Jumat, Oktober 16, 2009

Alhamdulillah 'Sepeda Ontel Kinanti' Cetak Ulang

Ini bener-bener surprise! Biasanya, kalo ada kabar apapun, Kang editor yang satu ini pasti akan ngasih kabar; entah via SMS, atau bazz-buzz via YM. Tapi kali ini bablas!! Nggak ada tuh pesan-pesan atau isyarat-isyarat kalo novel anak yang satu ini laris manis di pasaran, dan bahkan sudah di cetak ulang! Ckckck ... Makanya, pas sore ini pulang dinas dari Cirebon, agak heran juga terima paket dari Mizan. Yang ada gw sempet bertanya-tanya sebelum bukan bungkusnya :

a. Apakah ini bukti cetak buku baru? *twet-twot .. jawaban salah, karena semua naskah yang ada di Mizan sudah terbit. Kalopun ada, semuanya 'katanya' masih dalam tahap ilustrasi. Lah, emang ngirim naskahnya juga blom lama kok. Jadi jawaban ini sudah jelas langsung dicoret*
b. Apakah ini bukti cetak buku yang gw endors? *twet-twot lagi. Terakhir kali ngendors di Mizan adalah buku 'Bukan John Jangan Travolta'. dan itu gw dah terima bukunya bula-bulan kemarin. Jawaban harus dicoret lagi*
c. Apakah ini kado tanda cinta dari Mizan untuk ulang tahun gw? *bletak! Woy, ultahnya kan masih dua bulan lagi!*
d.. Jadi apa dong?

Ternyata eh ternyata sodara, isinya 3 eks novel anak 'Sepeda Ontel Kinanti' cetakan ke 2! Horeeeeeeee ... alhamdulillah ... seneng sekali kalo ternyata novel ini diterima dengan baik di pasaran, karena dalam tempo 3 bulanan ini sudah bisa cetak ulang ke 2. Tengkyu-tengkyu buat semuanya yang sudah membeli dan juga membaca novel ini.

Entah kenapa, firasat ini datangnya dari Mba Indah Juli dan Dedew. beberapa jam sebelumnya, pas gw lagi di jalan mau balik dari Cirebon, Mba Indah sempet mengatakan di Facebook kalo 'Kinanti' diacak-acak serombongan anak di Gramedia Matraman. Dia nulis gini :

"bahkan Minggu kemarin, belum ada juga tuh buku, yang ada malah buku Iwok (Sepeda Onthel) yang hancur lebur dibaca anak-anak disitu...hehehehe keknya bakal best seller lagi nih Wok :"

Udah gitu, Dedew nimpalin juga;

"Iya, bkurang byk kok novel anak kang iwok, nunik en ichen di tobuk, anak2 pd dmam kkpk, yg tuwir kek kita jg kecipratan haha..Amin, kang..smoga bk ontel laris manis,cpt cetul amiin.."

Ealaaah .. nyampe di rumah ternyata perkiraan mereka bener. Apa mereka berdua udah jadi anak buahnya Mama Lorent ya? hehehe

Yang jelas gw seneng banget sekarang. Mudah-mudahan 'Kinanti' bisa terus maju dan dibaca oleh semua anak Indonesia. Kenapa begitu? tar gw cerita behnd the stroy nya ya. masih tepar nih. hehehe

Sabtu, September 19, 2009

Selamat Lebaran

Kamis, September 03, 2009

7, 3 Skala Richter

Alam menunjukkan kuasanya, dan kita disadarkan betapa tidak berdayanya kita di hadapan Allah Swt. Tidak sedikitpun kita dapat mengelak dari apa yang menjadi kehendak-Nya. Di tengah sucinya bulan ramadhan, umat manusia harus siap menerima ujian-Nya. Allahuakbar. Tak sedikitpun kami dapat menghindari kuasa-Mu, ya Allah.

Menjelang jam 3 sore, ketika rutinitas pekerjaan sudah hampir rampung, seorang teman kantor datang meminta tolong untuk mem-burning koleksi lagunya ke dalam sebuah CD. Karena hanya di kompi saya yang ada NERO-nya, saya pun tak keberatan (seperti biasanya). Tapi ketika tangan saya bergerak untuk memasukkan blank CD ke dalam CD-ROM, tiba-tiba meja komputer saya bergerak hebat. Monitor bergetar seolah ada tangan gaib yang mengguncangkannya. Masih bingung dan belum sadar apa yang terjadi, saya merasakan guncangan keras juga pada kursi dan lantai yang saya injak. Gedung kantor seakan bergoyang hebat.

Inalillahi ... ada apa ini? saya terlompat mundur, mendorong kursi menjauhi meja. suara kaca yang bergetar membuat saya mulai menyadari ada sesuatu yang tengah terjadi.

"Gempaaaaaa ..." Itu teriakan teman saya. Dia melompat dari kursinya, dan lari menghambur ke luar ruangan saya.
"keluar Kang!" teman saya yang satu lagi memekik ke arah saya. Setelah itu dia ikut melesat ke luar, membuat saya ikut terlompat dan menyadari; INI GEMPA!

Sebelum ini, sudah agak lama sebenarnya, pernah juga terjadi gempa. Tapi tidak sehebat ini. Bahkan, anak-anak kantor tak perlu sampai turun ke lantai bawah saat itu. Tapi kali ini lain. Getarannya sungguh kuat. ketika saya melompat dari kursi saja, speaker aktif di atas monitor sudah berjatuhan. Bahkan ketika mencapai pintu ruangan, tumpukan parcel lebaran yang tengah saya siapkan berhamburan ke seluruh ruangan. Belum lagi barang-barang di atas lemari mulai bertumbangan terjatuh. Untung saya sudah beranjak dari sana, kalo tidak, barang-barang itu pasti menjatuhi kepala saya.

Di luar ruangan, seluruh karyawan di lantai 2 tengah berlarian panik. Goncangan semakin keras. meja-meja bergetar, kaca-kaca berderak, dan saya lihat bangunan seolah bergoyang-goyang. Dada saya berdegup kencang ketika bergerak mengikuti langkah-langkah berburu menuju tangga. Ya Allah, goncangan ini tidak juga mereda, bahkan semakin kuat. Tiba-tiba saya takut gedung kantor, yang termasuk gedung lama ini ambruk. Audzubilahimidzalik ...

Di bangunan belakang yang tengah di renovasi, beberapa pekerja dan tukang berlompatan turun dari tembok yang baru berdiri. mereka sama-sama berlari ke arah tangga satu-satunya. Hanya saja mereka sepertinya mengalah, membiarkan para karyawati dan karyawan turun lebih dahulu. saya melangkah turun hati-hati. Tangan saya memegang kuat besi pinggiran tangga. Saat itu saya merasakan tangga seolah diayungelombangkan. Mungkin saya terlalu melebihkan, tapi yang saya rasakan memang seperti itu. Tangga beton itu seolah bergerak ke kanan dan kiri.

Di sebelah kantor, berdiri gedung Bank BTN yang cukup besar dan tinggi. Lantai 2 kantor saya tidak seberapa. Dengan menengadah, bisa dilihat bangunan BTN itu begitu megah dan kokoh. Tapi saat itu, saya melihat betapa atap bangunan itu meliuk-liuk. Bayangan saya langsung horor. Apabila bangunan besar itu ambruk, kantor saya akan dilumat habis tanpa sisa. dan saat itu saya ada dibawahnya!

Lutut saya gemetar, dan lemas luar biasa. Sebuah tarikan napas panjang ketika akhirnya saya berdiri di tepi jalan, di luar gedung kantor. saya berdiri bersama ratusan orang yang ikut berhamburan dari kantor masing-masing. Mobil-mobil dan motor berhenti total. Semua menatap ngeri ke arah gedung-gedung yang mulai berdiri tegak kembali. Guncangan itu mereda. Tak ada yang beringsut, semua sibuk dengan perbincangan tentang apa yang baru terjadi. Di tangan saya masih tergenggam blank CD yang belum sempat dimasukkan.

Saat itu gue baru ingat Abith dan Rayya. ya Allah, apa yang terjadi dengan mereka? Saya lihat Iren sedang berusaha menghubungi ke rumah. wajahnya gelisah. dari tadi teleponnya tidak ada yang mengangkat. Jelas saja, semua orang ada di luar rumah saat itu! Siapa yang mau ambil resiko masuk ke dalam rumah sekadar angkat telepon?

Akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Jalan kaki karena make kendaraan nggak mungkin. Selain jalanan macet, kunci mobil pun ada di atas! Masih beralaskan kaus kaki dan sendal jepit (lagi iseng buka sepatu, karena gerah), saya berlari pulang. Alhamdulillah rumah saya dekat, dalam 5 menit saya sudah sampai.

Saat di perjalanan pulang, beberapa telepon dan puluhan SMS masuk ke HP saya. dari SMS-SMS itu saya baru tahu kalau gempa ini berkekuatan 7,3 SR dengan pusat gempa di daerah Tasikmalaya. DI SINI! Ya Allah, besar sekali kekuatan gempa ini. Pantas saja saya merasakan goncangan yang luar biasa itu. Rupanya, berita-berita di TV membuat sahabat-sahabat saya mencemaskan kondisi saya. Ah, terima kasih banyak sahabat. maaf, kalau ada yang belum saya balas SMS nya.

Saya menemukan Abith, Rayya, dan Bibi sedang mengungsi di pos ronda. Abith menangis histeris ketika saya datang. Kepanikannya yang dipendam sendiri membuat jeritannya melengking keras. Saya tahu, dia pasti panik dan takut. Melihat orang-orang berlarian dengan panik, dan saat anak-anak lain berlindung dalam rangkulan ayah dan ibu mereka, Abith harus duduk sendiri dengan kalut di pojok pos ronda. saya memeluknya erat, membiarkan tangisnya tumpah di sana. Ada kelegaan melihat Abith dan Rayya nggak kurang suatu apapun. Merekalah yang terpenting bagi saya. Laporan dari Bibi kalo foto-foto di rumah Mamah pecah berjatuhan, atau koleksi guci mamah yang tidak terselamatkan, rasanya tidak bisa dibandingkan dengan kelegaan saya melihat keselamatan buah hati saya.

Sesorean ini saya mengikuti berita di TV dengan semua pintu terbuka lebar. Saya duduk dengan Abith dan Rayya di sisi saya. Saya ingin saya ada di sisi mereka apabila gempa susulan (yang sesore ini terjadi beberapa kali, meski skala kecil dan bahkan hampir tak terasa) terjadi lagi (mudah-mudahan tidak), membopong tubuh mereka, dan menyelamatkan mereka ke tempat aman.

Jadikan kami selalu ada dalam lindungan-Mu, ya Allah. Hanya kepada-Mu lah kami berserah. semoga diberikan ketabahan dan kesabaran bagi mereka yang menjadi korban gempa hari ini. Semoga kesabaran dan ketabahannya, menjadi lahan pahala yang berlipat-lipat dari Allah kepada mereka. Amin.

* Sebagai catatan untuk kejadian hari ini.
Tasikmalaya, Rabu - 2 september 2009

Sabtu, Agustus 29, 2009

[Hidup Gue] Mudik!

Menjelang lebaran kayak gini, berita tentang mudik mulai menghiasi berita-berita di TV nih. Antrean tiket di mana-mana. dari kelas Bis, kereta, sampe pesawat. Terharu juga melihat antusiasme para pemudik yang begitu bersemangat untuk merayakan lebaran di kampung halaman masing-masing.

Karena gue nggak mudik (mudik kemana? ke rumah Bokap tinggal loncat. Ke rumah mertua, tinggal engklek), kadang ada rasa ngiri juga melihat kesibukan menjelang lebaran seperti itu. Tapi, pernah juga gue ngalamin mudik. Dulu, beberapa bulan setelah gue merit.

ceritanya begini :


Semua orang udah tahu kalo Iren lebih jago nyetir mobil dibanding gue. Tapi nggak bisa dipungkiri kalo Schumaker lebih jago dibanding Iren. Ya iyalaah … Tiap hari minumnya bensin, gimana nggak jago? Hehehe. Tapi, gara-gara Iren bisa nyetir, dan gue saat itu enggak, gue jadi orang yang sangat sensitif kalo udah urusan mobil dan nyetir.

Saat libur lebaran, dan kita rame-rame mau sowan ke rumah Nenek di Pangandaran, Ciamis, gue orang yang paling tersiksa sepanjang perjalanan. Mari kita bayangkan. Yang ikut waktu itu ada 5 orang; Gue, Iren, Mamah mertua, dan dua adik Iren yang keduanya cewek. Abith dan Rayya belom nongol, masih dalam proses produksi waktu itu. Hehehe.

See? Gue cowok satu-satunya! Dan yang duduk di belakang setir adalah … Iren! Wuaaaaaa … harga diri, kan? Gimana gue bisa duduk tenang, coba, selama 3 jam perjalanan? Pengennya sih gue nggak ikut aja, daripada harus jadi kernet bini sendiri. Tapi niat mulia Mamah mertua buat ngenalin menantunya yang ganteng bin cihuy ini sama kerabat di sana, masa harus ditolak. Kapan lagi gue bisa eksis di mata sodara-sodara Iren? *Geplak!*

Dari sejak awal puasa, niat ini udah muncul. Kita akan berlebaran di Pangandaran. Jelas aja gue panik. Bukan masalah rental mobilnya, itu sih gue mampu (cieeeee …), tapi siapa yang bakalan nyetir!

“Gimana kalo kita ajak si Ado aja?” usul gue penuh semangat. Sengaja nyodorin cowoknya Rita, adiknya Iren, biar jadi tumbal nyetir Tasik-Pangandaran bolak-balik.

“Nggak bisa A, Ado harus nganterin keluarganya ke Bandung pas lebaran,” tolak adik gue.

Fyuuh … bahaya stadium 2 nih.

“Atau kita naik bis aja! Seru lho mudik naik kendaraan umum!” Gue tawarin usulan lain. Seru? Dengkulmu tuh yang seru!

“Bukannya kalo menjelang lebaran malah kendaraan umum penuh? Belum lagi ada bonus macetnya dimana-mana.” Mamah menyela dengan kening berkerut. Mudah-mudahan nggak mikir, anaknya salah pilih suami nih. Kok kayak nggak pernah ikut lebaran?

“Atau ke Pangandarannya setelah Ado pulang dari Bandung? Mamah kan perlu ngenalin calon menantu barunya juga? Biar ngirit dan nggak bolak-balik?”

“Aa! Siapa yang mau nikah sama Ado cepet-cepet?” Adik gue melotot.

Mayday … bahaya stadium 1. Gue pasrah.

Dan, perjalanan mudik pun tetap on schedule. Dengan mobil pinjaman dari kantor, kita semua mudik lebaran ke Pangandaran. Dan sodara-sodara, bisa membayangkan wajah pucat gue saat itu kan? Edward Cullen aja kalah putih dibanding gue. Harga diri gue jatuh sampe titik nadir terendah! Wuehehe …

Pangandaran! Pangandaran!

Gue semakin berasa jadi kernet aja, duduk manis di samping Bu Sopir. Pengen ngilangin malu dengan cara bobo selama di jalan, kok ya keterlaluan. Udah dikasih enak, kok ya ngelunjak. Jadilah selama perjalanan gue jadi co-driver yang setia; nyodorin minum, ngupasin jeruk, atau nyuapin cemilan. Gustiiiiiii …. Betapa berat cobaan yang Engkau berikan pada hambamu ini.

Gue sih berharap, mudah-mudahan orang yang lihat posisi gue saat itu berpikiran positif. Misalnya;

“Wah, suaminya pasti kecapean abis nyetir perjalanan jauh, jadi istrinya yang gantiin sementara.” – Anggap aja orang yang lihatnya bego, nggak lihat plat mobil yang jelas-jelas masih wilayah priangan juga!

Atau,

“Dasar suami kurang ajar! Masa tega nyuruh istrinya nyetirin mobil sementara dia ongkang-ongkang kaki sambil ngerokok di sebelahnya? Cere-in aja suami kayak gitu, sih.”

Gubrag.

Jangan bayangkan rumah keluarga besar Iren di pinggir pantai, di area wisata Pantai Pangandaran yang terkenal itu. No, no, no, dari lokasi wisata, masih ada berkilo-kilo meter lagi jauhnya, menembus hutan, sungai dan bukit. Bahkan, pada saat tsunami yang melanda pantai ini tempo hari, ke tempat itulah warga Pangandaran mengungsi. Kebayang jauhnya? Di puncak gunung! Glek. Masih mending kalo jalanannya bagus, lah ini masih jalanan non aspal yang bertaburan batu segede pala lo peyang!

Jalanan non aspal? Oke, Iren mungkin masih bisa handle. Tapi jalanan yang longsor? Nah loh. Muka Iren langsung kayak Bella Swan, saingan pucet kayak gue. Mobil merandeg di tengah jalan, tepat di depan serombongan orang yang sedang merapikan jalan yang tinggal separo.

“Gimana nih?” Iren langsung merapikan rambutnya, biar jadi sopir yang tetap memesona di depan para penggali jalan. Halah, diperbuas banget nih.

“Iya, gimana nih?” Gue tutup muka. Penderitaan sepertinya belum berakhir. Gustiiiii …

“Masa balik lagi? Udah deket, kan?” kata nyokap.

Gue ngedip-ngedip (soalnya kalo melotot takut dianggap nggak sopan). Sejak belok dari jalan besar, dibilangnya udah deket. Lah, udah dua gunung dan satu sungai kok blom nyampe-nyampe?

“Bisa lewat, Pak?” tanya gue akhirnya. Sok berani langsung turun, terus nyamperin orang-orang. Terus gue gamparin satu-satu? Elo kali yang digampar!

“Bisa Pak, asal ati-ati aja.”

Yeeeee .. ya iyalah ati-ati. Maen ngebut mah, noh di Sentul! Orang jalan tinggal separo juga.

“Sip!” gue ngangguk-ngangguk lega. Kebayang aja mobil mesti mundur, terus parkir di rumah terdekat. Abis itu kita jalan kaki atau naik ojek sampe rumah Nenek gue. Kebayang juga, karena takut mobil kenapa-kenapa, malemnya gue terpaksa harus jagain mobil sambil tidur di dalamnya. Huaaaaa … ini sih lebih-lebih dari nightmare on Elm Street. Mana bisa mudik jadi cihuy kalo begitu.

“Ayo Bu, maju pelan-pelan.” Gue langsung berubah fungsi, dari kernet jadi tukang parkir. “Kiri! Kiriiiiii … Stooooop.”

Gila. Dada gue mpot-mpotan. Jalanan bener-bener tinggal separo. Ngepas banget sama roda mobil. Melenceng dikit, tuh mobil bisa kejungkel ke bawah, nyebur ke sungai. Mampus dah gue kalo gitu. Belum ngurusin ngangkat tuh mobil, belum bawa tuh mobil ke bengkel, belum biayanya, belum apa kata Bos gue!

“Minjem sih minjem, tapi jangan diancurin begini dong.” Huaaaaa ….

“Mundur dulu, terus belokin abis ke kiri!” teriak gue lagi penuh semangat. Iyalah semangat, emang mau terima resiko kayak disebutin di atas?

Iren kayaknya stress. Dia maju mundur dengan ragu. Dalam posisi begini, gue nggak bakalan peduli kalo dia pipis di celana. Gue iklas kok nyuciin celananya nanti. Asal selamet aja dulu. Pliiiiis …

“Payah sih, cewek kok disuruh nyetir.”

Heh? Siuuuuuut … Gue menoleh cepat. Siapa tuh yang kurang ajar?

“Pak, mendingan Bapak aja yang nyetir, biar lebih aman lewatnya,” orang yang berdiri di samping orang yang kurang ajar tadi ngomong. Kayaknya dia tahu gue denger.

Apalagi gue! Gue ngedumel dalam ati. Sotoy banget tuh orang. Emang dia tahu kalo gue jago nyetir?

“Gapapa. Mendingan saya yang ngasih instruksi aja di luar. Biar istri saya semakin jago nyetirnya.”

Busyet, jago banget kan gue ngelesnya? Kalo lagi kepepet, gue emang jadi tambah pinter … ngaconya. Padahal sekalian aja gue tambahin ya, Bulan depan istri saya diajakin Ananda Mikola balapan di Sentul!

Akhirnya, dengan terbata-bata, aeh … dengan perlahan-lahan … Iren berhasil menyeberangkan mobil melalui jalan longsor tadi. Semua pun bersorak. Iren, Mamah, Rita dan juga Rieska. Gue? Gue sujud syukur tanda haru. Lebaaaay.

Setelah itu, perjalanan pun dilanjutkan lagi dengan riang. Riang? Ya, keluarga gue berceloteh riang, ngomongin kejadian menegangkan yang baru saja terlewati. Gue? Gue masih mikirin harga diri gue yang masih harus dipertaruhkan saat pulang nanti.
Duuh.

Selasa, Agustus 04, 2009

99 Kisah Menakjubkan Alquran - Edisi Baru!


Harga : Rp. 85.000,- (Semula Rp. 149.000)
Edisi Softcover (semula Hardcover)
Tebal : 288 Halaman

Ayo, ayo, yang belum beli 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Quran for Kid, saatnya untuk melengkapi koleksinya dengan harga yang lebih terjangkau.

Senin, Juni 29, 2009

KING: Behind the Novel

Tahun-tahun belakangan ini dunia perbukuan Indonesia dimarakkan oleh jenis buku adaptasi dari film. Sebagai sebuah eksplorasi kreativitas, tentu saja genre ini menjadi menarik untuk disimak; mengingat tidak setiap film akan dibukukan dan tidak setiap penulis memperoleh kesempatan untuk menuliskannya.

Bagaimana sih caranya memproses penulisan novel adaptasi? Apakah cukup hanya membaca skenario? Perlukah secara khusus menonton filmnya terlebih dahulu? Perlukah melakukan konsultasi dengan pihak produser dan sutradara? Bagaimana caranya mengeksplorasi soul/spirit/jiwa dari film tersebut?

Benarkah novel adaptasi KING berbeda dengan novel-novel adaptasi lainnya? Benarnya naskah awalnya harus mengalami revisi berkali-kali? Bagaimana sang penulis harus menjalani proses kreatifnya sambil berkonsultasi jarak jauh hingga ke Bangkok?

Iwok Abqary, salah seorang penulis produktif Indonesia, akan membuka rahasia di balik penulisan novel adaptasi KING. Ia akan membagikan pengalaman suka maupun duka, serta tip-trik hingga akhirnya naskah karyanya dinyatakan "lulus" oleh Nia Sihasale Zulkarnaen dan Ari Sihasale untuk diterbitkan.

Selain itu, Anda juga bisa menggali lebih jauh dengan bertanya langsung kepada pengarangnya mengenai berbagai hal dalam talkshow-nya di PESTA BUKU JAKARTA 2009. Jangan lewatkan kesempatan ini, karena selain membuka wawasan, mungkin akan tiba giliran Anda diminta untuk menuliskan buku adaptasi. Catat jadwalnya:

Hari/tanggal: Minggu, 5 Juli 2009
Pukul: 18.30 WIB
Tempat: Stand Kelompok Agromedia, Pesta Buku Jakarta 2009, Istora Senayan.

Baca novelnya, nonton filmnya mulai 25 Juni 2009
http://aleniapictures.com/kingmovie/

Rabu, Juni 24, 2009

It's time to celebrate, it's time for a party!

I've been to Dublin, once, and it's still remarkable memories! Gimana enggak, it was my first trip abroad, dan langsung menuju kota yang sangat mengesankan; full of antiques! Gedung-gedung peninggalan jaman dulu yang masih terawat dengan baik terhampar di setiap bagian, memberikan pesona yang luar biasa bagi wisatawan. Sayang, waktu yang singkat tidak bisa memberikan banyak celah untuk mengexplore setiap sudut kota Dublin, termasuk Guinness storehouse!! Hikss ...

Dublin adalah kampung halaman bagi Guinness. Brand minuman yang sudah menjajah seluruh penjuru dunia ini begitu melekat dengan citra Dublin. Lihat saja, tulisan GUINNESS melekat dan terpampang hampir di seluruh sudut kota. Dublin begitu bangga dengan produk ini. Setiap wisatawan seolah disambut di bumi Guinness dengan penuh kebanggaan. "Welcome to the home of Guinness; taste it, and feel the atmosphere of it!"

Saya jadi membayangkan, apa jadinya Dublin pada saat 250 years Guinness celebration nanti. Apakah Dublin akan menjadi lautan Guinness? Sepertinya begitu. Saya membayangkan kemeriahan itu ada di mana-mana. Tidak hanya di seputar Guinness storehouse atau di sudut-sudut bar sepanjang Temple Bar, tapi juga di setiap ruas jalan. Gelas-gelas bir berdenting, ditimpali teriakan massa yang larut dalam tawa sepanjang malam! Lautan manusia akan berpesta, dan Dublin akan penuh dengan kemeriahan yang tiada tara. 250 tahun adalah sebuah angka yang pantas untuk dirayakan. Tak sembarang merk dapat meraih kestabilan sebuah produk seperti Guinness di pasar dunia. Tapi Guinness sudah membuktikannya. Nama itu tetap kokoh meski pesaing menghantam dari berbagai penjuru.

It's time to celebrate, it's time for a party!

Arthur Guinness pantas berbangga. Mungkin dia tidak mengira kalau sejarah Guinness yang kiprahnya dimulai dari tahun 1759 dulu akan menjadi seperti sekarang. Namanya sekarang begitu mendunia, dan warga Dublin (termasuk masyarakat Irlandia lainnya) begitu memujanya. Arthur adalah sosok hebat yang membuat nama Dublin mencuat di pancang tertinggi. Warga Dublin mana yang tidak akan bangga?

5 tahun lalu, saya hanya memandang lesu dari jendela City Tour Bus yang perlahan bergerak meninggalkan gedung Guinness yang bersejarah itu. Dengan tiket di tangan, seharusnya saya tidak perlu ragu untuk melompat turun, dan menginjakkan kaki di The Home of Arthur Guinness itu. Tapi waktu yang sempit membuat saya hanya menahan perasaan itu dalam-dalam. Harusnya saya puas karena bisa melihat The centre of Arthur Guinness's original 1759 brewery itu dari dekat. Tapi tidak, saya belum masuk ke dalam. Saya harus datang lagi suatu waktu nanti.

Apakah pada 250 years Guinness Celebration ini kesempatan itu datang? Entahlah ...

Senin, Juni 22, 2009

[Buku Gratis] KING & Sepeda Ontel Kinanti

Bagi-bagi buku lagiiiiiii ... kebetulan ada 2 judul yang baru terbit nih. KING dan SEPEDA ONTEL KINANTI. Saya pengen bagi buat teman-teman yang mau baca. Berhubung persediaannya terbatas, jadinya saya bakalan undi siapa yang berminat terhadap buku ini.

Caranya gimana?

Cukup jawab pertanyaan "Kenapa Saya Ingin Mendapatkan Buku (KING/Kinanti) Ini?" Nggak usah panjang-panjang, singkat dan padat aja.

  • kirim jawaban melalui email ke gokildad@gmail. com
  • Tulis subjek emailnya : KING untuk yang menginginkan Novel KING
  • Tulis subjek emailnya : KINANTI untuk yang menginginkan Novel SEPEDA ONTEL KINANTI.
  • Setiap orang boleh mengikuti dua kuis tersebut, dengan mengirimkan email dengan jawaban dan subjek yang berbeda.
  • Tulis juga Nama, Alamat, dan No. Telepon yang bisa dihubungi. Kalo bisa sih HP.
Ada 2 (dua) eksemplar Novel KING (Gradien Mediatama,) dan 2 (dua eksemplar) novel SEPEDA ONTEL KINANTI (Dar!Mizan) bagi 4 (empat) orang yang beruntung.

Jawaban ditunggu selambat-lambatnya tanggal 1 Juli 2009, pukul 24.00 Wib. Pengumuman akan diumumkan secepatnya.

Minggu, Juni 21, 2009

Talkshow KING di Pesta Buku Jakarta

Ngobrol tentang novel adaptasi KING di Pesta Buku Jakarta 2009, Istora Senayan Jakarta, Minggu, 05 Juli 2009, pukul 18.30 - 20.00 WIB di Stand Kelompok Agromedia.

See you there, ya.

Catatan Kaki atas Novel KING

Perjalanan proses penulisan hingga terbitnya novel KING, sungguh menakjubkan. Apa yang diungkap dalam tagline film tersebut, “A Story of Hope, A Struggle for Survival”, sungguh nyata memberikan kekuatan yang luar biasa kepada kami semua: Iwok sebagai penulis, Gradien Mediatama penerbit, dan tentu saja pihak Alenia Pictures (Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen, dan Mirna Namira).

Berbeda dengan novel-novel adaptasi lainnya, novel KING berbasis ketat pada FILM secara akurat. Semua itu diramu dengan semangat idealisme yang tinggi; sebagai semangat untuk memberikan yang terbaik. Karena itu, Iwok selaku penulis, membutuhkan waktu khusus untuk menonton filmnya dan berkonsultasi terus-menerus secara langsung dengan Ale-Nia selaku sutradara dan produser, baik saat di Jakarta maupun di Bangkok.

Sebagaimana kerja profesional lainnya, deadline adalah “garis kematian” yang paling ditakuti. Jadwal taping Kick Andy telah ditetapkan pada 10 Juni di MetroTV. Pada saat itu, buku sudah harus jadi untuk dibagi-bagikan kepada audiens. Tak bisa ditawar lagi. Tak ada negosiasi dengan momen. Maka, waktu pun bergerak serasa “sekali dayung 24 jam, dua-tiga hari terlampaui”.

Dan benar saja, keajaiban masih terjadi. Pada Jumat tanggal 5 Juni, pukul 22.30 naskah selesai di-setting di kota Yogyakarta. Sabtu siang, naskah dicetak di Jakarta. Rabu siang, buku telah diantarkan ke MetroTV. Dan selebihnya, kami duduk manis selama shooting Kick Andy dengan perasaan lega. Serasa tulang-tulang yang menyanggah tubuh bisa direhatkan.

* * *

Film ini luar biasa! Bukan sekadar film bertemakan bulutangkis pertama di dunia. Tapi sebuah film motivasi yang patut ditonton oleh semua kalangan. Sejak awal, saya tidak pernah hendak mereduksi film ini hanya sekadar film anak-anak yang dibuat untuk mengisi masa liburan. Tidak. Apabila Anda terpukau dengan para motivator top di Indonesia dan dunia untuk kalangan usia dewasa, maka Anda harus menerima kenyataan bahwa film ini adalah film motivasi yang tiada tara.

Banyak hal yang bisa diberikan orangtua kepada anak-anaknya, kecuali yang tersulit, yaitu motivasi. Banyak ilmu yang bisa disajikan guru-guru dan sekolah kepada anak-anak, kecuali yang tersulit, yaitu motivasi. Kata, kalimat, dan paragraf yang inspiratif dan motivatif bukan ucapan fasih sebuah wacana. Melainkan sebuah show, tontonan teladan, yang bila perlu … tanpa kata-kata.

Menurut saya, Alenia Pictures melalui film KING telah menyediakan sebuah menu bergizi yang selama ini (bahkan hingga abad-abad ke depan), maaf … belum dituntaskan oleh guru, orangtua, dan sekolah. Maka, berterimakasihlah untuk kisah ini, yang tak ternilai harganya.

Menonton Denias, film sebelumnya dari Alenia Pictures, membuat putri saya yang kala itu berusia 8 tahun menangis di bioskop. Kini, setelah menamatkan novel KING, ia mengaku menangis tiga kali. Usia boleh membedakan. Namun seberapa pun tingginya usia Anda, saya meyakini, kisah ini akan mampu membuat Anda menangis pula–setidaknya hanya di dalam hati dan dilakukan diam-diam. [Gradien]

source dari sini.

Rabu, Juni 17, 2009

[Terbit] Sepeda Ontel Kinanti


Judul : Sepeda Ontel Kinanti
Penerbit : Dar!Mizan


Sepeda merupakan benda kesayangan Kinanti. Baginya, sepeda dapat mengantarkannya menggapai cita-cita menuju masa depan yang lebih baik. Bagaimana tidak, sepeda itu selalu menemani perjalanan Kinanti menuju sekolah.

Sayangnya, Kinanti harus merelakan sepeda itu dijual. KInanti marah dan kecewa. Tanpa sepeda itu, bagaimana dia berangkat sekolah? Rumahnya jauh sekali. Apa dia harus putus sekolah? Apakah Kinanti harus melupakan cita-cita dan masa depannya?

Kinanti dihadapkan pada pilihan yang sulit. Kehilangan sepeda sama dengan melupakan sekolahnya. Tetapi, bagaimana kalau Kinanti masih tetap menginginkan keduanya? Cerita perjuangan Kinanti ini sangat mengharukan, lho.

"Buku yang sangat menarik. Mengajarkan arti penting pendidikan. Acung jempol untuk pendidikan dan ceritanya yang menyentuh."
Ryu Tri - Penulis "Prince & Princess - Istana 1001 Malam"

"Membangkitkan semangat adik-adik dalam meraih mimpi."
Nunik Utami - Penulis "Thariq bin Ziyad" dan "Fatimah sang Putri Rasulullah."

"Wow! Keren …! Buku yang bagus!”
Bella, penulis best seller KKPK Beautiful Days

Cerita yang mengharukan dan penuh semangat. Membuat kita bersemangat untuk meraih mimpi.
Nabila Jamal, penulis best seller KKPK Tragedi Behel

Senin, Juni 15, 2009

KING goes to KICK ANDY

Girang banget pas dikabari gw diundang datang ke talkshow-nya Kick Andy di Metro TV. Wuaaah ... Kick Andy, cuy! Kapan lagi, coba? Film King, besutan Ari Sihasale yang akan segera tayang di bioskop saat liburan sekolah ini akan jadi topik perbincangan di Kick Andy. Meski gw nggak terlibat sama sekali dalam proses produksi filmnya, tapi gw diundang sehubungan dengan novel adaptasi KING yang gw tulis.

Dari awal gw dah tahu, yang akan dibahas adalah filmnya, dan bukan bukunya. Jadi nggak pernah berharap bakalan diundang duduk di depan, lalu ditanyai macem-macem. Mungkin cuma satu aja harapan gw, novel KING gw bakalan tersorot kamera juga (cukup mewakili sosok gw kalo ga bisa nongol. hehehe). dan ternyata terkabul! Sebelum pengambilan gambar dimulai aja, gue udah deg-degan sendiri. Soalnya, Nia Zulkarnaen dan Bang Andy F. Noya yang sudah duduk di stage kayaknya lagi ngomongin tentang buku yang mereka pegang, terus nunjuk-nunjuk ke arah gw duduk. "Itu tuh Pak penulisnya, yang botak tapi ganteng itu!" mungkin gitu kata Mba Nia. hehehe ...

Bener aja, di segmen ke-4, Bang Andy (halah sok akrab gini manggil abang) tiba-tiba ngacungin bukunya, lalu ngomong : "Film KING ini sudah diterbitkan pula dalam bentuk buku, dan ditulis oleh Iwok Abqary melalui penerbit Gradien Mediatama. Mas Iwok mungkin bisa berdiri?"

Srooooooottt ... kamera-kamera pun muter ke arah gw. Penonton-penonton langsung ngadep ke arah gw, Lalu ada applause panjang yang membuat gw jadi pengen terbang (sayang nggak punya sayap). Wuaaaah .... langsung aja yang terbayang : Gue masuk tipi! wahahaha ... najis banget ya?

"Wah, mas toh penulisnya?" seorang Ibu yang duduk samping gw langsung nanya pas gw duduk.
Gw ngangguk malu-malu. Biasa sok jaim gitu.
"Kirain pemain filmnya?"
Jadi net badmintonnya? Hih, si Ibu suka gitu deh. Muji apa ngeledek nih?

Buat gw, acara Kick Andy sudah selesai di sana. gw dah masuk tipi. Obsesi terbayar lunas! Hehehe ... mudah-mudahan nggak kena gunting sensor editor acaranya.
"lah, ini siapa nih ikutan mejeng di Kick Andy. Hapus aja!" kata editornya.
"Ini penulis novelnya lho, Pak!" Protes asistennya yang kasian liat muka gw.
"Nggak penting! Hapus aja!"
Wuaaaa ... dan gw pun akan merana sepanjang masa.

kekeke ... Tapi ... acaranya emang seru banget. Buat gw ya, yang baru kali itu ikutan taping acara talkshow televisi. Apalagi tema kali ini sangat mengangkat jiwa kebangsaan dan nasionalisme. Sebelum acara mulai aja semua menyanyikan lagu Indonesia Raya. Terus, yang hadir pun banyak tokoh-tokoh yang pernah mengharumkan nama Indonesia. Selain para pemeran pendukung film KING, hadir juga jagoan-jagoan bulutangkis seperti Haryanto Arbi, Ivana Lie, Rosiana Tendean, Tahir Djide (pelatih), dan tentu saja salah satu legenda bulutangkis tanah air : Liem Swie King. Mereka semua muncul sebagai cameo dalam filmnya.

Dari jajaran pemain filmnya, semua lengkap hadir. Ada Rangga Raditya (pemain baru yang langsung melejit jadi pemeran utama), Lucky Marthin, Vallerie Thomas (anaknya Jeremy Thomas), Mamiek Prakoso, Wulan Guritno, Ariyo Wahab, Asrul Dahlan, dll. Ada juga Wong Aksan, yang menjadi penata musik filmnya, Ipang BIP dan Ridho Slank yang ngisi lagu-lagu soundtrack-nya. Lengkap! Bikin gw seneng karena bisa foto bareng sama mereka. Teteeeeeep ... kapan lagi bisa foto bareng seleb sebanyak itu. Hehehe

Yang jelas, semua penonton malam itu girang banget. Setiap orang pulang dengan membawa sebuah novel gw, buku biografie Liem Swie King (Panggil Aku, King! terbitan Kompas), dan sebuah tiket nonton film King yang bisa digunakan di seluruh bioskop di Indonesia.

Mau dapetin buku gw gratis? Atau buku biografi Liem Swie King? Atau tiket nonton KING gratis? Klik aja ke www.kickandy.com. Tapi nanti, abis tayangan episode ini tanggal 19 Juni 2009 disiarkan. Sapa tahu beruntung, kan?

Selasa, Juni 09, 2009

[Segera Terbit] KING


Memperkenalkan novel gue terbaru :

KING

Sebuah novel adaptasi dari film anak berjudul KING
Produksi : Alenia Pictures
Sutradara : Ari Sihasale
Penerbit Novel : Gradien Mediatama
Penulis : Iwok Abqary


Baca Bukunya, Tonton Filmnya.

Serentak di toko buku dan Bioskop kesayangan anda.
25 Juni 2009

Jangan lupa tonton perbincangannya di KICK ANDY - 19 & 20 Juni 2009

Jumat, Juni 05, 2009

[Tips] Jualan ala Iwok

"Buku saya kok nggak pernah dipromosiin sama penerbit, sih?"
"Kok yang dibikin banner gede, buku-buku itu aja sih?"
"Kok yang dikasih jadwal talkshow penulis-penulis top aja, sih?
"GImana buku saya bisa laku kalo promosinya nggak nyampe ke masyarakat?" (yang ini nggak pake SIH, soalnya nggak cocok)

Dan masih banyak SIH-SIH lainnya.

Tenang ... soalnya kalo penerbitnya denger, mereka akan ngomong : "Kok penulis ini cerewet amat, SIH?" hehehe

Duluuu .. saya punya pikiran seperti itu. Kapan giliran buku saya di promoin? kapan buku saya ditalkshow-in (halah), dan kapan buku saya dijembrengin dalam banner yang gede-gede di toko buku. Lambat laun, toh saya mulai mengerti sendiri. Penerbit nggak nerbitin buku saya aja! Buanyaaak buku yang harus mereka tangani promosi dan pemasarannya. Dari bukunya penulis besar (namanya) sampai ke penulis-penulis baru. Mereka (penerbit) pasti punya strategi-strategi sendiri untuk mempromosikan setiap buku yang mereka terbitkan. Bisa aja mereka sudah promosi, tapi kitanya aja yang nggak ngeh. Ya kan? Kaaaan.

Jadi kita harus pasrah saja menunggu nasib? Buku laku sukuuur ... nggak laku ... nangis bombay?

Weiits ... ciaaaaaatt ... syaaaat ... syuuuut ... //menangkis pertanyaan tanpa semangat itu.

Ga bisa gitu dong. Masa harus nyerah kalah begitu saja? Usaha dooong ... yuk, kita promo buku kita sendiri. Caranya?

  1. Promoin di blog! Mau multiply kek, blogspot kek, wordpress kek, facebook kek, yang penting, jembrengin tuh cover buku dan sinopsis ceritanya. Masa sih dari sekian banyak yang baca postingan kita nggak ada yang tertarik satu pun. Sampe saat ini, blog, facebook, dan media networking lainnya terbukti ampuh untuk menyebarkan pengumuman tentang lahirnya karya terbaru kita. Gimana mereka mau beli kalo tahu buku kita terbit aja enggak?
  2. Sebarkan informasi melalui milis-milis yang diikuti. HAH? cuma ikut milis memasak? Gpp, kulonuwun aja dulu : "Maaf ya ibu-ibu, kayaknya sembari nunggu praktek masak dan masakannya mateng, mending baca-baca buku saya deh. Seru lho. Baru terbit. Dijamin masakannya tambah enak."
  3. Bagiin buku ke temen deket. Biasanya saya selalu menyediakan beberapa eksemplar untuk saya bagi ke temen-temen. Secara acak aja. Yang belum kebagian bisa dikasih kalo ada buku baru terbit lagi. Kasih ancaman : "Awas kalo nggak direview di blog!" hehehe. Minta mereka memberikan resensi, komentar atau apapun tentang si buku tersebut. Jangan kecewa kalo resensi dan komentar mereka tidak seperti yang kita harapkan. Yah, namanya selera orang kan beda-beda. Buku best seller pun nggak pernah luput dari kritikan, kan?
  4. Adain kuis! Seru tuh. Hadiahnya buku terbaru kita. Kuisnya terserah kita aja. Mau yang serius, mau yang iseng-isengan, yang penting semua hepi. Biasanya yang namanya hadiah/buku gratis pada mau tuh. Semakin orang banyak tahu buku kita terbit semakin bagus, kan? terlepas dari mereka mau ikutan kuisnya atau nggak.
  5. Deketin media cetak. Jangan ngandelin penerbit aja. Yang saya tahu, penerbit juga rajin ngasih sample buku ke media-media ternama (nasional) untuk mendapatkan porsi resensi atau ulasan. Tapi dari sekian banyak buku yang masuk ke mereka, apakah buku kita akan terpilih? Saya biasa deketin media lokal. Kenalan sama orang-orang di dalamnya, terus sok gaya-gayaan ngasiin buku saya : "Mas, saya penulis lho. Ini buku baru saya, kali aja mau baca. Syukur-syukur kalo diulas di korannya." Yah, narsis dikit gapapa kan, namanya juga usaha. Terbukti beberapa kali saya bisa lolos nembusin buku saya diulas di koran lokal. huhuuuuuy ...
  6. Datengin radio! Sekarang ini radio banyak banget kan? Datengin aja beberapa. Bawa buku, kasih ke mereka, lalu jajagi kemungkinan mereka mau menyediakan waktu untuk mengulas buku kita. Talkshow? Bisaaaa ... masuk dalam review buku pun bisa. Tergantung mereka punya acara apa yang berhubungan dengan buku. Kalo mereka setuju, kontak penerbit buat minta dukungan doorprize. Beberapa kali saya melakukan hal ini, dan alhamdulillah mendapatkan dukungan hadiah buat doorprize para pendengar.
  7. Kalo sudah punya anak yang sudah sekolah (TK/SD), nggak ada salahnya nyumbang buku-buku kita buat perpustakaan sekolah mereka. Pengalaman saya, buku saya ternyata dibacain oleh gurunya Abith (TK) di depan kelas : "Buku ini karya Ayahnya Abith, lho." Itu juga kata anak saya. Setelah itu bukunya diceritain di depan kelas oleh gurunya. Ayahnya Abith bikin buku? Beli yuuuuu ....? mungkin gitu ya pikiran anak-anak. hehehe. Untuk buku-buku remaja juga ga ada salahnya nyumbang ke perpustakaan sekolahnya ponakan misalnya, atau ke almamater dulu. Sekalian pamer ke guru-guru kalo siswanya sudah ada yang sukses bikin buku. hehehe. Setidaknya buku kita juga ada di sana, dan siswa bisa penasaran dengan buku-buku kita yang lainnya (kalo mereka sukaaaa. hehehe).
  8. Jangan segan untuk bilang YA kalau ada yang minta kita share tentang penulisan. Beberapa kali saya diundang datang untuk berbincang tentang penulisan dengan anak-anak SMA. Seru! Bukan forum resmi (yang resmi juga gpp deng), tapi sekedar kumpul-kumpul dengan ekskul jurnalistik mereka, atau yang memang berminat dengan dunia kepenulisan. Semakin banyak yang mengenal eksistensi kita, semakin baik buat karir kepenulisan kita. Yang namanya promosi dari mulut ke mulut siapa yang bisa ngira? Bakalan panjaaaaaaang ...
  9. Rajin-rajin datang ke toko buku, kenalan sama para petugasnya di sana. Terkadang saya sering kaget kalo pas baru masuk udah ada petugas yang nyegat : "Buku barunya apa lagi, Pak?" Wiiih ... serasa seleb ada yang ngenalin begitu (doooh narsisnya kumat). Hehehe. Tapi, kenal dengan mereka nggak ada ruginya. Suer, kadang mereka ngasih tahu buku kita yang mana aja yang laris di toko mereka. Setelah itu saya tinggal teriak ke penerbit : "Tasik kosong! Isi lagiiiiii ...."
  10. Banyak-banyaklah berdoa. Toh semuanya tetap sudah ada yang menggariskannya. :)
Bukannya pengen nyaingin kerjaan para petugas promosi di masing-masing penerbit, tapi urusan jual buku bukan hanya tugas mereka saja, kan? Lah, ini buku kita kok. Kalo kita nggak ikutan jual, kita sendiri yang rugi, kan?

*) ditulis berdasarkan banyaknya yang nanya via email cara saya promosiin buku. Daripada bolak-balik ngejelasin, mending tulis aja sekalian. Kalo ada yang nanya, tinggal kasih link aja ke postingan ini. Hehehehe ... dasar nggak mau susah!

Udah ah.

Rabu, April 29, 2009

[Terbit] Stories of The Brave for Kids

Usamah bin Zaid
Panglima Kecintaan Rasul



Siapakah Usamah bin Zaid?
Alkisah, ada seorang anak kecil yang memaksa Rasulullah Saw. untuk mengajaknya ke dalam kancah peperangan. Rasulullah Saw. mengizinkannya? Tentu saja tidak. Beliau tidak mengizinkan anak di bawah umur untuk ikut berperang. Meskipun untuk membela tegaknya agama Islam.

Bakat keberanian Usamah sudah terlihat dari kecil. Sejak kecil itu dia sudah memperlihatkan keberanian, kegesitan, dan ketekunan. Rasulullah Saw. pun mencintai Usamah bagaikan terhadap cucunya sendiri. Tak jarang perlakuan beliau terhadap Usamah tidak berbeda dengan perlakuan beliau terhadap cucu kandungnya.

Anak siapa sih Usamah? Kenapa Rasulullah Saw. begitu menyayanginya?

Kepemimpinan Usamah tercapai ketika Rasulullah Saw. mengangkatnya sebagai komandan perang melawan Bangsa Romawi. Padahal usia Usamah saat itu masih sangat belia. Usamah bahkan tercatat sebagai komandan perang terakhir dan termuda yang ditunjuk Rasulullah Saw. selama beliau masih hidup.

Bagaimana kisah Usamah sampai akhirnya bisa dipercaya oleh Rasulullah Saw. sebagai komandan perang dalam usianya yang begitu belia?

Seri the Brave for Kids ini adalah terbitan Dar!Mizan terbaru. Mengusung banyak kisah keberanian dan suri tauladan yang akan menjadi bacaan bermanfaat bagi putra-putri anda. Dapatkan segera di toko buku terdekat!

Judul lainnya dari Stories of The Brave for Kids ini ;
Shalahuddin Al-ayyubi - Dewi Cendika
Khalid bin Walid - Indah Juli
Thariq bin Ziyad - Nunik Utami

Minggu, April 19, 2009

[Pengumuman] Kuis Batman Saroong

Horeeeeeeeee ... tiba saatnya pengumuman nih. Setelah kuis ini digelar dari tanggal 1 - 17 April kemarin, tiba saatnya mengumumkan siapa yang jawabannya paling tepat. Ternyata eh ternyata, banyak yang kecele nih sama jawabannya. Heuheuheu... ketahuan kalo bacanya nggak teliti, atau dapet bocorannya nggak akurat. Hehehe.

Ini Jawaban yang tepat :
1. Sukamindo nama apaan, sih?
c. Nama perusahaan sponsor utama lomba esai

2. Siapakah yang menang lomba esai di tingkat nasional?
b. Ada deh, pokoknya bukan Davi dan Saskia

3. Kenapa Saskia benci banget sama cowok ganteng?
b. Saskia pernah sebel sama cowok ganteng. So, dendam membara-ra-ra..

4. Jam berapa Iwok bangun waktu nginep di rumah Dennis untuk talkshow radio di Bandung?
a. Jam delapan, soalnya semalem karaokean sampe pagi

5. Waktu Iwok shopping dan nemenin Abith maen di Bamby Land, apa yang dibeli Iren?
b. Jeruk.

6. Kenapa Aa Bebe makasih-makasih setelah bantu Iwok benerin listrik?
c. Iwok ngasih duit 50 rebu dan kagak perlu kembalian.

Hayooo ... sapa yang ngerasa jawabannya bener semua? Setelah dilakukan pengundian secara jujur dan terpercaya (suer deh, kagak pake curang-curangan), ini dia pemenangnya yang berhak mendapatkan 1 (satu) eksemplar buku Batman Saroong yang sudah ditandatangani dan pake cab bibir warna aduhai. hehehe

1. Lies Fatimah - Bogor
2. Haryadi Yansyah - Palembang
3. Rini Nurul B. - Bandung

Selamat ya. hadiah akan dikirim langsung ke alamat para pemenang secepatnya.

Eh, yang belum ikutan lomba resensi GOKIL DAD, masih ditunggu sampai 29 April 2009. Jangan sampai ketinggalan lagi :D

Jumat, April 17, 2009

Si Hepi Ngadat

Dudulz! Pas lagi dikejar setoran, eh si Hepi ngadat. Huruf O, L, angka 9, dan tanda titik, ngadat nggak mau nongol. Satu baris yang itu aja. Udah dipijet kenceng-kenceng juga malah keenakan. Niatnya sih pengen ngebanting saking keselnya. Tapi mikir lagi, kalo dibanting emang bakalan normal lagi? Bukannya tambah ancur?

Nelpon adik gw. Eh, HP-nya mati. Coba yang satunya lagi. Naaah idup.
"Keyboardnya bersiin pake sikat sepatu!" katanya.
"Pake semir-nya nggak?"
"Pake. Tapi jidatmu yang disemir!"
Ya wes, nyari-nyari sikat sepatu dah. Dasar lagi dibutuhin, tuh barang maen raib aja. diubek-ubek dari dapur sampe garasi nggak ketemu. Bangke, bikin gw makin setress aja. Akhirnya gw ke kamar mandi. Mau pipis. Laaah? Eh, tapi abis pipis gw ambil sikat gigi Iren. Iren yang tahu gw lagi nyari sesuatu buat sikat-sikat langsung meradang.

"Kok yang itu?"
"Daripada punya Ayah?"
Bisa ditebak, Iren manyun. Gampanglah, besok dibeliin sepuluh!

Akhirnya gw sikat sana, sikat sini. sikut sana, sikut sini. Hantam sana-sini juga? Nggak dong, gw kan nggak lagi berantem. Aiih ... si Hepi jadi kinclong. Ketahuan nggak pernah dielus-elus selama ini. Tapi, jadi bersih sih iya, keyboardnya jalan lagi? TIDAK! waaaaaaaa ... adik gw nipu ternyata. Katanya kalo dibersiin bisa jalan lagi, kok ini enggak? Apa biar gw nggak gangguin tidur dia ya, jadi ngasih instruksi seadanya dulu? Hiks ...

Akhirnya gw SMS Rini. Soalnya, kalo nggak salah, dia pernah punya pengalaman serupa. Kali aja dia belum tidur. Ternyata emang belum. Sama kayak adik gw, dia bilang keyboardnya harus dibersihin. Soalnya suka banyak benda terlarang yang ikutan nyelip. Bedanya, kalo adik gw nyuruh bersiin pake sikat sepatu, Rini nyuruh bersiin pake kuas. Hadoooh ... nyari kuas kemana? Ada juga kuas bekas ngecet tembok di garasi. Bisa gitu?

Tapi gw coba lagi deh pake sikat gigi. sapa tahu tadi belum bersih nyikatnya. srat-sret lagi dah gw nyikat si Hepi. Makin kinclong aja nih. tinggal tambahin bedak biar makin cantik. Sesuai instruksi juga, gw jungkirin tuh si Hepi, biar kotoran-kotorannya mrudul ke luar. Cobain nyalain. belum bisa. Sikat lagiiiii ...

Cape bolak-balik bikin si Hepi nungging. Akhirnya gw nyerah. Harus tanya pakarnya nih. Siapakah dia? Betuuuuul ... OM GUGEL! Langsung search 'Keyboard ngadat!'. Ternyata ya, kasus gw bukan yg pertama, si OM ngasih tahu banyak banget kejadian serupa. sampe akhirnya gw terdampar di sebuah blog. Haduh urlnya nggak dicatet, padahal lumayan bisa kenalan. Cewek euy!

"Pas laptop gue ngaco, gue curiga ada yang nyempil-nyempil di sela keyboard. Soalnya pas mijjit A, eh yang nongol kok P? (perasaan jauh banget ya posisinya?). Akhirnya gue copotin tutsnya satu-satu. Eh, beneran, gue nemu banyak banget harta benda di dalamnya. ada helaian rambut, potongan kertas kecil, cincin emas, dan juga lemari es (abaikan yang tidak perlu. itu sih gue yang nambahin. -iwok)." dia nulis begitu. Kurang lebih dah. Soalnya kalo copas banget tar disalahin. Jangan sembarang copy paste!

Gw terlonjak. Hap! Tutsnya dicopotin? Emang bisa? Halah, gaptek banget gue ya? Maklum belum lama pegang laptop. Akhirnya gue pun ikutan nekat. Cewek itu aja bisa nekat, kenapa gue enggak? Gue kan cowok, dia cewek. Dia cantik, gue ganteng. Duileeeee ... mulai lagi narsisnya. Pada protes lagi niiiiiiih. Akhirnya gue copotin tuh tuts-tuts bermasalah. Berhasil! berhasil! oyeeee ... tuts itu pada lepas. Bisa jalan laptopnya lagi? Yeee ... belum juga dicoba. Gue kan cuma cerita kalo gue bisa ngelepasin tuts doang.

Ternyata, ada sepotong kayu nemplok di tuts TITIK. Kayu? Kok bisa? Apapun bisa sodaraku. Di dunia ini apa sih yang nggak mungkin? hehehe... lebay deh. Jangan melotot dulu, itu memang kayu, tapi serpihannya aja. Mungkin pas Abith ngeraut pensil, dia iseng ngelemparin kayu rautannya ke laptop gw. "Biar Ayah nggak ngetik terus. Huh!" begitu mungkin pikir anak gw. Awas ya, gw jitak besok! Masalah berikutnya? Masang tutsnya lagi gimanaaaaa? Cilaka!

Jangan panik. Kalau anda mengalami kejadian serupa, gampang aja kok. Tinggal tempelin tuts itu di atas tempat seharusnya, lalu tekan. klik! masuk deh. Jagoan kan gw? Kayaknya besok mesti buka service laptop juga nih. Khusus buka dan pasang tuts keyboard ajah! Lalu, apakah keyboard si Hepi kemudian berfungsi normal kembali? Jawabannya : TIDAAAAAAAAAK! Huaaaaa ....

Gw banting juga nih.

tapi sayang ah, mending coba copotin lagi. Hiyaaaa ... malam ini gw nggak nulis, tapi malah asyik dengan bongkar pasang keyboard dan sikat-sikat. Fyuuuuuh ... udah jam 12 malem, kayak lagi nungguin Cinderella pulang aja. Pokoknya kalo kali ini nggak bener juga, gw serahin sama adik gue aja. Gw kan beli dari dia. Harus tanggungjawab dong. hehehe .. iya kan?

Mungkin gara-gara gw ngomel dan ngutuk-ngutuk nggak jelas gitu, si Hepi kasihan juga. Pas gue coba nyalain, dan nyoba tombol yang error .... tetep nggak jalan. gw jadi jengkel dan gemes. Gue pijit tombol L lamaaaaaaaa banget. dan .. PLUNG! di layar nongol huruf K! loh? kok jadi K? Mungkin karena jari gue gede dan asoy banget kali ya, jadi tuh jari nemplok di huruf K juga, akhirnya si K yang nongol. Gue coba pijit huruf L lagi. dan sodara-sodara, di layar monitor terpampang jelas huruf L! L? Eelllllllllllll ... hurraaaaaaay ....

Dan segeralah gw menulis postingan ini, untuk mengingat perjuangan gw berjibaku dengan keyboard ngadat. Buat kenangan masa jompo nanti (sekarang kan udah tua). Udah ah.

Kamis, April 02, 2009

[Lomba] Novel Batman Saroong Gratiiiis!

Mau novel BATMAN SAROONG gratis? Wadoooh .. langsung pada tunjuk tangan gitu. hehehe ... sip, sayangnya cuma ada 3 eksemplar yang akan dibagikan nih. Jadi, kita bikin lomba-lombaan lagi aja ya, biar seru! Ayo, yang mau ikutan, siap grak!

Lombanya hanya dengan menjawab beberapa pertanyaan saja. Pertanyaan akan diambil dari buku GOKIL DAD dan GANTENG is DUMB. Yang udah pada baca, silakan pada bersorak. Yang belum baca? Eits, jangan langsung lemes dong. Usaha dong. Hehehe. Ayo, segera serbu toko buku terdekat, dan beli!

Nggak punya duit? Yah, tetep cobain pergi ke toko buku. Inget-ingetin pertanyaannya, dan cari jawabannya di buku-buku sampel yang udah terbuka sampul plastiknya. Asip, kan?

HAH? Jauh dari toko buku? Doooh .. gimana sih? Udah, deketin aja mereka yang sudah baca kedua buku itu, tanya-tanya jawabannya. Boleh kok contek-contekan, PM-PMan, telpon-telponan, SMS-SMSan, asal jangan SMS/Telpon gw atau bocorin jawabannya di comment postingan ini aja. Terlalu vulgar soalnya. Hehehe. Namanya aja lomba, gimana seeeh?

So, pertanyaannya apa aja nih? Cemen, cuma ada 6 pertanyaan aja.

1. Sukamindo nama apaan, sih?
a. Nama sekolahnya Davi dan Aris
b. Nama pondokan tempat Aris ngekos
c. Nama perusahaan sponsor utama lomba esai

2. Siapakah yang menang lomba esai di tingkat nasional?
a. Davi dong, secara dia udah mati-matian berusaha membuktikan dirinya tidak dumb
b. Ada deh, pokoknya bukan Davi dan Saskia
c. Saskia, tau! Kalo ga, judulnya ganti dwonk

3. Kenapa Saskia benci banget sama cowok ganteng?
a. Soalnya dia dah punya cowok, dan kagak ganteng sama sekali. Jadi ya, gitu deh
b. Saskia pernah sebel sama cowok ganteng. So, dendam membara-ra-ra..
c. Saskia belum mau pacaran. Dia cuman cari alesan. Gitu aja kok repot seh.

4. Jam berapa Iwok bangun waktu nginep di rumah Dennis untuk talkshow radio di Bandung?
a. Jam delapan, soalnya semalem karaokean sampe pagi
b. Aduh, jam berapa ya? Soalnya weker Dennis rusak ternyata
c. Jam tujuh doong, tapi di jalan macet banget

5. Waktu Iwok shopping dan nemenin Abith maen di Bamby Land, apa yang dibeli Iren?
a. Baju Abith, sesuai rencana. Plus sepatu buat Iren.
b. Jeruk.
c. Baju buat Iren, lipstik, bedak, komplit bow!

6. Kenapa Aa Bebe makasih-makasih setelah bantu Iwok benerin listrik?
a. Iwok janji bayarin rekening listrik Aa Bebe bulan depan
b. Iwok ngajak makan-makan
c. Iwok ngasih duit 50 rebu dan kagak perlu kembalian.

Teuh, Gampang, kan? Ayo, kirim jawabannya ke gokildad@gmail.com dengan subjek 'Kuis Batman Saroong'. Jangan lupa cantumkan Nama, Alamat, dan nomor telepon. Ditunggu selambat-lambatnya 17 April 2009. Otreh? Semua jawaban yang masuk (yang paling tepat dong) akan diundi secara fair dan jujur (suer deh). Pengumuman pemenang akan ditayangkan secepatnya segera setelah pengundian selesai di blog/note ini.

Ayo ikutan! Tebak-tebak buah manggis, deh. Nggak ada ruginya, kan?

Rabu, April 01, 2009

Cetak Ulang Ketiga


Alhamdulillah ... kabar baik datang hari ini.

Bung editor dari Dar!Mizan memberitahu bahwa novel gw yang berjudul Misteri Lemari Terkunci akan memasuki cetak ulang ke-3 bulan ini. Alhamdulillah, sebuah berita yang sangat menggembirakan. Novel detektif anak yang terbit November 2008 lalu itu bisa cetak ulang tiga kali dalam tempo waktu 5 bulan. Sebuah prestasi tersendiri bagi gw, dan umumnya -tentunya- buat dunia buku anak Indonesia.

Gw selalu optimis, dunia buku anak akan tetap hidup dan berjaya. Pasar kita sebagai penulis bacaaan anak masih cukup luas. Jutaan anak Indonesia masih membutuhkan bacaan yang baik, mendidik, dan tentu saja menghibur dengan unsur-unsur lokal yang kental. Dan tugas kita untuk memberikan bacaan tersebut buat mereka.

Terima kasih Bhai Benny, Kang Rama, dan tim ilustrator yang sudah membuat novel tampil begitu keren! Hehehe

Maju terus dunia buku anak!
Tetap semangat!

Selasa, Maret 31, 2009

Pengumuman 'Be a Gokil Dad!'

Be a Gokil Dad sudah berakhir! Tengkyu buat semua yang sudah ikut berpartisipasi mengirimkan pengalaman gokil Dad-nya masing-masing. Fyuuuh … ternyata ya, gw tuh bukan the only one. Di luar sana, masih banyak gokil-gokil dad yang tersembunyi dan jiwa dodol yang terpendam. Sayangnya, mereka masih pada jaim dan tidak mau mengekspos kegokilannya. Hehehe … emangnya Iwok?

Tadi malam, gue mengumpulkan Iren, Abith dan Rayya untuk berembuk. Kira-kira siapakah yang berhak untuk menjadi juara. Mereka pun merubungi gue dan laptop.

Gue : “Nah, cerita yang ini lucu, nggak?” Bla .. bla … bla … gue bacain satu cerita.

Iren : “Huahahahaha … lucu banget.”

Abith, nengok ke arah Iren : “Lucu ya Bu?” dan Abith pun mengikuti tawa Iren sambil nyontek jawabannya. “Hahaha … lucu bangeeet …”

Rayya, ngerasa dikasih jalan : “Cucuuuuuuu … cucuuu … nenen! Neneeeeeen …”

Halah, kok malah minta nenen? Dan dia pun langsung nemplok di pangkuan Iren. Satu orang juri langsung didiskualifikasi gara-gara kelaparan!

Gue : “Yang ini gimana, nih?”

Iren : “Kikikikik … “

Abith, masih ngelirik-lirik Iren : “Kikikikik …” Like mother like daughter daaah.

Rayya : “Nyoot … nyoot ... nyoot … nenen!”

Daaaaaaan … setelah kita jungkir balik membaca ulang dan ngotot-ngototan untuk mempertahankan jagoan masing-masing, akhirnya kita memutuskan untuk memberikan penilaian berdasarkan sejauh mana kita ‘ngakak’, ‘ngikik’, atau ‘nyengir’. Ini dia pemenangnya …

JREEEEEEEEENGGG!

Mom/Calon-Mom :

Ngakak :

  • Papa, Sang Penakluk Hape – Avis Hafiidhaturrahmah
  • Duuh, Bokap Gue – Khairun Nisa
  • Beo Buta Angka – Lia Indra A.

Masing-masing mendapatkan sebuah T-shirt ‘I’m a Fan of Gokil Dad’ dan paket Buku dari Gradien Mediatama (Pesan sponsor: bukunya direview dooong. Hehehe)

Ngikik :

  • Jail Kambuhan – Rini Nurul Badariah
  • Ayahku Nervous – Aisyah Silverqueen
  • Pahlawan Gokil & Katro – Annisa Septiani

Masing-masing mendapatkan sebuah T-shirt ‘I’m a Fan of Gokil Dad’

Nyengir :

  • Kereta Buatan – Nuni Utami
  • My Gokil Dad – Lies Fatimah

Masing-masing mendapatkan paket Buku dari Gradien Mediatama.

Dad/Calon-Dad :

Ngakak :

  • Horror Chronicles – Aswi
  • Sss, Makan yang Banyak, lalu bawa ke kamar, ok! – Haryadi Yansyah
  • Jadi Papi Sitter, Siapa Takuuut? – Amril T. Gobel

Masing-masing mendapatkan sebuah T-shirt ‘I’m a Fan of Gokil Dad’ dan paket Buku dari Gradien Mediatama.

Ngikik :

  • Makanya, Gaul Dong! – Amril T. Gobel
  • Dikira Rampok – Gatot Harmoko
  • Bokap Dikerjain Papi - Ceko

Masing-masing mendapatkan sebuah T-shirt ‘I’m a Fan of Gokil Dad’

Nyengir :

  • Sungguh Tak Mudah Menjadi Ayah – AmrilT. Gobel

Masing-masing mendapatkan paket Buku dari Gradien Mediatama.

Eiitts, kenapa susunan hadiahnya jadi seperti ini? Bukannya 5 orang mendapat T-Shirt dan 5 orang mendapat paket buku saja? Kenapa jadi ada yang dapat T-shirt dan paket buku? Naaaah … itu karena peserta yang mengirimkan karyanya lebih sedikit dari jumlah total hadiah yang kami sediakan. Biar nggak mubazir, akhirnya hadiah itu kami bagikan semuanya bagi seluruh peserta. Jadi, semua peserta mendapatkan hadiah. Horeeeee …. Baik banget kan gue?

Nyesel nggak ikutan? Kasian deh lo. Hehehe … Jangan khawatir, masih ada lomba resensi Gokil Dad tuh. Batas akhir pengiriman link resensi sampe 28 April ya? Jangan sampe kelupaan lagi.

Salam,

Gokil Dad

Jumat, Maret 27, 2009

[Terbit] Batman Saroong


Judul : Batman Saroong
Penerbit : Examedia
Cetakan I / Maret 2009
Harga : Rp. 27.000,-

”Kamu tahu, Man, sudah saatnya kamu mengamalkan apa yang sudah kamu pelajari selama ini,” ucapnya perlahan.
”Bikin bengkel?” jawab Eman bingung. Dia sudah mempelajari ilmu-ilmu tentang mesin selama sekolah di SMK kemarin. Tapi apa iya emaknya minta dia memberantas maling itu dengan cara bikin bengkel? Kok aneh sih?
Memang jawaban Eman dianggap aneh sama Mak Inah. Itulah sebabnya Mak Inah kembali heboh. Dia melompat dari duduknya, lalu menghentak-hentak jengkel.
”Bego! Bego! Bego!” dumelnya. ”Mikir dong Man, mikiiiiiir ... elu pikir dengan bikin bengkel malingnya bisa ditangkep? Bukan ilmu sekolahan lu yang harus diamalkan, tapi kebisaan lu main pencak silat!”
..........
“Emak udah nyiapin ini buat elu, Man.”
JREENG!
Eman kaget sendiri melihat selembar kain yang dibuka lipatannya sama Mak Inah.
“A-apa .. i-itu?” Eman tergeragap. Matanya melotot penuh syok. Dia melihat emaknya menunjukkan sebuah topeng, jubah, dan kolor. Semuanya berwarna item. “Mak! I-itu .. buat apaan? Karnaval Agustusan masih jauh!”
“Udah saatnya lu berubah, Man!” Mak Inah tersenyum penuh arti. Tangannya mengulurkan pakaian serba item itu ke depan Eman yang langsung mengernyit bingung.
“Berubah? Jadi apa, Mak?”
“BETMEN!”
Haaaaaaaa … Eman terlompat mundur.

Senin, Maret 23, 2009

Siaran Pandangan Mata dari Palembang, Bogor, dan Bandung

Horeeeeee ... senengnya punya temen di seluruh penjuru nusantara. Ternyata ya, mereka baik-baik sama gue. Tanpa diminta, mereka rajin ngasih laporan dan ikut ngecek buku-buku gw yang ada di toko buku terdekat dengan lokasi mereka.

Fathin melaporkan pandangan matanya dari Palembang :
"Pemirsa, Ganteng is Dumb ternyata masuk rak best-seller di Gramedia Atmo. Terbukti banyak anak Palembang yang terbius oleh pesonanya Iwok Abqary (cetuk!). Sayangnya, hal ini tidak diikuti oleh buku Iwok yang lainnya. Gokil Dad berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Dengan penuh nelangsa, saya menyaksikan Gokil Dad lagi duduk nyempil di pojokan. Tuh pojokan memang jarang banget disatronin pengunjung, jadinya agak-agak sepi gitu yang lewat daerah sana. Bisa diprediksikan, kalo Gokil Dad posisinya strategis, nih buku bisa masuk deretan best-seler juga (pedeeeee). Demikian laporan dari Palembang."

Terima kasih Saudara Fathin yang sudah melaporkan dari Biro Palembang (berasa lagi nonton berita di TV One). Laporan anda sudah diteruskan ke penerbit Gradien yang akan menindak tegas setiap tindakan yang sewenang-wenang. Hehehe .. maksudnya, akan dijajagi posisi Gokil Dad menjadi lebih strategis. Sekarang kita menuju Biro Bandung. Ada Sdri. Retno yang sudah siap dengan laporannya. Silakan Retno dengan laporannya.

"BBC Bandung yang terletak di Jl. Suci Bandung ini ternyata heboh. Pengunjung BBC dihebohkan oleh adanya Seorang Dad yang Gokil. Dengan seenaknya saja si GOkil Dad mejeng dengan asyiknya di rak best-seller. Gimana kalo raknya ngegubraks, coba? dengan gayanya yang asoy, Gokil Dad mengajak pengunjung untuk menjamahnya. Demikian laporan dari Biro Bandung. Fungkeh nggak sih laporan gue?"

Glek. Terima kasih Retno atas kenfangkehannya. Sekarang kita menuju ke Bogor. Ada Lies Fatimah yang sudah siap dengan reportasenya.

"Ngg ... ngg .... *sambil celingukan*, saya barusan berhasil memperdaya seorang pembeli cowok ganteng di Gramedia Bogor. Karena dia seperti sedang kebingungan mau beli buku apa, ya sudah, saya sodorkan saja Gokil Dad. Ternyata setelah dikedipin, cowok itu mau juga membawa buku itu ke kasir ... sambil bengong. YES! Tumpukan buku Gokil Dad sudah semakin menipis sekarang. Sementara itu, saya tidak menemukan lagi buku Ganteng is Dumb dan TIKIL. kata CS-nya HABIS!! horeeeee ... Kang Iwok, saya minta bagiaaaan. Nggak mau tahu!"

Kok jadi begini ya? Hehehe ... anyway, makasih banget buat Fathin (laporan dari GM PS nya masih ditunggu. Hehehe .. ngerjain ini sih), Retno (nggak ngecek ke Gramedia sekalian, No?), dan Lies (asinannya mana? eh, kok kebalik?). Makasih banyak pokoknya. Anda semua layak dapat bintang kejora.

*) Tulisan di atas hasil rekayasa ulang, tapi tetep based on true story. Hehehe

Selasa, Maret 10, 2009

1000 eks in a month!

Woow ... sempet kejengkang (halah) saat si mba editor ngasih tahu kalo Ganteng is Dumb sudah terjual lebih dari 1000 eksemplar bulan Pebruari lalu. Woreeeeee ... Padahal tuh buku belum nyampe sebulan terbitnya. Baru ... tiga mingguan lah. Asyik-asyik ... seneng banget nih dengernya. Mudah-mudahan Maret ini bisa habis 2000, terus bulan April cetak ulang. Hahahaha ... amiiiiiiin.

Mangkanya, yang belum beli buruan beli. Kocak lho .... katanya. Masa ketinggalan sama yang laen? hehehe ...

Rabu, Februari 25, 2009

Gokil Dad Bagi-bagi Hadiah!

BE A GOKIL DAD!

Dapatkan sebuah T’shirt eksklusif I’m a Fan of Gokil Dad dan Paket Buku menarik dengan menjawab dua pertanyaan gampang berikut ini:

Pertanyaan satu:
Buat Dad: Pernahkah kamu ngelakuin hal-hal konyol atau gokil sebagai Dad?
Buat Mom: Pernahkah kamu mergokin suami ngelakuin hal-hal konyol atau gokil sebagai Dad?

Ayo tulis kejadiannya. 1-2 halaman A4 saja. Gampang kan?

[Hah, belum menikah dan pengen ikutan ya? Eits, tenaaaang ... Masih boleh ikutan kok. Tulis aja kejadian gokil yang pernah dialami Dad kamu.]

Pertanyaan dua:
Berapa jumlah popok yang dibuang Iwok? (Nah, yang ini jawabannya ada di buku GOKIL DAD dalam cerita ‘Misteri Popok yang Hilang’)

Akan dipilih jawaban yang tepat dan menarik.

Buat Dad dan Calon Dad akan mendapatkan :
T’shirt ‘I’m a Fan of Gokil Dad’ untuk 5 pemenang, dan Paket buku untuk 5 pemenang berikutnya dari penerbit Gradien Mediatama.

Buat Mom dan Calon Mom akan mendapatkan :
T’shirt ‘I’m a Fan of Gokil Dad’ untuk 5 pemenang, dan Paket buku untuk 5 pemenang berikutnya dari penerbit Gradien Mediatama.

Ayo kirimkan jawaban kamu ke: gokildad@gmail.com
Subjek email: “Kuis Gokil Dad
Selambat-lambatnya tanggal 29 Maret 2009
Jangan lupa tuliskan identitas kamu juga “
Nama lengkap :
Status : Dad/Mom/Calon Dad/Calon Mom
Alamat rumah:
No telp:

Pengumuman pemenang awal April 2009 di
http://iwok.multiply.com
http://iwok.blogspot.com
http://gokildad.wordpress.com
http://bloggradien.wordpress.com


LOMBA RESENSI

Tanggung, udah baca bukunya, udah tahu ceritanya. Kenapa ngga dibikin resensinya sekalian?

Ayo tulis, posting di blog, dan kirim link-nya
ke gokildad@gmail.com

Ada 10 oleh-oleh untuk 10 resensi paling ciamik,yaitu:
5 buah T’shirt I’m a Fan of Gokil Dad
5 paket buku dari penerbit Gradien Mediatama

Pengiriman link Resensi ditunggu sampai 30 April 2009
Jangan lupa tulis subjek Emailnya :
Lomba Resensi Gokil Dad

Pengumuman awal Mei 200 di
http://iwok.multiply.com
http://iwok.blogspot.com
http://gokildad.wordpress.com
http://bloggradien.wordpress.com

Senin, Februari 23, 2009

Menjadi Bapak ala Iwok

Bagi orang tua baru, tentu ada kisah yang berkesan saat menunggu si orok ke luar dari rahim ibunya. Seperti halnya pengalaman Iwok Abqary yang dijilid dalam buku Gokil Dad. Suguhan buku harian sang bapak yang ngaku keren itu memang serba mengundang tawa. Iwok membuka kisahnya saat salah mendengungkan lantunan Adzan dan Iqomah di telinga anaknya; si bapak gokil ini ternyata salah kuping: alias terbalik.

Sebagai bapak yang mengaku baik, Iwok pun rajin membantu menyucikan popok-popok si orok. Namun tidak untuk popok yang belepotan pup. Untuk mengenyahkan rasa jijik, popok-popok kotor langsung dimasukan tas kresek dan dibuang ke tempat sampah. Hingga akhirnya modus ini ketahuan oleh mertuanya.

Kerepotan Iwok bertambah menjelang Abith, anaknya mulai sering bertanya banyak hal. Nah, di sini bapak gokil ini dituntut sabar dan pandai menjawab pertanyaan anaknya. Misal dari pertanyaan apa itu ayah yang bisa merembet kemana-mana. Dari melihat gajah di televisi hingga menanyakan warna rambu lalu lintas. Seringkali pertanyaan Abith berbuntut panjang, seperti mana kakek gajah, mana ibu gajah, dan kenapa kakek gajah mati.

Namun, kisah-kisah kocaknya tak melulu soal anaknya. Ada pula cerita Bapak Iwok yang salah memilih handuk. Handuk yang biasa ia pake ternyata sebuah keset.

Buku ini asyik dibaca di mana pun, termasuk di atas bis dan KRL. Jangan sampai ketinggalan kisah-kisah lainnya dibalik kehidupan bapak gokil ini. Sebab banyak pula pesan dan hikmah yang terselip di antara paragraf-paragraf cerita.

Buku kocak hasil racikan penulis produktif ini diterbitkan Gradien Mediatama. Gokil Dad akan menghibur mata dan menginspirasi saraf tawamu. Don't miss it.[]

Dari website Gradien Mediatama.

Jumat, Februari 20, 2009

[Gokil Dad] Sambitan Istri Gue

Sambitan dari Istri Gue

Hiks … akhirnya rahasia selama ini terbongkar sudah. Selama ini ternyata saya salah menduga. Saya kira suami saya orangnya pemalu, pendiam, berwibawa, dan ganteng (lho, yang terakhir kok nggak nyambung? Tapi emang bener banget! -Iwok). Tetangga-tetangga sebelah sering ngomong kalo suami saya pantas jadi ketua RT gara-gara sikapnya itu. Pemalu dan pendiamnya akan membuat warga nggak bakalan dicerewetin ini-itu, wibawanya akan membuat warga merasa segan dan nyaman, dan kegantengannya akan membuat warga bangga (hihihi). Udah dua periode ini suami saya dipaksa-paksa nyalonin, malah ada yang siap-siap menyiapkan dukungan pas pemilihan ketua RT nanti.

Pokoknya, kalo Bapak nyalonin jadi ketua RT nanti, saya siap untuk melaksanakan serangan fajar Bu. Ibu tinggal nyiapin amplop dan duitnya aja buat saya bagiin ke masyarakat,” katanya gitu.

Yeee … kirain duitnya dari dia. Udah dipaksa nyalonin, eh mesti bagi-bagi duit juga. Males banget deh. Sebenernya saya sih nggak masalah kalo suami saya jadi ketua RT, asal saya jangan dipaksa jadi Ibu RT-nya (kalo suaminya nyari ibu RT baru boleh? Hihihi. –Iwok). Saya males ngurusin arisan, Posyandu, atau ngasih sambutan kalo ada acara rumpi ibu-ibu. Tapi kalo arisan atau Posyandu-nya dipindahin ke Mall sih kayaknya boleh juga tuh. Asyik kan, yang menang arisan bisa langsung dimintain makan-makan di foodcourt (Ibu RT kok malak sih? – Iwok).

...............

Bersambung ke ... halaman dalam bukunya. Sengaja, biar yang penasaran langsung pada beli bukunya. kekekeke ... so, apakah Iren menolak buku ini diterbitkan? (gimana sih, kan udah terbit!), apakah dia terpaksa dan mengalah begitu saja rahasia suaminya terbongkar? Atau dia mengancam pulangkan saja pada ibunya kalo royalti buku ini tidak dibagi dua? Baca ndiri kali yeeeeeee ....

Selasa, Februari 17, 2009

'Ganteng is Dumb' sudah beredar!


Horeeee ... hari ini secara resmi Ganteng is Dumb resmi beredar serentak di seluruh Gramedia se-Indonesia. Ayo, ayo, buruan beli. Udah yakin lah, soalnya di website Gramedia udah jelas tercantum. Terus, di milis juga udah disebutin kalo tanggal rilisnya ya memang hari ini. So, nunggu apalagi? Hehehe

Ini sinopsisnya biar ada gambaran sekilas ceritanya :

Siuuuuttt... Prangg!

Gitu tuh kalo Davi lagi kesel. Cowok ganteng dan populer di SMA Bonafide ini memang punya kebiasaan lempar-lempar piring kalo marah. Untung belingnya nggak sekalian dimakan, bisa jadi kuda lumping nih Davi. Aris, temen Davi yang paling setia, hanya bisa geleng-geleng menyaksikan kelakuan sahabatnya. Belum lagi mikirin beres-beres sesudah Davi puas melampiaskan kemarahannya. Soalnya Davi marah-marah di kosan Aris, dan banting-banting piring Aris!

Semua gara-gara Davi ditolak Saskia. Hah? Ditolak? Davi kan ganteng? Tapi ternyata, buat Saskia, ganteng nggak selalu jadi tolok ukur untuk menerima seorang cowok jadi pacarnya. Belum lagi, menurut cewek yang cerdas dan sering mengikuti berbagai lomba yang berurusan dengan kemampuan otak itu, cowok ganteng yang hanya mengandalkan tampang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan adalah cowok bodoh alias dumb!

Davi nggak terima, dia berusaha keras mematahkan teori Saskia dengan mengikuti lomba menulis esai. Sementara Aris berusaha keras agar nggak lagi dipanggil Mas Piring gara-gara rajin beli piring di minimarket dekat kosannya.

Kamis, Februari 12, 2009

Ganteng is Dumb



Iseng aja sih tadinya, main-main ke websitenya GPU. Biasa, cari buku-buku baru (Pletakk! bukannya di lemari masih numpuk?). Biar apdet sama perkembangan buku dong ... halah, gaya pisan. Klik sana - klik sini. Baca sana, baca sini. Hmmm ... ada beberapa yang tampaknya menarik. Tahaaaaan ... anggaran sudah menipis. fyuuuuh.

Scroll down ... dan down ...

Loh? pas di bagian Coming Soon kaget sendiri. Ada buku baru bersampul putih dengan cover karikatur imut dan lucu. Wuaaaaaaa ... itu buku gw! Udah mau terbit? Yaaaaaaaaaaa ..... asyeeeeeeeeek.

Fyi (buat yang belum tahu aja. hehehe) Ganteng is Dumb adalah naskah gw yang mengantar gw dianugerahi sebagai pemenang berbakat di Lomba Cerita Konyol Gramedia 2008 lalu. Setelah juara 1-3 nya terbit lebih dulu, kali ini giliran pemenang berbakat yang bukunya terbit. Naskah ini pula yang membuat gw bisa berbangga hati karena akhirnya bisa mempunyai sebuah tropi di rumah. Hahaha ... alasannya gitu amat, ya?

Begitulah, akhirnya Ganteng is Dumb bakalan menemani Gokil Dad mejeng di toko buku. Tanggal edarnya dempetan banget. So, yang mau beli Gokil Dad, kenapa nggak beli Ganteng is Dumb aja sekalian? begitu pula sebaliknya. Kalo uangnya cukup buat beli dua buku, kenapa harus beli satu? Hihihihi ..

Rabu, Februari 11, 2009

Dapet Jodoh Lagi

Bener kata orang, sebuah naskah ditolak mungkin karena belum berjodoh saja. Meski banyak faktor yang memengaruhi penolakan tersebut, intinya tetap saja BELUM BERJODOH dengan penerbit tersebut.

Sebuah naskah teenlit yang gw tulis dengan konsentrasi penuh, full pemikiran matang, dan outline yang lengkap, ternyata ditolak sebuah penerbit besar. Itu adalah naskah novel remaja kedua yang gw tulis setelah LINDANIEL. Jauh sebelum gw nulis Suster Nengok, Pulau Huntu, maupun TIKIL. Gara-gara penolakan itu gw sempet down. Ah, gw emang nggak cocok nulis novel kali. Pikir gw sih begitu. Buktinya setelah gw mati-matian nulis naskah ini (dan ngerasa sangat optimis diterima di penerbit besar itu), ternyata ditolak setelah menunggu berbulan-bulan lamanya.

Naskah itu akhirnya dipendam saja. Print-outnya yang dikembalikan penerbit pun menghuni rak terbawah. Rasanya penolakan itu cukup membuktikan bahwa gw nggak cocok nulis teelit berjenis romance. Entah berapa lama naskah itu mengendap. Yang jelas, naskah itu ditulis akhir tahun 2006. Dan gw pun asyik beralih ke komedi setelah itu (selain nulis naskah buat anak-anak). Respon novel komedi gw yang cukup bagus membuat gw belum kepikiran lagi nulis novel romance teenlit.

Baru-baru ini gw nyadar lagi kalo naskah itu belum bertuan. Rasanya sayang banget naskah yang ditulis tiap malem itu hanya teronggok begitu saja. Bukankah begitu banyak penerbit yang bisa saja membutuhkannya? Iseng baca-baca ulang, ternyata gw masih suka sama alurnya. Ngerasa asyik aja bacanya. Perasaan, nggak jelek-jelek amat kok. Ceritanya cukup beda dengan teenlit sejenis. Dalam arti, nggak begitu pasaran. So, meluncurlah naskah itu ke sebuah penerbit di Jakarta. Ternyata gw salah sasaran. Penerbit itu cukup religius, dan gw nekat masukin ke sana (hanya karena kenal dengan editornya). Ditolak? ya iyalaaaaaah ... hehehe.

Nggak kapok. Gw harus mencarikan jodoh buat naskah ini. So, meluncurlah lagi naskah ini ke sebuah penerbit. Ealaaaaaah ... dapat kabar kalo penerbit ini lagi konsen di buku pelajaran. Nggak ada kesempatan diseleksi nih. So, tarik lagiiiiiiii ... sempet bete, dan bermaksud mengendapkan kembali naskah ini ke rak terbawah. Tapi sebuah novel baru yang gw lihat di Gramedia menarik perhatian gw. Gw liat penerbitnya, dan catat! Ke sanalah naskah ini kemudian meluncur.

Hari ini, dua minggu berselang setelah naskah itu dikirim, sebuah email masuk. Mereka tertarik untuk menerbitkannya. Alhamdulillah ....

Rasanya senang melihat naskah itu sudah mendapatkan jodohnya. Semoga proses penerbitannya lancar. Amiiiiiiiiin.

image from www.gettyimages.com

Selasa, Februari 10, 2009

[Terbit] Gokil Dad


Yaaay .. terbit! baru dapet laporan dari penerbit kalo buku ini sudah selesai cetak, dan sedang menunggu masuk gudang. So, udah terbit kan? katanya sih, distribusi akan dilaksanakan segera, dan diperkirakan akan masuk di toko-toko buku (ya iyalaaah .. masa toko bahan bangunan) 16 Februari 2009.

Jadi, kalo pada penasaran baca kisah-kisah gokil gw selama jadi Dad, kejar bukunya. Ruame lho. Kalo ga percaya, baca aja beberapa komentar terpilih berikut ini :


Akhirnya, pendamping gw muncul juga. Dengan pasrah, gw menerima kehadiran doi yang gokil, dodol, en narsisnya nyaingin gw. Karena doi bukan sembarang laki-laki, buktikan sendiri kejantanan en kegokilan doi :)
Yenny Lesly, penulis buku ”GokilMom”

Salut buat penulis yang bisa bikin cerita konyol-konyol-miris. Cerita demi cerita gw lewatin dengan senyum getir dan sesekali helaan nafas. Jadi mupeng sampe kebawa nightmare pingin jadi Bapak juga. Hiks...
Arham Kendari, penulis buku “Jakarta Underkompor”

Sebuah Buku yang Gue Banget! Iwok berhasil menampilkan sosok ayah yang gaul, gokil, dan kocak melalui gaya bertutur yang renyah serta lincah mengalir.Thanks, Anda membuat saya bangga dan tersanjungmenyandang predikat ayah!
Amril Taufik Gobel, seorang ayah, penulis, dan blogger.

Kelak saat gue udah punya anak, nggak bakalan boleh suami gue berguru ama Mas Iwok. Hehehe ... ayah gilaaaaaa!!
Pritha Khalida S.Psi, halftime housewife, penulis buku “Lem0t”

Amit-amit .... Duuuh bener-bener kadar kenarsisan si ‘dad’ dah masuk tingkat gokil. Abis baca buku ini bikin yang jomblo makin jomblo? Hehehe … tetep semangat dong. Gokil dad, tetep totuit, teladan buat anak dan istri dan lingkungannya serta buat penghuni makam sekitarnya. Hahaha ... baca ndiri deh, ngakak-ngakak deh lu.
Dahliana, blogger yang masih jomblo, In an Open Relationship :), founder KGB ( kelompok Gendhut Bersahaja)

Masih nggak percaya? Makanya baca aja sendiri! :p
yang nge-Facebook, boleh dong cek di sini juga.

Jangan lupa, ada Kuis Gokil Dad yang akan segera di launching di blog ini. Sering-sering aja maen ke sini ya? Hehehe

Senin, Januari 19, 2009

Ah, bener-bener bertubi-tubi kegembiraan yang gw terima bulan ini, khususnya hari ini. Belum usai rasa senang tak kepalang karena pagi hari ada informasi Misteri Lemari Terkunci cetak ulang ke dua, eh sorenya Bhai Benny (dan Kang Rama - sang editor) kembali memberikan kejutan. Seri The Beautiful Stories for Kids sudah selesai cetak. Katanya, minggu ini akan segera beredar luas di toko buku. Hureeeeeeeey ... satu lagi dari Mayora, eh ... Iwok.

Seri The Beautiful Stories For Kids ini ada 4 buku, dan ditulis berbarengan dengan sobat-sobat MPers lainnya. Ada Mba Indah Juli yang kebagian menulis tentang Khadijah, ada Nunik yang menulis tentang Fatimah Az-Zahra, dan Ichen yang menulis tentang Aisyah. Gw sendiri nulis tentang Maria Al-Qibtiyah.


Yang seru, saat nulis dan dikejar dedlen masing-masing tulisan, kita berempat jadi perang SMS tiap tengah malem. Isi SMS-nya apalagi kalo bukan : "Nik, udah nyampe halaman berapa sekarang?" atau "Mba Indah, pasti udah hampir beres, ya?" atau juga "Ichen, jangan ngebut sendirian dong, gw keteteran nih." Hahahaha .... SMS yang sama pun gw terima dari mereka. Isinya kurang lebih sama, mempertanyakan sampe sejauh mana kita sudah menulis naskah ini. masing-masing nggak ada yang mau ketinggalan. Fiuuuh ... akhirnya beres juga. Alhamdulillah ...

Mudah-mudahan saja buku-buku ini mendapat sambutan yang baik dari seluruh pembacanya. Amiiiiin .... ayo, sayang anak! Sayang anak! Sayang adik atau ponakan juga boleh. Yang masih anget, yang masih anget. Segera dapatkan di toko buku terdekat anda.

Hah? Mau diskon? Boleeeeeeh ... buruan order sekarang di Warung Bunda. (Biar dapat bonus dari Mba Titin. hehehe)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More