Sabtu, Januari 14, 2012

[Pelatihan Menulis Novel Komedi] Pertemuan Pertama!

Seru! Saya merasakan antusiasme luar biasa dari para peserta. Meski ada beberapa siswa yang mbolos dan seorang siswa yang nekad ikut belajar padahal lagi ikut tahlilan di rumah tetangga (ya ampun! Sempet-sempetnya coba), suasananya tak kalah rusuh. Yang mbolos pasti nyesel deh karena di luar jadwal kelas trainer tidak akan menjawab pertanyaannya langsung. Ntar aja kalau sempet. hehehehe.

O ya, ini adalah pertemuan pertama Pelatihan Menulis Novel Komedi yang dilaksanakan secara online. Pesertanya ada 10 orang yang terjaring lewat seleksi dari 47 orang yang mendaftar. Sempat ada yang mengeluh, kenapa saya tidak terpilih? Apakah contoh cerita yang dikirimkan kurang lucu? Ya, beberapa peserta memang belum dapat memenuhi kriteria yang kami inginkan. Ada karya peserta yang memang unsur komedinya belum dapat, tapi banyak juga yang justru jauh di atas ekspektasi kami. Karya mereka bagus-bagus! Setelah cek dan ricek, ternyata mereka memang sudah terbiasa menulis dengan karya yang sudah banyak diterbitkan media masa. Untuk peserta dengan kemampuan seperti itu, kami terpaksa menyisihkannya karena pelatihan ini benar-benar ditujukan untuk para pemula. Kami ingin membantu teman-teman yang baru merintis dalam bidang penulisan, memiliki minat dalam penulisan cerita komedi, memiliki bakat lucu, dan belum menemukan trainer yang bisa membimbing bakatnya. Mohon maklum ya. :)

Kelas berlangsung selama 2 jam, mulai pukul delapan sampai pukul sepuluh malam. Materi pertama berupa pengenalan singkat cerita komedi dan tentang deskripsi dengan napas yang 'beda'. Kayaknya peserta sudah siap-siap pertanyaan jauh-jauh hari nih, soalnya begitu materi diposting, eh pertanyaan langsung mrudul. Busyet dah, belum juga narik napas. Pertanyaan satu aja belum dijawab, eh sudah disusul pertanyaan-pertanyaan berikut. Saya sempat kelabakan buat jawab satu per satu. Untung Beby Haryanti Dewi dan Rezki Dayan, rekan trainer dalam pelatihan ini siap di tempat grak. Mereka langsung ikut turun tangan sehingga semua pertanyaan bisa terjawab dengan.... ngos-ngosan. hehehe.

Untungnya nih, kerusuhan dan kehebohan sehari sebelumnya saat sesi perkenalan tidak terulang lagi. Mungkin karena Cek Gu Beby sudah mengacungkan pecutnya sambil teriak-teriak; "Serius! No alay! No typo! No spam!" Peserta mungkin terlihat bernafsu, tapi dalam konteks yang sangat positif dan bersemangat. Asyik! Saya sendiri menaruh harapan besar terhadap seluruh peserta. Mudah-mudahan kami tidak salah menilai, karena kami lihat mereka memiliki bekal yang cukup untuk menjajagi genre komedi ini. Kalau mereka serius dan mau terus berlatih, bukan tidak mungkin mereka bisa unjuk gigi dalam penulisan cerita komedi. Who knows?

Dua jam nggak kerasa ya kalau rame? Tahu-tahu udah jam 10 aja. Wew, saatnya ngasih tugas dan latihan. Berhubung materinya tentang deskripsi, tugasnya pun pasti tentang itulah. Kali ini mereka harus menyusun sebuah deskripsi dengan lokasi di kamar mandi! Wihihihi.... ceritanya bebas, tokohnya bebas, yang penting  di kamar mandi! Nah loh. Sebagai cerita komedi, penulis harus bisa dong membuat kelucuan di seting lokasi mana pun. Termasuk kamar mandi. Dan, apakah yang akan ditulis para peserta nantinya? Hmmm... jadi nggak sabar pengen baca cerita mereka. Ada apa di kamar mandi? Eng-ing-eeeng.

Semoga pertemuan pertama ini bisa semakin membuat mereka bergairah dan bukan sebaliknya melunturkan semangat mereka. Semoga puas juga ding dengan materi dan jawaban yang sudah kami bertiga berikan selama sesi pelatihan pertama kemarin berlangsung.

5 komentar:

kalau saya ikut kelas privat aja yah pak guru :)

hahahaha ... bisa diatur Iq :D

waduh ketinggalan berita jadi gak bisa ikut deh

hehehe... mudah2an ada kesempatan lain kang :)

Mrudul, hihihi... pasti cikgunya repot makanya sampai keluar spontanitas nyunda begini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More