengan cepat. Setelah memberondong dengan berbagai pertanyaan (maaf ya Mbak. hihihi), akhirnya I got the point. Setelah itu, proses revisi pun berjalan sangat mulus. Alhamdulillah.

Iwok yang penakut nulis horor? Itulah serunya. Hahaha … tantangan pertama mengatasi ketakutan sendiri. Sambil ngetik kadang sambil nengok kiri-kanan-belakang. Hehehe .. gimana mo cepet beres coba? Ikut merinding sendiri dengan cerita yang ditulis, dan megap-megap membayangkan kejadian di dalam script. Heuheuheu .. payah nih!

Menghindari menulis malem-malem (kalo nggak terpaksa!). Alasannya sih, takut mengundang. Heuheuheu … mangkanya kalo pas libur Sabtu-Minggu ngebut-but nulis sepanjang hari. Biar pas bedug Magrib target sudah tercapai. Hahaha … seorang karib yang gw ceritain proses menulis seperti ini sampe ngakak.

Alhamdulillah, semua proses penulisan yang ‘cukup aneh’ itu selesai juga. Saat ini Suster Nengok sedang dalam proses cetak. Mbak Editor yang baik sudah mengijinkan gw untuk pamer novel ini. Hehehe … narsisnya tetap berkobar.

Udah ah, kalo pengen tahu sinopsisnya besok-besok aja. Biar ada bahan untuk postingan baru. Hihihi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More