Senin, September 01, 2008

Iwok Goes on TV : Dimas dan Raka

Ah, bukan sesuatu yang hebat sebenernya. Banyak orang lain yang sudah berkiprah lebih hebat lagi. Tapi seperti biasa, gw selalu pengen cerita apa aja yang udah gw lakuin. Apalagi ini ada hubungannya dengan sesuatu yang baru. Meski masih berhubungan dalam bidang penulisan, tapi medianya berbeda. Buat gw, ini adalah pelebaran sayap yang cukup penting dan membanggakan.

Awalnya ketika Om Amril T. Gobel nelpon dan membisiki tentang proyek ini. Bersama rekannya, Romiza Casayetha, saat itu dia sedang menggarap sebuah cerita sinetron ramadhan melalui MNC Production. Mereka ngajak gw untuk ikut gabung sebagai penulis ide cerita freelance (Skenario tetep ditulis oleh Romiza). Gw langsung exciting. Gw mau nyoba! Nulis skenario memang gw masih blank banget, jadi nggak ada salahnya gw mulai dari penulisan ide ceritanya dulu. Sapa tahu lambat laun gw bisa nulis skenario juga kan?

Bergabung dalam proyek ini memang tidak membuat tulisan gw lolos begitu aja. Tetep ada tahapan yang harus dilalui agar tulisan dan ide gw bisa dipake. Terbukti dengan beberapa ide cerita gw yang dibabat habis, dan nggak lolos sampai tahap dijadikan skenario. Baru kerasa kalo nulis ide cerita pun nggak bisa ngasal. Harus bener-bener lengkap sehingga mudah dituangkan ke dalam bentuk skenario. Lagi pula, sinetron ini adalah sinetron bernuansa religi. Harus ada muatan-muatan moral di dalamnya.

Judul Sinetron itu adalah Dimas dan Raka. Ditayangkan di Global TV, selama bulan ramadhan setiap pukul 21.00 Wib. Nggak, gw nggak nulis seluruh ide ceritanya. Ide cerita gw yang sudah dinyatakan lolos dijadikan skrip malah baru segelintir (mudah-mudahan yang lainnya pun acc). Itupun nggak tahu bakalan ditayangin kapan dan di episode ke berapa. Gw musti rajin-rajin nyimak sinetronnya nih. Hehehe.

Dimas (Tarra Budiman) dan Raka (Raffi Ahmad) adalah dua adik-kakak. Mereka harus menempuh perjalanan panjang Jakarta – Jogjakarta dengan Moge (motor gede). Selama di perjalanan itulah banyak sekali kejadian yang mereka temui. Dimas dan Raka yang masih remaja, mengambil hikmah dari setiap kejadian tersebut.

Meski hanya ambil bagian di beberapa episode saja, tapi gw seneng banget. Siapa tahu kan bisa membuka jalan gw buat sinetron-sinetron lainnya? Hehehe … ngarep.

6 komentar:

Lho??? Itu kan yang tiap malam ditonton ma aku dan Indra (ponakan) ampe berantem segala soale rada tabrakan ma bioskop transtv :D
hihihi...
yang tadi malam kan yang nyuri motor ituhw...
cerita kang Iwoq yang mana? :D

salah satunya yang berjudul 'Sepeda Tua yang Berjasa' sama 'Jadikan Musik itu Ibadah'. Cerita lainnya masih nunggu konfirmasi nih. mudah2an aja lolos terus. hehehe .. amiin.

Oh gitu, Kang. Ditunggu penayangannya deeeh :D hehehe. Tambah manteb aja nih... besok2 nggak nelurin buku, Kang, tapi nelurin film :p hihihihi ;))
met wiken, Kang!

Selamat atas prestasi ini Kang Iwok. Justru anda yg lebih maju dari saya. Cerita anda lebih banyak yang disetujui dari punya saya..hehehe

Maju terus!

salam kenal mas...
btw mas yg buat cerita dimas dan raka ya ??? ane pengagum berat nih sinetron gan apalagi klo di bulan puasa..uhhh rasanya indah bgt. Apalag iisi ceritanya bagus bgt ... ditunggu Dimas dan Raka 2 nya !!! :)

Salam kenal kembali Mas Hendra.
Betul, saya salah satu pengisi ide cerita untuk sinetron ramadhan Dimas dan Raka. Pengisi ide cerita lainnya ada mas Amril Gobel yang komen di atas tuh. hehehe

Oya, terima kasih banyak atas apresiasinya terhadap Sinetron Dimas dan Raka. mudah2an bisa dibikin lanjutannya nanti :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More